Filipina Pamerkan Tank Harimau dan APC Anoa Indonesia

Sebagai bagian dari pajangan yang merayakan hari jadi ke-84 berdirinya Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), Angkatan Darat Filipina memasukkan kendaraan lapis baja dari pabrikan senjata Indonesia PT Pindad sebagai bagian dari pajangan peralatan di Manila pada 17 Desember 2019, tulis Max Defense.

Halaman web MaxDefense Philippines memposting foto-foto tank medium Harimau Pindad, serta kendaraan personil lapis baja (APC) Anoa 6×6 buatan Pindad di antara yang dipajang bersama dengan perlengkapan perang Angkatan Darat Filipina dan kekuatan-kekuatan lain dari militer Filipina.

Tank dan APC asal Indonesia terlihat dicat dalam skema cat kendaraan perang Angkatan Darat Filipina, meskipun tanpa tanda-tanda lain yang biasa ditemukan pada kendaraan perang Filipina. Ini memperlihatkan bahwa kendaraan tersebut didatangkan hanya untuk dipamerkan.

Panser lapis baja ANOA Pindad (foto : Maxdefense)

MaxDefense Philippines sebelumnya melaporkan bahwa kendaraan lapis baja Indonesia dikirim ke Filipina untuk dilihat dan kemungkinan diuji dalam kondisi Filipina, karena PT Pindad termasuk di antara pabrikan yang bersaing untuk proyek tank ringan Angkatan Darat Filipina yang sedang berlangsung serta proyek lapis baja beroda APC yang akan datang.

PT Pindad akan bersaing dengan Elbit Systems dari Israel, serta perusahaan patungan antara Korea Selatan Hanwha Defense dan Otokar Otomotiv dari Turki.

Angkatan Darat Filipina dan Departemen Pertahanan Nasional (DND) mengharapkan proyek tank ringan akan selesai pada tahun 2020.

Sharing

10 pemikiran pada “Filipina Pamerkan Tank Harimau dan APC Anoa Indonesia”

  1. kekurangan tank harimau salah satu nya proteksi aktif yg blm di instal.. berbeda dgn kaplan turki yg akan di beri perlindungan proteksi aktif..

    disamping itu klo liat di uji coba yg dlu.. akurasi nya msh kurang dikit lg…

    • elbit/ascod itu ifv bukan tank murni, mirip marder.yg punya korea juga sama kelihatan dari pintu palka dibelakang untuk angkut pasukan, kalu yg dicari tank medium murni, pindad bisa menang.cuma yg agak berat syarat dari pinoy untuk menang tender harus mengikutkan panser 8 roda, ini yg pindad blm punya.CMIIW

  2. Filipina sepertinya sedang kejar kwantitas bukan kwalitas mengingat anggaran yg pas2an tetapi postur kekuatan sedang diupayakan tetap tampil prima, sepertinya mereka meniru Indonesia jadi kans produk Pindad tetap alternatif terbaik, lebih baik memiliki jumlah senjata banyak dari pada berkwalitas tapi sedikit, toh tidak ada jaminan senjata baik tidak rusak jika terkena tembakan atau pengoperasian lama. Filipina tidak banyak musuhnya kecuali Cina dan separatis jadi untuk kavaleri darat pilihan produk Pindad sangat tepat toh untuk AL dan AU mereka cari yg mumpuni bahkan berencana memiliki Brahmos, utamakan musuh tidak sampai masuk dan manakala terpaksa berhasil masuk banyaknya jumlah peralatan darat yg dimiliki akan merepotkan musuh

Tinggalkan komentar