Turki Mungkin Akan Kombinasikan Su-35 dengan S-400

Su-35S (foto : Russian Air Force)

JakartaGreater.com – Turki hampir mendekati pembelian 36 jet tempur Su-35 Rusia setelah pembelian sistem pertahanan udara S-400, rilis surat kabar Turki pro-pemerintah Daily Sabah pada Jumat lalu yang mengutip dari sumber-sumber pemerintah.

Ankara mungkin memerlukan pesawat tempur untuk melayani peran sebagai cooperative engagement capability (CEC) yang melibatkan rudal pertahanan udara jarak jauh S-400, dimana Su-35 akan berfungsi sebagai radar udara untuk memandu rudal S-400 yang mencegat pesawat atau rudal musuh, kata sumber Rusia kepada defenseworld.net.

Sebaliknya, data dari radar S-400 di darat dapat disambungkan dengan Su-35 agar dapat terlibat dalam peran superioritas udara, kata sumber industri Rusia kepada defenseworld.net. “Keuntungan terbesar S-400 adalah kemampuannya untuk menjalin jaringan dengan sistem ofensif dan defensif lainnya seperti jet tempur dan sistem pertahanan udara jarak dekat Pantsir untuk membentuk sistem pertahanan yang ‘tidak dapat ditembus’, katanya.

Jika ini benar, maka Turki mungkin perlu membeli Su-35 atau pesawat tempur Rusia serupa lainnya yang secara efektif dapat terhubung dengan S-400 untuk membentuk sistem pertahanan berlapis-lapis. Bahkan jika Washington membekukan kesepakatan F-35 dan mengizinkan Ankara untuk melanjutkan pembelian pesawat-pesawat Amerika, Turki masih membutuhkan pesawat tempur buatan Rusia untuk melayani bersama dengan sistem pertahanan udara S-400.

Sementara Rusia memiliki pesawat peringatan dini khusus, A-50M yang diklaim mendeteksi pesawat yang masuk sejauh 800 km, kemampuan pesawat tersebut untuk membentuk jaringan dengan S-400 tidak diketahui.

Su-35 adalah salah satu pesawat tempur paling modern di gudang senjata Rusia, suite avionik Su-35 mencakup tautan pertukaran data yang dapat digunakannya untuk meneruskan dan menerima data dari pesawat lain dan radar darat. Radarnya dapat mendeteksi target udara dengan RCS 3 meter persegi pada jarak 350 km.

Menurut agen ekspor senjata Rusia, Rosoboronexport, Su-35 dapat melakukan misi patroli jarak jauh, sebuah penegasan perannya sebagai pesawat superioritas udara.

Menurut harian Turki yang mengutip dari sumber, ” Para pejabat juga membahas kemungkinan keterlibatan Turki dalam produksi beberapa komponen jet tempur, termasuk senjata presisi dan amunisinya.”

Pesawat jet tempur Su-35 dan Su-57 Rusia sebelumnya dipamerkan kepada Presiden Turki Erdogan di acara aerospace MAKS-2019 di Rusia pada bulan Agustus. Setelah kunjungan tersebut, telah ada beberapa kontak antara kedua belah pihak di mana kemungkinan pembelian Su-35 dibahas, kata sumber itu.

Sharing

Tinggalkan komentar