TNI AU Akan Diperkuat F-16 Viper dan Su-35

Desain F-16 Viper TNI AU (@: Lockheed Martin)

Pekanbaru, Jakartagreater.com  –  Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyatakan wilayah udara Ibu Pertiwi akan diperkuat dengan pesawat baru super canggih dari Lockheed Martin, F-16 Block 72 Viper yang rencananya akan didatangkan bertahap pada rencana strategis 2020 hingga 2024.

“Insya Allah kita akan beli 2 Skadron di Renstra berikutnya 2020 sampai 2024. Kita akan beli tipe terbaru Block 72 Viper,” ujar Marsekal TNI Yuyu Sutisna di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Senin, dirilis Antara, 29-10-2019.

KSAU menambahkan hingga saat ini, Indonesia masih mengandalkan pesawat F-16 yang merupakan pesawat tempur favorit di dunia. Marsekal TNI Yuyu mengakui saat ini terdapat 33 unit F-16 Fighting Falcon yang masih menjadi salah satu senjata utama Angkatan Udara.

Pesawat tempur itu menyebar di 2 Skadron yakni Skadron udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru serta Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Jawa Timur. Ke depan, KSAU mengemukakan Indonesia masih akan mengandalkan F-16 sebagai penjaga birunya langit Indonesia, yakni dengan mendatangkan jenis terbaru Block 72 Viper.

“Mudah-mudahan 1 Januari 2020 diproses sehingga bisa menambah kekuatan kita. Kalau kita memiliki itu berarti kita termasuk memiliki F-16 tercanggih,” ujarnya.

Menjadikan F-16 sebagai pesawat tempur andalan bukan tanpa alasan. Marsekal TNI Yuyu mengungkapkan jika populasi pesawat jenis F-16 itu mencapai 3.000 unit lebih dan digunakan oleh banyak negara di dunia. Selain itu, sejumlah operasi militer juga berhasil dilakukan dengan menggunakan pesawat asal negeri Paman Sam tersebut.

“Banyaknya yang menggunakan dan banyaknya populasi tentunya keandalan pesawat ini sangat baik,” ujarnya.

Su-35 Russia. (@ Russia MoD)

Pesawat Tempur Su-35

Selain mengandalkan F-16 dan rencana mendatangkan jenis Block 72 Viper, Yuyu juga menekankan bahwa TNI AU turut akan mendatangkan pesawat jenis Sukhoi 35 dari Rusia. “Selain itu, juga kita akan ditemani pesawat dari Timur, Sukhoi 35 juga sedang proses,” ujarnya.

F-16 Block 72 Viper adalah versi terbaru dari seri pesawat tempur F-16 dan merupakan versi paling mutakhir yang pernah diproduksi Lockheed Martin. F-16 Fighting Falcon merupakan salah satu pesawat tempur yang paling laris dan battle proven di dunia.

Indonesia bisa dibilang menjadi operator awal F-16 Fighting Falcon ini di ASEAN, melalui program pengadaan dengan sandi Peace Bima Sena I pada dasawarsa ’90-an. Lompatan teknologi pertahanan udara dilaksanakan Indonesia saat itu secara baik dan mulus.

Sharing

44 pemikiran pada “TNI AU Akan Diperkuat F-16 Viper dan Su-35”

    • Kan bisa ditebak arah nya seperti itu..
      F16 V ini akan di down grade …tapi harga nya tetap dimahalkan supaya Kedua sekutu lokal nya USA ini tidak resah ..
      Beli sukhoi 27/30/35 ….Maka Indonesia akan di embargo dan dihukum USA ..
      Dipaksa beli F16 V … pasti harga nya dimahalkan dan di down grade …itu pasti ..Maka nya … jangan suka hutang dan KKN ..

          • ya udah lapor kasih masukan dong ke KSAU jgn beli Viper nya..cuma bisa apriori doang mah percuma seumur hidup lu kalau indo beli alutsista ke US jawaban lu cuma gitu doang bakalan Down Grade harus pake syarat politis macam2 lah..wong masih renstra bisa jadi bisa gak…belom apa2 udah apriori dulu..budgetnya brp baru beli, kalau udah datang liat sesuai spek apa gak belinya..tapi ah sudahlah yang ada di otak anda cuma itu aja saya bisa apa..

  1. Dapet susu 35 +f16v = fulus ludes makanya jangan kebanyakan utang ama mamarika telus emangnya mamarika akan diem dagangan ama uang monopolinya kagak dibeli aman dibalikin untung mamarika kagak bikin pangkalan bisa bisa separoh piring indo hak mamarika

  2. Beli 2 skuadron berarti punya duit dong? kalo punya kenapa semua 2 skuadron dibelikan F-16 Viper. Kenapa tidak dikombinasikan dengan F-15X masing2 1 skuadron. Setidaknya masih bisa menekan singapura dan australia agar tidak macam2 juga disamping pembelian 11 unit SU-35 yang diharapkan bisa full 1 skuadron kedepannya. Pasti bisa Indonesia menekan amerika untuk memberikan F-15X ke Indonesia. Kalo enggak mau ya udah ambil aja 1 skuadron F 16 Viper dan 1 skuadron lagi Gripen E/F dengan skema ToT. Beres kan? Ini hanya masalah bermain taktik dan strategi aja, karena fokus Indonesia ada di 2 spot yaitu LCS dan Austrlia. Kalo Ausie hadapi dengan SU-35 sukur2 nanti bisa mendatangkan juga MIG-35. Sedangkan dengan cina berhadapan dengan F-16 Viper dan F-15X. Kalo dengan Singapura macem2 hujanin aja sama R-Han. Makanya segera kembangkan R-Han 122C dengan jarak Jangkau 40km dan R-Han 200A dengan jarak jangkau 60km DAN R-HAN 200B dengan jarak jangkau 80 km. Itu semua kalo memang duitnya ada

  3. Kalau Viper masih mendingan, kalau di ajak duel di udara dengan F18 dan F15, masih jadi lawan seimbang…. di badingkan seri yg lama….bolehlah….namun SU35 ini, multi peran, kudu punya….moga2 ajah pak menhan suka2….

  4. Pemula ndan,
    Sebetulnya penasaran analisa strategisnya apa shg milih viper, tentu dgn membandingkan sama punya tetangga. Dikawasan paling nggak ada rafale, su35, f35 lalu knp kita milih viper buat melengkapi su? Kenapa tidak produk lain yg jg dr negara anggota nato?
    Kalo ada yg punya penjelasan saya ucapin makasih.
    Saya sendiri berharap pertimbangan strategis lbh mengedepan drpd aspek politiknya.

    • Petimbangannya adalah win win solution, kita belum mampu dalam segala hal tuk membangkang us seperti yg dilakukan turki’ rencana armada pespur kita kan menggunakan 2 tipe yaitu single engine dan duble engine’ duble engine kita sudah rintis dan tetepkan dr keluarga flanker dan single engine yg masih ngambang kemaren, rencana awalnya pemilihan jenis engine adalah berasal dr pabrikan yg mau memberi Tot’ dr sini jelas gripen adalah pilihan yg bener2 menggoda hati tp us sudah membaca persaingan ketat produk2 pespur global sehingga mengeluarkan kebijakan sanksi catssa untuk mereka yg membeli produk rusia karena potensi persaingan terberat yg bisa merusak pemasaran f35 dan f16v adalah produk pespur rusia karena kwalitasnya yg mumpuni dan harga yg terjangkau, indonesia yg terlanjur sudah merintis pespur duble dan meneken kontrak pengadaan 11 unit su35 otomatis terjebak dalam kebijakan sanksi catssa us, oleh alasan inilah pengiriman su35 terus molor sebab pemerintah sadar kita belum bener2 mampu menghadapi sanksi catssa dr us, loby2 terus dilakukan dan solusinya adalah indonesia wajib harus membeli f16v, pengiriman su35 hanya boleh dilakukan setelah kontrak f16v diteken, jd kesimpulannya pemilihan f16v ini lebih kepada strategi win win solution’ tp us tetep memberi Tot meski seperti peningkatan kemampuan f16 indonesia yg dilakukan theknisi indonesia dengan panduan supervisi lockheed martin, tp menurutku ini Tot dari pada aja tuk memuluskan sesuai undang2 kita yg berlaku, bila tidak terjebak sanksi catssa aku yakin pemerintah lebih memilih gripen E karena lebih mengutamakan strategi mengejar ilmu teknologi.

Tinggalkan komentar