Rusia Tawarkan MiG-35 ke Negara-Negara Afrika

Jet tempur Next-Gen MiG-35 memulai uji terbang © United Aircraft Corp.

Pabrikan MiG Rusia dikabarkan berencana ingin memasarkan pesawat tempur generasi 4+ MiG-35 ke negara-negara Afrika. Selama pelaksanaan KTT Rusia-Afrika yang berlangsung di Sochi, pabrikan MiG pada hari Selasa memamerkan versi ekspor jet tempur MiG-35, lansir Military.com.

“Sejarah kerja sama teknis militer MiG Corporation dengan negara-negara Afrika telah berlangsung sekitar 50 tahun,” kata Ilya Tarasenko, direktur jenderal MiG.

“Selama tahun-tahun ini, lebih dari 2.000 pesawat MiG generasi kedua, ketiga dan keempat dipasok ke angkatan udara negara-negara di wilayah ini. Semua pesawat berpengalaman tempur selama konflik militer di wilayah Afrika,” kata Tarasenko.

Sebagai contoh, negara-negara seperti Aljazair mengoperasikan MiG-29, jet tempur multi-role yang lebih baru, sementara lebih dari selusin negara termasuk Angola dan Libya mengoperasikan pesawat pencegat supersonik MiG-21 yang telah menua.

MiG-35 telah dikembangkan selama lebih dari satu dekade, dengan penerbangan demonstrasi pertama di Aero India Air Show di Bangalore pada 2007. Debut publiknya diadakan pada Januari 2017 di pabrik produksi MiG di Lukhovitsy.

MiG-35 dirancang untuk menggantikan MiG-29 yang mulai beroperasi pada 1980-an, dan menurut juru bicara pabrikan, Anastasia Kravchenko, dengan usianya yang sudah 80 tahun, MiG memiliki banyak pengalaman desain.

Menurut Anastasia, MiG sepenuhnya yakin dengan produk barunya dimana MiG-35 akan menggunakan sebagian teknologi generasi kelima. Diantaranya adalah jaringan kerjasama jet tempur Mig-35 dengan pesawat tanpa awak. “ini adalah masa depan,” katanya melalui penerjemah. “Kami sudah mulai menggunakan teknologi ini, bahkan pada pesawat MiG-35.”

MiG-35 bisa menjadi seperti pos komando dan mengendalikan pesawat lain, dimana itu adalah salah satu elemen kunci pesawat tempur di masa depan.

Menurut pabrikan MiG, versi MiG-35 yang dapat diekspor akan sedikit berbeda pada “bentuk badan pesawat yang berubah” dan termasuk sistem radar yang diperbarui, termasuk dengan radar AESA, yang mampu mengunci dan melacak hingga 30 target udara secara bersamaan.

MiG-35 juga dirancang dengan arsitektur terbuka dan modular untuk manajemen pertempuran dan comman and control.

Sistem radar modular dan perangkat lunak arsitektur terbuka akan memungkinkan pelanggan “untuk menggunakan semua senjata yang ada” serta mengintegrasikan “senjata udara di masa depan” ke dalam pesawat, kata juru bicara MiG.

2 pemikiran pada “Rusia Tawarkan MiG-35 ke Negara-Negara Afrika”

Tinggalkan komentar