Tim Jihandak Marinir Ledakkan Bom Peninggalan Belanda

Jayapura, Jakartagreater.com – Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Marinir dari Batalyon Zeni 2 Mar yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) pengamanan objek vital Papua tahun 2019, berhasil mengamankan Bom peninggalan perang dunia ke-2 beberapa waktu lalu di Jayapura, Papua.

Pada saat melaksanakan pengamanan objek vital di Lantamal X Jayapura Dantim Jihandak Peltu Marinir Solehudin mendapat laporan dari masyarakat bahwa pada saat menggali tanah sebagai pondasi rumah di sekitar Disnas Perbekalan Lantamal X Jayapura menemukan benda yang mencurigakan menyerupai bom atau mortir.

Mendapat laporan tersebut Dantim Jihandak beserta 9 personil anggotanya bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan sterilisasi dan evakuasi benda yang diperkirakan bom pesawat sisa peninggalan perang dunia ke-2.

blank

Setelah dilaksanakan deteksi dan identifikasi oleh Tim Jihandak Yonzeni 2 Mar, Dantim Jihandak mengatakan bahwa benar benda tersebut adalah sebuah bom pesawat sisa peninggalan perang dunia ke-2 berdiameter 20 cm panjang 107 cm dan berat 50 kg dengan kondisi sudah berkarat.

blank

Dari permintaan masyarakat sekitar, meminta agar Tim Jihandak dari Yonzeni 2 Marinir melakukan penyisiran lebih lanjut guna mengamankan daerah yang mereka tempati dari sisa sisa Bom peningalan perang dunia ke-2.

blank

Selanjutnya Tim Jihandak yang dipimpin Peltu Marinir Solehudin kembali menyisir di sekitar lokasi tempat diketemukanya bom, setelah beberapa saat penyisiran ditemukan bom pesawat sisa peningalan perang dunia ke-2 berjumlah 7 butir dengan berbagai jenis dan ukuran yang berbeda.

blank

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bom pesawat sisa peningalan perang dunia ke-2 berjumlah 7 butir tersebut dievakuasi ke tempat yang aman untuk di disposal (Dihancurkan) oleh Tim Jihandak Marinir agar tidak membahayakan masyarakat sekitar.

blank

Dari keterangan masyarakat sekitar sangat berterimakasih adanya tim Jihandak Marinir yang telah mengamankan bom sisa peningalan PD ke-2, karena kalau tidak diamankan dapat membahayakan masyarakat sekitar karena dapat meledak sewaktu-waktu, sehinga dapat melukai masyarakat dan bisa menimbulkan korban jiwa. (Dispen Kormar).

Sharing

Tinggalkan komentar