Filipina Punya Anggaran untuk Akuisisi Rudal BrahMos

Jakartagreater.com – Manila – Sekretaris Departemen Pertahanan Nasional (DND) Delfin Lorenzana mengatakan Filipina dapat mendukung akuisisi rudal jelajah supersonik BrahMos, yang sedang menjadi perhatian Angkatan Darat Filipina (PA) untuk misi pertahanan pantai.

“Ada uang untuk program modernisasi kami,” kata Delfin Lorenzana ketika ditanya apakah Filipina dapat mendukung atau menyediakan dana untuk pembelian rudal yang dikembangkan bersama oleh Rusia dan India, lansir PNA.

Akuisisi sistem rudal darat Horizon 2 di bawah Revised Armed Forces dari Modernisasi Program Filipina yang dijadwalkan untuk 2018-2022 dan ditujukan untuk pembelian peralatan diarahkan untuk pertahanan eksternal dengan anggaran sebesar PHP300 miliar.

Lorenzana mengatakan BrahMos saat ini sedang dievaluasi oleh Angkatan Darat Filipina. “Militer sedang melihatnya,” tambahnya.

Angkatan Darat Filipina pada bulan Oktober mengaktifkan sistem baterai rudal darat pertama yang berada di bawah pengawasan Resimen Artileri Angkatan Darat. Unit saat ini bekerja pada program pelatihan sebelum memperoleh peralatannya di masa depan.

Pada bulan yang sama, para pejabat tinggi Angkatan Darat mengunjungi fregat berpeluru kendali Shivalik class, INS Sahyadri (F-49), untuk mempelajari lebih lanjut tentang kemampuan rudalnya yang mencakup rudal jelajah “BrahMos” yang dapat diluncurkan dari kapal perang , pesawat terbang, kapal selam atau darat dan memiliki kecepatan maksimal Mach 3 dan mampu membawa hulu ledak seberat 200 hingga 300 kilogram.

“Tentara Filipina tertarik mengakuisisi jenis rudal ini karena akan memperkuat operasi pertahanan pantai kami,” kata juru bicara Angkatan Darat Letnan Kolonel Ramon Zagala.

Sharing

3 pemikiran pada “Filipina Punya Anggaran untuk Akuisisi Rudal BrahMos”

  1. kalau milik TNI AL namanya Yakhont, dan ori produk dari Rusia, misal harga Brahmos tidak semahal Yakhont menarik juga utk diakuisisi ni rudal disandingkan dgn Nassams utk yg darat dan juga utk kapal2 tempur kita masalahnya kita ndak enak dgn Rusia utk pengadaannya dan juga ndak enak dengan kementrian lain yg juga butuh dana banyak buat membangun negeri

    • Kalau ada dana indonesia bs saja membeli rudal brahmos misalnya utk dipasang dikapal perang ataupun dipespur karena kalau tdk salah rusiapun berencana membeli rudal brahmos utk dipasang dikapal perang ataupun dipasang pd pespur su30 sm

Tinggalkan komentar