REJEKI dan KEDAMAIAN HATI

Rejeki bukan berpihak kepada ketampanan atau kepandaian tapi berpihak pada KEPANTASAN mendapatkan rejeki baik.
Magnit rejeki itu mendekatkan diri kepada yang bisa ditariknya
Rejeki itu bukan hanya banyaknya,  Yang utama BAROKAHNYA

(Photo : Ilustrasi)

Mari kita renungkan….filsafat bolak balik
Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.
Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan
Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara
Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing
Orang kaya mampu beli ranjang enak,tapi tidak bisa tidur enak (karena Stress)
Orang miskin tidak mampu beli ranjang enak, tapi bisa tidur enak (karena capek jadi kuli…)
Orang kaya punya duit buat foya-foya, tetapi tidak punya waktu
Orang miskin punya waktu buat foya-foya, tapi tidak punya duit
Masih muda pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan
Sudah kaya tidak punya waktu buat nikmatin kekayaan
Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan
Sudah keburu tua tidak ada tenaga
Mau jalanin hidup seperti itu???

Jika Anda tidak bisa menjadi orang kaya, jadilah orang yang BAIK.
Jika kita berbuat baik, kebaikan pula yang akan kita terima kelak.
Yang penting bukan berapa lama kita hidup KAYA, ? tetapi bagaimana kita hidup Dengan kekayaanMu

Manusia lebih melihat HASILNYA sedangkan Tuhan lebih melihat PROSESNYA

KEDAMAIAN HATI bukanlah pilihan, melainkan KEPUTUSAN. Apakah kita ingin tetap merasa damai sejahtera meski keadaan ekonomi KURANG baik, , atau menunggu kaya baru merasa damai sejahtera?
Tetap bersuka cita walaupun persoalan hidup datang silih berganti.
itu semua adalah KEPUTUSAN.

(photo : Ilustrasi)

Kita tutup dengan Doa :
Tuhan, maafkanlah kami jika terkadang kami lebih takut tidak punya uang daripada takut mengecewakanMu.
Buka tabir hati ini yang kadang menutupi hak kami atas Engkau meng kayakan diri kami
Kadang kami Lupa bahwa Engkau Maha kaya..
Kami siap yaa Rob tuk di kayakan HATI dan materi..amien

Biasanya, orang lebih cepat mengatakan ‘Amin untuk doa yang langsung meminta uang,

daripada untuk Doa yang meminta pekerjaan yang BAIK

(By : Satrio Suroboyo)

Sharing

Tinggalkan komentar