Su-24 Rusia Simulasi Serangan Terhadap Destroyer AS

Jakartagreater.com – Sebuah kapal perusak rudal Arleigh Burke class yang beroperasi di perairan internasional di Laut Hitam terlibat interaksi jarak dekat dengan pesawat tempur Rusia pada 23 Desember, lansir Defenseblog.

USS Ross (DDG 71) mengalami beberapa manuver penerbangan agresif oleh pesawat Rusia yang dilakukan pada jarak dekat dari kapal.

Dua jet serang Su-24 Rusia, disertai dengan pesawat tempur Su-27 (atau Su-30), beberapa kali terbang pada jarak dekat, ketinggian rendah dan melakukan serangan tiruan terhadap kapal perusak Angkatan Laut AS dalam perjalanan ke Odessa, rilis pernyataan yang dikeluarkan Selasa oleh Air Force Command Angkatan Bersenjata Ukraina.

“Pesawat itu telah melakukan manuver khusus serangan udara dengan rudal jelajah dan kembali ke lapangan terbang,” kata pesan Angkatan Bersenjata Ukraina.

Saat ini perusak rudal “USS Ross” telah tiba di Odessa. Kapal perang Amerika Serikat telah memasuki pelabuhan Odessa pagi ini.

Sejak 2014, destroyer itu telah sering mengunjungi wilayah Odessa. Pada tahun 2016 “USS Ross” bergabung dengan USS “Whidbey Island” telah mengambil bagian dalam latihan angkatan laut internasional “Sea Breeze -2016”.

Ini adalah kali kedelapan kapal perang Angkatan Laut AS telah mengunjungi Laut Hitam sejak awal 2019. Kapal terakhir yang mengunjungi Laut Hitam adalah USS Porter (DDG 78) pada bulan Oktober. Selama berada di Laut Hitam, Porter melakukan latihan passing trilateral dengan Ukraina dan Rumania, dan keterlibatan strategis selama kunjungan pelabuhan ke Odesa, Ukraina, dan Batumi, Georgia.

“Sepanjang tahun, aset Armada ke-6 AS telah beroperasi di Laut Hitam untuk mendukung mitra dan sekutu regional kami,” kata Wakil Laksamana Lisa M. Franchetti, komandan Angkatan Laut AS ke-6. “Transit Ross menunjukkan komitmen berkelanjutan kami untuk keamanan dan stabilitas di domain maritim.”

Destroyer Ross, yang dikerahkan ke depan di Naval Station Rota, Spanyol, sedang melakukan operasi angkatan laut di wilayah Armada ke-6 operasi AS untuk mendukung kepentingan keamanan nasional AS di Eropa. Angkatan Laut AS secara rutin beroperasi di Laut Hitam sesuai dengan hukum internasional, termasuk Konvensi Montreux.

Armada ke-6 AS yang bermarkas pusat di Naples, Italia, melakukan spektrum penuh operasi gabungan dan angkatan laut, sering kali bersama-sama dengan mitra sekutu dan antarlembaga untuk memajukan kepentingan nasional AS dan keamanan serta stabilitas di Eropa dan Afrika.

13 pemikiran pada “Su-24 Rusia Simulasi Serangan Terhadap Destroyer AS”

  1. Forum militer tetapi isinya cuman opini dan mimpi saja tidak ada fakta.

    Fakta:
    Tanggal 24 November pesawat ini ditembak jatuh di Turki dan Russia tdk berani membalas. Sekarang mau main2 sama AS yg jadi backup Turki?

    *Kemungkinan kurang sajen sehingga dapat di tembak jatuh krn pesawat ini harusnya tdk dapat jatuh selama terbang di dunia dan akhirat

    • Betul itu Su-24 Rusia yg sedang berburu teroris ditembak F16 Turki pakai main tembak dari belakang pula, dan Rusia tidak pakai esmosi an langsung balas karena Putin masih sehat akalnya, esoknya semua Su-24 atau Su-25 dikawal fighter Su-35 gantian F16 Turki dan cs nya NATO yg gak berani mendekat, tak lama Esdogan nyembah2 Putin supaya bisa baikan lagi dengan Rusia, mungkin lik SAM jengkel gara2 destroyer DDG Arleigh Burke Class nya dipencundangi Su-27 di jammer sampai mati lampu di laut kampul2 mau nyalakan pemanas air buat kopi saja pelaut Amerika tidak bisa…barangkali karena itu makanya kali ini destroyer USS Ross diam saja tidak komplain protes atau langsung gelisah pakai sosmed dengan manuver2 pesawat Rusia pertama mungkin memang mengakui takut kena jammer lagi kedua mungkin dari pada malu sama dunia kelihatan kalau destroyernya lemah

  2. 1.) Su-27 Russia tidak pernah melakukan aksi jamming terhadap Destroyer US Navy baik di Baltik maupun Mediterania. Yg melakukannya adalah Su-24 itupun tak ada bukti kalo Su-24 bisa menjamming Destroyer US Navy dg sukses.

    2.) Destroyer US Navy gak membalas intimidasi Su-24 karena tuh pesawat gak bawa senjata dan bahkan gak keliatan adanya peralatan ECM waktu terbang diatas kapal.

    So, mari berpikir jernih sebelum komentar ya. Hhhhhhhhhh

Tinggalkan komentar