Pangeran Saudi Minta Seoul Bantu Tingkatkan Pertahanan Udara Kerajaan

File:Aramco petro chemicals, jubail, Saudi Arabia, From Wikimedia Commons, the free media repositor.

Moskow, Jakartagreater.com   –  Pangeran Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman mengadakan pembicaraan telepon dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Rabu 18-9-2019, untuk membahas dampak dari serangan baru-baru ini terhadap fasilitas minyak Saudi Aramco dan meminta Seoul untuk bantuan dalam meningkatkan pertahanan udara kerajaan, Kantor berita Yonhap melaporkan, mengutip administrasi kepresidenan, dirilis Sputniknews.com pada Rabu 18-9-2019.

Menurut outlet itu, kedua pihak menekankan pentingnya respons global yang terpadu terhadap serangan baru-baru ini. “Serangan terhadap fasilitas minyak Saudi merupakan ancaman bagi keamanan tidak hanya di Korea Selatan tetapi juga di seluruh dunia, dan masyarakat internasional perlu menangani dengan tegas masalah ini,” kata Moon kepada sang pangeran.

Presiden mencatat bahwa kerajaan itu adalah pemasok minyak utama Korea Selatan, menyumbang 30 persen dari total impor minyaknya. Pangeran Saudi, pada gilirannya, meminta Korea Selatan untuk membantu meningkatkan pertahanan udara nasional, dengan keduanya sepakat untuk mengadakan konsultasi yang relevan, menurut laporan pemerintah.

Selama akhir pekan, Saudi Aramco harus menutup dua fasilitasnya setelah mereka dihantam oleh Drone dan kemudian terbakar. Insiden itu menyebabkan pengurangan produksi minyak sebesar 5,7 juta barel per hari – sekitar setengah dari produksi minyak harian Arab Saudi. Penutupan fasilitas minyak telah memicu lonjakan harga minyak di seluruh dunia.

Sementara Houthi Yaman telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, Amerika Serikat telah menyalahkan Iran. Teheran membantah tuduhan itu. Kementerian Pertahanan Saudi telah berjanji untuk menyajikan bukti dugaan keterlibatan Iran dalam serangan pada hari Rabu.

Sharing

Tinggalkan komentar