Mengenang Pertempuran Lima Hari di Kota Semarang

Mengenang Pertempuran Lima Hari di Kota Semarang

Semarang, Jakartagreater.com – Prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Semarang, Lantamal V, Koarmada ll, mengikuti peringatan peristiwa Pertempuran Lima Hari yang digelar Pemerintah di Area Tugu Muda Kota Semarang, Jawa Tengah, 14-10-2019.

Pada saat itu, di Area Tugu Muda para pemuda Kota Semarang menghadang Bala Tentara Jepang yang tidak mau menyerahkan senjata pasca Proklamasi 17 Agustus 1945, maka terjadilah pertempuran sengit antara Pemuda Kota Semarang dengan Tentara Jepang yang berlangsung selama Lima hari.

Upacara ini digelar pada malam hari dengan Inspektur Upacara Walikota Semarang H. Hendrar Prihadi, S.E.,MM. Sedangkan Komandan upacara dipercayakan kepada Letkol Czi Hendro Edi Busono yang tugas kesehariannya sebagai Komandan Batalyon Zipur 4/TK.

Satu pleton Prajurit Lanal Semarang di bawah pimpinan Lettu Laut (PM) Heru Wicaksono terlibat sebagai peserta upacara peringatan pertempuran Lima hari di semarang, bersama sama dengan Pleton TNI Polri, Pleton SKPD Provinsi Jateng dan Kota Semarang, Pleton Ormas Kota Semarang, Pleton Mahasiswa dan Pelajar Kota Semarang.

Mengenang Pertempuran Lima Hari di Kota Semarang

Hadir dalam upacara Wakil Walikota Semaran, Para Kabalak Kodam IV Diponegoro, Dandim 0733 BS/Smg, Dandenpom IV/5 Semarang, Wakapolrestabes Semarang, Dandenpomal lanal semarang, Kajari Semarang, Ketua Pengadilan Negri Semarang, Ka Lapas Semarang, Danpenerbad Ahmad Yani Semarang, Danyon Yon R 400 BR, Danyon Arhanudse 15/BDY, Danyon Zipur 4 /TK Diponegoro, Dansatbrimob Polda Jateng, Setda Kota Semarang, serta Tamu undangan lainnya.

Pelaksanaan upacara diawali dengan Pembacaan Sejarah Pertempuran Lima hari di Semarang dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu-lagu perjuangan kemudian Mengheningkan Cipta dan pelaksanaan mengenang Detik-Detik Pertempuran 5 Hari Di Semarang.

Seluruh lampu penerangan dimatikan, hanya obor saja yang hidup, menyusul bunyi meriam dan suara tembakan dari dengan peluru hampa yang membawa suasana pada malam hari itu benar benar mencekam seperti terjadi peperangan yang sesungguhnya. Situasi tersebut hanya berlangsung lebih kurang Lima menit.

Dalam Amanatnya Walikota Semarang menjelaskan bahwa pada tanggal 14 Oktober 1945 adalah merupakan hari yang sangat bersejarah bagi warga Kota Semarang, dimana pada tanggal tersebut telah terjadi pertempuran Lima Hari di Semarang yang mana Monumen Tugu Muda Semarang adalah merupakan saksi sejarah kemerdekaan Kota Semarang pada saat itu pemuda dan pejuang Semarang berapi api melawan Jepang untuk mengusir penjajah dari Kota Semarang ini.

Dari beberapa tokoh Pejuang terdapat nama Dr. Kariyadi beliau adalah merupakan salah satu dokter yang berjuang dengan tulus ikhlas untuk warga Semarang, dalam hal ini berjuang membantu mengatasi korban korban Pertempuran Lima Hari di Kota Semarang.

Lebih lanjut Walikota Semarang bertekat akan meneruskan perjuangan para pahlawan dalam mengorbankan jiwa raga demi kemerdakaan. Untuk itu ini kami pemuda tegas Walikota Semarang sebagai pemuda Semarang akan membangun dan membawa Semarang menuju adil makmur seperti cita cita para pejuang pendiri Kota Semarang.

Usai pelaksanaan upacara seluruh peserta upacara dan para undangan di suguhi Drama Treatikal Pertempuran Lima Hari di Kota Semarang.

Pelaksanaan upacara tersebut juga menjadi perhatian dari Masyarakat Kita semarang yang juga memadati area Tugu Muda Kota Semarang guna menyaksikan jalannya upacara dan Drama Treatikal pertempuran Lima hari di Kota Semarang. (Penerangan Lantamal V).

Sharing

Tinggalkan komentar