Su-57 Kembali Diuji Coba di Suriah

Moskow, Jakartagreater.com – Kementerian Pertahanan Rusia menguji ulang pesawat tempur generasi kelima Su-57 di Suriah. Menurut Kepala Staf Umum Valery Gerasimov, semua tugas yang direncanakan telah berhasil diselesaikan, katanya kepada atase militer asing, lansir Tass.

“Pesawat generasi kelima Su-57 sedang diuji. Jet diuji ulang di Suriah, di mana semua tugas yang direncanakan berhasil diselesaikan,” kata Gerasimov, dikutip oleh surat kabar Krasnaya Zvezda.

Dia mengatakan bahwa secara umum, unit penerbangan dan unit militer Rusia menerima 139 pesawat modern sepanjang tahun.

Menurut kepala Staf Umum, pasukan tujuan umum direncanakan untuk dikembangkan. “Pengalaman konflik bersenjata baru-baru ini, dan khususnya operasi untuk memerangi militan di Suriah, telah memberikan dorongan baru untuk meningkatkan sistem anti serangan musuh,” kepala Staf Umum menekankan.

Pesawat tempur generasi kelima Su-57 dirancang untuk menghancurkan semua jenis target udara, darat dan permukaan. Pesawat ini memiliki kecepatan terbang jelajah supersonik, penyimpanan senjata internal, lapisan anti radar (teknologi siluman), serta peralatan on-board kompleks terbaru.

Sharing

3 pemikiran pada “Su-57 Kembali Diuji Coba di Suriah”

  1. Untuk ngurus ujian sertifikat bettel prupennya. Yg ngeluarkan sertifikat Departemen Palagan Suriah namanya. Cuma Su-57 saja peserta ujian sertifikasinya, F-35 dan F-22 sdh lama mengundurkan diri dr kepesertaan, krn blom memenuhi syarat ternyata. Hanya iklannya saja yg hebon. Tp Departemen Palagan Suriah tidak mengeluarkan sertifikasi betel prupen yg modalnya cuma iklan doank. Harus disertai uji sertifikasi jg…..xicixicixicixi

  2. kutipan bahasa inggris tentang mesin Izdeliye 30, (diterjemahkan sendiri Ya)

    Developed from scratch over the course of almost a decade at the Saturn Tool-Making Plant in Rybinsk, central Russia, Izdeliye 30 features improved thrust characteristics (19,000 kgf vs. 15,000 kgf in the AL-41F1), better fuel efficiency, fewer moving parts, and subsequently improved reliability and lower maintenance costs.

    The plane’s three dimensional thrust vector jets, a design which the US does not have. The F-22 Raptor, for example, uses two-dimensional vector thrust jets, affecting only its pitch, for maneuverability. The F-35 Lightning II lacks the capability altogether, except for its vertical take-off and landing functions.

    Sumber : https://www.globalsecurity.org/military/world/russia/izdeliye-30.htm

Tinggalkan komentar