Kajian Guidance System dan Seeker Untuk Missile Tahap I-III Kemhan

dok. Uji Dinamis Roket R-Han 450. (@ndhi_bumn)

Jakarta, Jakartagreater.com-  Puslitbang Alpalhan Balitbang Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyelenggarakan seminar Litbang Guidance System dan Seeker untuk Missile Tahap I-III di Balitbang Kemhan, Pondok Labu, Jakarta.

Seminar dihadiri oleh Kapuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Brigjen TNI Rosidin, M.Si (Han), M.Sc., sekaligus membuka seminar mewakili Kabalitbang Kemhan, Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan Laksma TNI Arif Harnanto, S.T., M.Eng., para pejabat di lingkungan Balitbang Kemhan dan undangan.

Sebagai narasumber adalah Bapak Rianto Adhy Sasongko, Ph.D dan Bapak Oni Arifianto, Ph.D dari PT. LAPI ITB, Peneliti Pertama Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Heriana, S.T., M.T., dan sebagai moderator Peneliti Madya Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Kal Agus Wahyudi, S.E., M.M.

Kabalitbang Kemhan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kapuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan mengatakan, seminar ini dilaksanakan pada hakekatnya untuk mendapatkan saran masukan, sehingga penguasaan pembuatan dan pengembangan teknologi Guidance System dan Seeker mendapatkan hasil yang optimal, dirilis situs Kemhan RI, 30-10-2019.

Litbang ini merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi ketergantungan ketersediaan alutsista dari pengadaan luar negeri. Selain itu seminar ini bagian dari upaya memberdayakan industri dalam negeri agar berpartisipasi untuk memproduksi Alutsista serta memenuhi kebutuhan Guidance System dan Seeker untuk satuan TNI.

Mengakhiri sambutannya, Kabalitbang Kemhan mengucapkan terima kasih dan penghargaan sedalam-dalamnya kepada pembicara, moderator dan undangan yang telah meluangkan waktunya demi kepentingan bangsa dan negara.

Kepada seluruh pendukung dan panitia pelaksana seminar ini, kami ucapkan terima kasih atas perhatian, bantuan dan kerjasamanya hingga sampai pada tingkat pelaksanaan seminar hari ini.

Sharing

6 pemikiran pada “Kajian Guidance System dan Seeker Untuk Missile Tahap I-III Kemhan”

  1. Jaman sekolah dulu yg namanya seminar tu dikasih soal trus kerjakan di papan tulis didepan kelas sampai selesai habis tu diadu argumen dgn teman2 sekelas, paling enak kalau ndak boleh open book sama gurunya kalau ketemu guru killer boleh open book tapi soalnya sulit minta ampun alamat yang bantai gurunya bukan teman sekelas…kalau seminarnya guidence system rudal yang bantai warjager…..ampun deh, mungkin sepertinya lambat sangat perkembangan penguasaan rudal di negeri ini apalagi ndak ada negara lain yang mau bantu, atau kita yang ndak mau cari bantuan yak

Tinggalkan komentar