Akuisisi Kapal Perang Pesisir Filipina Terancam Batal

Kapal perang pesisir buatan Austal (foto : cuplikan video Austal)

Pinjaman senilai 30 miliar Peso dari Australia untuk pembangunan kapal-kapal patroli lepas pantai beresiko dibatalkan oleh Presiden Rodrigo Duterte, lansir ABS CBN.

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan, Presiden Rodrigo Duterte mengancam akan menangguhkan bantuan dari negara-negara yang mensponsori dan mendukung penyelidikan perang Filipina melawan narkoba.

Menteri Lorenzana mengatakan departemen pertahanan Filipina saat ini sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah Australia untuk membangun 6 kapal patroli lepas pantai untuk Angkatan Laut Filipina.

Kapal akan dibangun Austal pembuat kapal asal Australia di Cebu, Filipina, dan diharapkan akan menguntungkan banyak pekerja Filipina, kata Lorenzana.

Lorenzana akan mencari pengecualian jika Departemen Pertahanan Filipina mencapai kesepakatan dengan pemerintah Australia.

Menurutnya, jika Filipina memberikan pengerjaan kapal perang kepada Austal, nantinya akan mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja asal Filipina, “Saya pikir ini adalah kasus yang sangat baik (yang bisa dikecualikan) untuk memo presiden, “kata Lorenzana kepada sidang anggaran Senat.

Sedangkan Pemimpin Minoritas Senat Franklin Drilon, berharap Presiden untuk mempetimbangkan kemungkinan pembatalan kerjasama dengan pembuat kapal Australia ,“Ini akan menguntungkan angkatan bersenjata dan ekonomi pembuatan kapal. Semoga presiden akan mempertimbangkan kembali sejauh menyangkut Deprtemen Pertahanan Filipina, ”kata Drilon.

Australia adalah salah satu dari 18 negara yang memberikan suara mendukung resolusi PBB yang dipimpin Islandia yang meminta peninjauan kembali perang Filipina terhadap narkoba.

Istana Filipina menggambarkan resolusi itu sebagai “dirancang untuk mempermalukan” Filipina.

Kelompok-kelompok HAM mengklaim bahwa puluhan ribu orang tewas dalam perang narkoba pemerintah Filipina. Polisi, sementara itu mengatakan korban tewas di bawah 6.000.

Pemerintah telah berulang kali membantah terlibat dalam pembunuhan singkat, mengatakan tersangka narkoba yang terbunuh dalam operasi polisi karena menolak penangkapan.

Sharing

Satu pemikiran pada “Akuisisi Kapal Perang Pesisir Filipina Terancam Batal”

Tinggalkan komentar