Penjualan 36 Jet Tempur Su-35 ke Turki Mendekati Kesepakatan

Sukhoi Su-35S Angkatan Udara Rusia. © Dmitry Terekhov (CC BY-SA 2.0) via Wikimedia Commons

Jakartagreater.com – Turki hampir mencapai kesepakatan dengan Moskow mengenai pembelian Jet tempur Su-35 dan juga co-manufaktur beberapa komponen Jet buatan Rusia, sumber Turki mengatakan Jumat, 25-10-2019, dirilis Dailysabah.com.

Pejabat Turki dan Rusia sedang mendiskusikan perincian penjualan total 36 Jet tempur Su-35 ke Turki, 2 bulan setelah kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdogan ke pertunjukan penerbangan International Aviation and Space Salon (MAKS) di luar Moskow.

Sumber menambahkan bahwa para pejabat juga membahas kemungkinan keterlibatan Turki dalam produksi beberapa komponen Jet tempur, termasuk senjata presisi dan amunisinya.

Pada kunjungan ke MAKS-2019 pada 27 Agustus 2019, Erdogan diperlihatkan generasi terbaru pesawat siluman Rusia, Jet tempur Su-57, Jet tempur Su-35, Helikopter militer Ka-52 dan Helikopter angkut Mi-38.

Segera setelah kunjungan Erdogan, Sergei Chemezov, kepala pabrik milik negara Rusia, Rostec, mengatakan mereka akan bersedia menjual pesawat superioritas udara Rusia ke Turki jika Ankara “menyatakan keinginannya.”

Turki telah berselisih dengan Amerika Serikat mengenai kesepakatannya dengan Rusia untuk sistem Rudal S-400. AS menangguhkan Turki dari program tempur siluman F-35 sebagai reaksi atas pembelian Ankara. Washington berpendapat bahwa S-400 tidak kompatibel dengan sistem NATO dan mengekspos F-35 terhadap kemungkinan akal-akalan Rusia.

Turki, bagaimanapun, menekankan S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi dan menolak untuk mundur dari kesepakatan.

Sharing

11 pemikiran pada “Penjualan 36 Jet Tempur Su-35 ke Turki Mendekati Kesepakatan”

    • Jangan meremehkan sejarah kita kawan, cuma China, India dan Roma saja yang sejarah besarnya lebih tua diatas kita menurut panduan sejarah yang diakui secara luas.

      Kerajaan Ottoman itu lebih muda daripada Srivijaya dan Majapahit. Artinya, kita punya sejarah yang jauh lebih tua, yang berarti sebelum Turki punya sejarah gemilang, kita sudah mendahului mereka.

      Dan kalau mereka punya wilayah yang luas, itu karena mereka berada di benua, bukan kepulauan seperti Majapahit, tapi dunia tahu, kerejaan mana pemilik armada kapal laut yang terbesar (dengan bentangan panjang >350 meter) dan jumlah kapal terbanyak di dalam sejarah, bahkan Dinasti Beng pun mengakui bahwa armada Cheng Ho itu belum ada sepersepuluh jumlah kapal yang dikerahkan raja Airlangga ketika titian muhibah ke kerajaan Champa dan Khmer

Tinggalkan komentar