Turki Kejar Transfer of Technology di Batch Kedua S-400

Ankara, Jakartagreater.com – Pasokan kedua (batch) Batalion sistem Rudal pertahanan udara S-400 Rusia ke Turki diharapkan diikuti oleh produksi bersama dan transfer teknologi, sebuah kontrak tentang hal ini akan ditandatangani pada April 2020, ujar sebuah sumber di industri pertahanan Turki, Jumat 13-12-2019, dirilis Sputniknews.com.

“Perjanjian dengan Rusia untuk pembelian S-400 mencakup 2 Batalion. Yang pertama sudah dikirimkan. Sekarang pelatihan sedang berlangsung, dan pada bulan April 2020, sistem S-400 akan sepenuhnya dipasang.

Perjanjian ini tidak mempertimbangkan produksi bersama dan transfer teknologi untuk Batalion ini; sistem datang ke Turki sepenuhnya diproduksi di Rusia, “kata sumber itu. Menurut dia, negosiasi yang sedang berlangsung mengenai produksi bersama menyangkut Batalyon kedua S-400.

“Kontrak pasokannya sudah ditandatangani, pembicaraannya bukan soal pembelian, tapi produksi bersama dan alih teknologi. Pembicaraan telah berlangsung lama, para pihak tidak bisa tidak setuju. Tidak ada yang bisa menyebutkan tanggal pasti penandatanganan perjanjian produksi bersama, tetapi ini harus terjadi sebelum April tahun depan, “kata sumber itu.

Ini terjadi di tengah konfrontasi yang sedang berlangsung antara Turki dan AS mengenai sistem S-400 yang dibeli Ankara dari Rusia awal tahun ini.

Sebagai bagian dari langkah-langkah terbaru yang diambil oleh AS untuk menekan Turki untuk membatalkan rencananya tentang S-400, Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS menyetujui tindakan yang menetapkan sanksi terhadap Ankara atas pembelian sistem pertahanan udara Rusia.

Turki mengatakan bahwa pihaknya dapat memaksa AS untuk meninggalkan pangkalan udara Incirlik kecuali jika Washington membatalkan rencana sanksi.

Sharing

Satu pemikiran pada “Turki Kejar Transfer of Technology di Batch Kedua S-400”

Tinggalkan komentar