Rusia Tawarkan Dua Skuadron MiG-35 ke Malaysia

Jet tempur Next-Gen MiG-35 memulai uji terbang © United Aircraft Corp.

Dr Victor Kladov, direktur kerjasama internasional dan kebijakan regional Rostec State Corporation, menyatakan dirinya dipilih oleh Presiden Putin sebagai utusan khusus untuk membangun hubungan bilateral dengan Malaysia dan dengan Dr Mahathir pada khususnya.

Dr Victor Kladov yang baru saja bertemu dengan Mahathir Muhammad di Pameran Dirgantara MAKS 2019 di Rusia menyatakan pertemuannya tersebut ditindaklanjuti pertemuan Mahathir dengan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev untuk lebih meningkatkan kerja sama.

Untuk menekankan komitmen Putin ke Malaysia, Kladov mengatakan Dr Mahathir telah diundang untuk Forum Ekonomi Timur di Vladivostok dari 4 hingga 6 September.

Menurut Kladov, Malaysia membeli jet tempur MiG-29N pada tahun 1995 dan Sukhoi Su-30MKM pada tahun 2003, melalui pertukaran senilai milyaran ringgit dengan menggunakan minyak sawit.

Kladov mengatakan Putin mendukung pembelian kembali seluruh 18 jet tempur Royal Malaysian Air Force (RMAF) MiG-29N yang sudah digrounded untuk digantikan dua skadron pesawat tempur MiG-35 generasi baru.

Kladov mengatakan kepada Dr Mahathir bahwa jet tempur MiG-35 tidak menggunakan mesin berasap dan dilengkapi dengan avionik fly-by-wire canggih, kecerdasan buatan, komputer dan sistem senjata yang meminimalkan beban kerja pilot.

Menurut Kladov, Rusia juga ingin mengganti helikopter Sikorsky S-61 Nuri, yang berusia setengah abad dengan Helikopter Mi-171 generasi terbaru yang telah terbukti bekerja untuk PBB selama konflik Afghanistan.

“Yang juga ada dalam kartu adalah tawaran jet tempur ringan Yak 130 dari Rusia, dengan syarat fleksibel, kesepakatan offset dan transfer teknologi yang akan menawarkan solusi saling menguntungkan untuk kedua negara.”

Anak perusahaan Rostec, Helikopter Rusia, diharapkan menjual delapan unit helikopter Ansat Mil Mi-8/17 dan Kamov Ka-32A11DC ke Badan Penegakan Maritim Malaysia dan Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Selain itu Rusia menawarkan kapal hidro-foil untuk meningkatkan industri pariwisata kepulauan Malaysia, karena aset ini hemat biaya dan efisien.

“Kami mengharapkan keputusan tentang masalah ini selama pertemuan kedua pemimpin di Vladivostok segera.”

Dia mengatakan Putin menghargai upaya Dr Mahathir dalam mensinergikan aset pertahanan dan kedirgantaraan dengan mengoptimalkan skala ekonomis melalui pembelian massal dari tipe yang serupa.

“Dengan mengoperasikan aset serupa, akan ada penghematan yang lebih besar untuk suku cadang, logistik, dan pemeliharaan,” katanya.

News Strait Times

0 Shares

Tinggalkan komentar