Rusia Akan Terima Produksi Massal Pertama Su-57 Akhir Tahun Ini

JakartaGreater.com – Angkatan Udara Rusia diperkirakan akan menerima pesawat tempur Su-57 pertama dari serial produksi massal pada akhir tahun ini, kata Wakil Menteri Pertahanan, Alexei Krivoruchko kepada wartawan saat mengunjungi pabrik pesawat United Aircraft Corporation (UAC) Komsomolk on-Amur di Timur Jauh Rusia minggu ini, lansir The Diplomat.

Su-57 yang mendapat kode penamaan baru “Felon” oleh NATO, hampir siap untuk diserahkan kepada angkatan udara, kata wakil menteri pertahanan seperti dikutip oleh RIA Novosti pada 8 November.

Menurut kantor berita TASS, menteri pertahanan mengatakan dalam kunjungan yang sama bahwa pesawat itu “sebenarnya siap untuk dikirim ke pasukan udara.”

Awalnya Angkatan Udara diharapkan akan menerima pengiriman dua Su-57 pada 2019 dan dua lagi pada 2020.

Pada bulan Juni, Krivoruchko mengumumkan bahwa UAC siap untuk memproduksi secara massal jet tempur Su-57 dengan produksi berskala penuh yang akan dimulai pada tahun 2020. Bulan berikutnya pemerintah Rusia mengumumkan bahwa produksi Su-57 secara resmi telah dimulai, tanpa menyatakan detailnya. Salah satu alasan keterlambatan produksi massal Su-57 menurut The Diplomat adalah masalah teknis seputar mesin Saturn izdeliye 30.

Mesin baru ini memiliki peningkatan daya dorong dan efisiensi bahan bakar dan dilaporkan dilengkapi dengan nozel vektoring 3D. Semua dari 10 prototipe Su-57 telah dilengkapi dengan turunan dari mesin Saturnus AL-41F1S buatan Rusia, AL-41F1, mesin pesawat yang lebih tua juga dipasang pada Sukhoi Su-35S.

Su-57 tidak memiliki fitur desain low observable dan terus mengalami kesulitan pengembangan pada sistem sensor suite pada pesawat. Su-57 dilaporkan juga tidak dapat membawa beberapa sistem persenjataan udara yang paling canggih, termasuk rudal BrahMos-A dan KH-35UE di ruang senjata internalnya karena dapat mengurangi fitur stealthnya.

Pada Mei 2019, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa angkatan udara Rusia akan menerima 76 unit Su-57 pada tahun 2028. Sebuah kontrak untuk efek ini ditandatangani pada bulan Juli.

Sebelumnya pada tahun 2018 Kementerian Pertahanan Rusia telah mengumumkan tidak akan memproduksi Su-57 secara massal. Namun karena adanya pengurangan biaya produksi per unit Su-57 dan peralatan terkait, yang konon turun sekitar 20 persen, Kementerian Pertahanan akhirnya membalikkan keadaan dan akan memproduksinya secara serial.

Su-57 mengangkasa untuk pertama kalinya pada tahun 2010. Angkatan Udara Rusia saat ini sedang menguji 10 prototipe Su-57, empat di antaranya dilaporkan melakukan misi tempur di Suriah.

India mundur pada 2018 dari pengembangan bersama produksi Su-57, yang dikenal di India sebagai Perspektif Multi-role Fighter (PMF)

Sharing

4 pemikiran pada “Rusia Akan Terima Produksi Massal Pertama Su-57 Akhir Tahun Ini”

  1. Ok perbanyak & penamaan utk su 57 trsebut ada 2 pilihan yaitu badai titanis krna sesuai dgn sejarah teknologi siluman & yg kedua penamaannya badai buteo, tpi diputuskn penamaan utk su 57 adalah badai buteo
    :mrgreen:

Tinggalkan komentar