Dua Prajurit TNI Gugur di Papua

PHOTO 2019 12 18 12 25 06 1 e1576650211365

Intan Jaya, Papua, Jakartagreater.com  –  Kontak tembak antara Satgas Penegakan Hukum (Gakum) TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, terjadi pada Selasa, 17-12-2019, sekitar pukul 15.30 WIT. Kontak tembak ini menyebabkan dua prajurit TNI gugur saat melaksanakan tugas dalam menjamin keamanan warga Papua, Dirilis Puspen TNI, Rabu 18-12-219.

Satgas Gakum TNI bersama Polri sebelumnya beberapa kali mendapat informasi dari warga masyarakat Sugapa bahwa warga masyarakat yang sedang melaksanakan persiapan perayaan Natal mendapat gangguan keamanan berupa intimidasi, kekerasan fisik, perampokan, pemerkosaan dan perampasan serta penjarahan harta benda yang dilakukan oleh KKB, yang diduga adalah pelaku penembakan terhadap tiga tukang ojek pada bulan Oktober 2019

Menindaklanjuti laporan itu, untuk melindungi keselamatan dan memberikan rasa aman kepada warga terutama menjelang perayaan Natal, Satgas Gakum TNI bersama Polri meningkatkan kegiatan patroli pengamanan di tempat yang diduga menjadi basis kegiatan KKB.

Pada saat melaksanakan patroli keamanan, terjadi kontak tembak yang mengakibatkan dua prajurit TNI gugur yaitu Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar dan Serda Rizky, saat ini kedua jenazah dalam proses evakuasi.

Pasca kontak tembak, Satgas Gakum TNI-Polri terus melakukan pengejaran untuk menangkap kelompok kriminal bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan dan memastikan terjaminnya keamanan masyarakat menjelang perayaan Natal.

11 thoughts on “Dua Prajurit TNI Gugur di Papua”

  1. Mana itu drone CH-4B.? Basmi aja KKB dng drone CH-4B yg dibeli dr China. Gak perlu takut pelanggaran HAM. Kalo beli alat perang dr China gak ada syarat penggunaan. Berantas itu KKB sampe ke akar2nya.

    1. Daripada drone yg baru dibeli lbh baik jk menggunakan heli serang mi35 atau pespur super tucano karena tni sdh sering berlatih utk menggunakannya dlm serangan udara.Pada masa orde baru indonesia sdh pernah menggunakan pespur ov10 bronco utk mengebom opm.

  2. Innalilahi wainnailaihi rojiun.. semoga bernilai Syahid. Aamiin.. Silent op nya harus dijalankan… persuasif di ekspos, represif cover op.. mudah2an para pati tni bisa melaksanakannya..

  3. Turut berduka cita, teroris OPM selalu menggunakan intel dari mereka sendiri untuk menggambar aktivitas militer, ini yg perlu di waspadai penyamaran mereka, seperti bebrapa waktu yg lalu, dengan kejadian yg sama. Coba, sebelum mengadakan acara dgn masyarakat, tempatkan beberapa titik sniper dan penyamaran tanpa seragam militer, paling tidak dari parako sendiri.

Leave a Reply