AS Pertimbangkan Tempatkan Tank di Suriah Jaga Ladang Minyak

M1A2 Abrams. (U.S. Army photo by Sgt. Nathan Franco, Operations Group, National Training Center)

Jakartagreater.com – Departemen Pertahanan AS menyusun rencana untuk mengirim ratusan tentara dan satu Batalyn tank untuk menjaga ladang minyak di Suriah Timur, dan sedang menunggu persetujuan presiden,” lapor Fox News, mengutip pejabat senior Pentagon yang tidak disebutkan namanya, dirilis Sputniknews.com, pada Kamis 24-10-2019.

Rencana tersebut dilaporkan melibatkan membawa setengah dari Batalyon lapis baja Angkatan Darat yang dapat mencakup hingga 30 tank Abrams. Ladang minyak yang dimaksud saat ini berada di bawah kendali Pasukan Demokratik Kurdi Suriah (SDF), menurut sebuah laporan oleh Newsweek. Menurut pejabat itu, Kurdi akan “terus terlibat” dalam mengamankan zona ekstraksi minyak.

Pada hari Senin 21-10-2019, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan bahwa pasukan AS di Suriah yang ditempatkan di dekat ladang minyak “tidak dalam tahap penarikan saat ini.”

“Penarikan ini  (pasukan AS) akan memakan waktu berminggu-minggu, bukan berhari-hari. Sampai saat itu, pasukan kita akan tetap di kota-kota yang terletak di dekat ladang minyak. Tujuan pasukan itu, bekerja dengan SDF , adalah untuk mencegah akses Daesh ke ladang-ladang minyak itu, “katanya.

Pada hari Kamis 24-10-2019, Presiden AS Trump juga mengatakan dalam tweet bahwa AS akan “TIDAK PERNAH membiarkan (Daesh) memiliki ladang-ladang itu!” Namun, pejabat itu mengatakan kepada Newsweek bahwa penyebaran tank yang diusulkan memiliki misi gabungan untuk menjaga Daesh, serta pemerintah Suriah, Iran dan milisi sekutu mereka, jauh dari ladang minyak.

Menurut laporan Fox News yang diterbitkan Kamis, pasukan yang diusulkan akan dipindahkan ke Suriah dari unit lain yang sudah dikerahkan di Timur Tengah.

Pada Rabu 23-10-2019, utusan khusus presiden untuk Suriah, James Jeffrey, mengatakan kepada Senat bahwa, terlepas dari klaim tweet Trump, rencana untuk mengamankan ladang minyak belum selesai, sebuah laporan Fox mengatakan. Dia juga mengakui bahwa AS tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan minyak setelah diamankan.

“Apa yang akan kita lakukan dengan ladang minyak ini? Itu pertanyaan yang sangat bagus dan benar-benar bekerja keras untuk itu. Kami tidak memiliki jawaban untuk itu saat ini, “kata Jeffrey, menurut Fox.

Pada 13 Oktober 2019, Esper mengumumkan di tengah invasi militer ‘Operation Peace Spring’  Turki, pihak AS akan menarik semua 1.000 orang yang bertugas dari Suriah. Awal pekan ini, Trump mengatakan dia sedang mempertimbangkan kemungkinan “menjaga” minyak Suriah, menambahkan bahwa bisnis Amerika dapat dipekerjakan untuk melakukan itu.

Operation Peace Spring dihentikan setelah kesepakatan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Sharing

5 pemikiran pada “AS Pertimbangkan Tempatkan Tank di Suriah Jaga Ladang Minyak”

  1. “Apa yang akan kita lakukan dengan ladang minyak ini?
    —————————————————————
    Yg jelas dialirkan utk suplai pasokan minyak dalam negeri AS. Wong Daeshnya sdh mebuka topengnya sendiri. Kenapa hrs melibatkan diri menjaga ladang minyak negara org. Wong sdh ada Rusia yg resmi diminta bantuannya oleh pemerintah Suriah.
    Terbukti skrng kelihatan siaddpa yg berperan seolah menjadi Daesh…..xicixocixicixi

Tinggalkan komentar