Kapal Induk Shandong China Masih Butuh Waktu untuk Siap Tempur

Jakartagreater.com – Kapal induk baru China, Shandong akan membawa lebih sedikit jet tempur di atas kapal dari yang diharapkan dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengasah operasinya agar memenuhi standar penyebaran minimum, kata pengamat militer, lansir SCMP.

Sekitar 30 pilot jet tempur berbasis kapal induk hadir pada hari Selasa ketika Presiden Xi Jinping menugaskan Shandong di Sanya, provinsi Hainan, seperti disiarkan oleh media CCTV.

Jumlah pesawat tempur hanya cukup untuk pilot dua skuadron, atau 24 jet tempur J-15, bukan 36 seperti yang disarankan sebelumnya oleh media pemerintah.

“Rasio standar jet tempur berbasis kapal induk dengan pilot adalah (2:3),” kata pakar angkatan laut Li Jie. “Shandong tidak akan memiliki banyak jet tempur karena baru saja memasuki masa commissioning awal.”

CCTV melaporkan pada bulan Agustus bahwa Shandong akan dapat memiliki hingga 36 jet tempur J-15, atau sekitar 50 persen lebih banyak daripada Liaoning, kapal induk pertama China.

Tetapi pakar militer yang bermarkas di Beijing, Zhou Chenming mengatakan, meski Shandong memiliki lebih banyak ruang hanggar daripada kapal induk lawas, tidak mungkin bagi Shandong untuk memiliki sebanyak 36 unit J-15 di dalamnya. “J-15 cukup besar, dan mustahil bagi kapal induk untuk hanya membawa jet tempur,” kata Zhou.

Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat berencana untuk memiliki empat armada kapal induk dan telah meningkatkan pelatihan pilot jet pada tahun lalu, memilih untuk melatih para kadet dari universitas penerbang Angkatan Laut daripada meminta pilot berpengalaman dari Angkatan Udara.

Li juga mengatakan bahwa Shandong belum mencapai “kemampuan operasional awal (initial operational capability – IOC), standar dasar untuk penempatan kapal induk. “Masih perlu lebih banyak waktu,” katanya. Sebagai perbandingan, Liaoning mencapai IOC pada Mei tahun lalu, enam tahun setelah ditugaskan.

China menghabiskan lebih dari satu dekade mengembangkan J-15, jet tempur yang berbasis dari Su-33 Rusia- desain yang kini berusia lebih dari 30 tahun.

J-15 adalah jet tempur berbasis kapal induk terberat di dunia tetapi satu-satunya pesawat tempur berbasis kapal induk di Angkatan Laut Cina.

Karena desain loncatan ski jump di Liaoning dan Shandong, waktu lepas landas yang diperlukan untuk J-15 adalah sekitar tiga kali lipat lebih lama dari yang dilakukan pilot F-18 Amerika Serikat.

“Steam catapult pada kapal induk Nimitz class AS membutuhkan waktu sekitar 45 detik untuk meluncurkan pesawat, tetapi jalur ski jump membutuhkan waktu 1½ hingga 2 menit,” kata Li.

Sumber lain yang dekat dengan angkatan laut Cina mengatakan Liaoning dapat meluncurkan hingga 14 jet tempur J-15 dalam satu uji coba penerbangan, dibandingkan dengan 40 yang dilakukan oleh kapal Nimitz class.

“Liaoning dan Shandong sejauh ini hanya dapat digunakan untuk tujuan pertahanan, karena Kuznetsov class dirancang untuk memiliki sistem rudal yang kuat daripada meluncurkan jet tempur,” kata sumber itu.

Zhou dan Li mengatakan bahwa secara total Shandong bisa memiliki hingga 48 pesawat, termasuk setidaknya dua lusin J-15 dan selusin helikopter.

“Helikopter memainkan peran penting dalam menyiagakan dan mengamati peluncuran dan tinggal landasnya jet tempur berbasis kapal induk. Helikopter juga dibutuhkan untuk menyelamatkan dan misi lain seperti mengangkut pasukan dan peralatan, “kata Zhou.

2 thoughts on “Kapal Induk Shandong China Masih Butuh Waktu untuk Siap Tempur”

    • Kapal Induk shandong juga jiplakan admiral kuznetsov. sementara negara asalnya masih menggunakan kapal tua berasap yg selalu di dampingi oleh tug boat krn selalu mogok.

Leave a Comment