Turki Serius Inginkan Pesawat Tempur Su-35

Su-35 Russia. (@ Russia MoD)

Ankara, Jakartagreater.com – Pembelian pesawat tempur Rusia Sukhoi Su-35 oleh Turki bisa menjadi keputusan sementara (interim decision) untuk republik, kata Wakil Menteri Turki untuk Industri Pertahanan Ismail Demir kepada saluran TV A Haber.

“Kami sedang dalam tahap awal pembicaraan kami dengan Rusia (mengenai pembelian pesawat tempur). Su-35 dapat menjadi keputusan sementara bagi kami. Kami perlu mengadakan pembicaraan ekstensif tentang berbagai topik,” ia menggarisbawahi, dirilis TASS, 4-10-2019.

Sebelumnya, eksekutif Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Militer-Teknis Dmitry Shugayev mengatakan bahwa Turki belum menghubungi Rusia untuk membeli pesawat tempur Su-57. Dia menunjukkan bahwa “konsultasi telah dimulai pada Su-35 dan pada Su-57 sebagai topik untuk (diskusi) di masa depan.”

Rumor bahwa Turki dapat mempertimbangkan pembelian Jet tempur Rusia semakin meningkat setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Moskow pada 27 Agustus 2019. Ketika ia dan Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri kedirgantaraan MAKS-2019, pemimpin Turki itu menyatakan minatnya pada pesawat tempur perusahaan Sukhoi.

Setelah itu, ia tidak mengesampingkan pembelian Su-35 dan Su-57 sebagai ganti F-35 AS, dengan mengatakan “mengapa tidak.” Pada 17 Juli 2019, sekretaris pers Gedung Putih mengumumkan dalam pernyataan tertulis bahwa keputusan Turki untuk membeli sistem Rudal S-400 Rusia menjadikan partisipasi lebih lanjut dalam Jet tempur F-35 generasi kelima AS menjadi mustahil.

Ankara berencana untuk membeli 100 Jet dan memproduksi beberapa peralatan dan suku cadang perakitan untuk pesawat. Pada November 2016, muncul laporan bahwa Rusia dan Turki sedang menegosiasikan kesepakatan pasokan sistem Rudal S-400.

Pada bulan September 2017, Moskow mengkonfirmasi bahwa kesepakatan telah ditandatangani, sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa Turki telah mentransfer pembayaran uang muka. Sistem Rudal pertama dikirim ke Turki pada Juli 2019 terlepas dari perlawanan sengit Washington.

Triumph S-400 Rusia (nama pelaporan NATO: SA-21 Growler) adalah sistem Rudal anti-pesawat jarak jauh terbaru yang mulai beroperasi pada tahun 2007. Rusia dirancang untuk menghancurkan Rudal pesawat, jelajah dan balistik, dan juga dapat digunakan terhadap instalasi darat.

Sharing

Tinggalkan komentar