F-16 Viper akan Ditempatkan di Timur Taiwan untuk Hadang Kapal Induk China

Taipei, Jakartagretaer.com – Taiwan berencana akan menempatkan pesawat tempur F-16 Block 70 atau Viper di Taiwan Timur untuk mengantisipasi kapal induk Tiongkok, kata spesialis pertahanan kepada CNA.

Taiwan sebelumnya mengumumkan secara resmi menandatangani kesepakatan akuisisi F-16V dengan AS awal bulan ini setelah kedua belah pihak menandatangani surat penawaran dan penerimaan (LOA) untuk proyek pengadaan, lansir Focus Taiwan.

Para pejabat militer Taiwan mengharapkan AS akan mengirimkan satu unit F-16 C Blok 70 (satu tempat duduk) dan satu F-16 D Blok 70 (dua tempat duduk) pada tahun 2023 untuk pengujian. Pengiriman formal ke-66 pesawat tempur ke Taiwan akan selesai pada tahun 2026.

Sebuah sumber militer mengatakan kepada CNA, Sabtu, bahwa penambahan 66 F-16V akan membuat jet tempur Angkatan Udara menjadi 350 unit.

Angkatan Udara saat ini mengoperasikan armada 46 jet tempur Mirage-2000, 105 jet tempur (Indigenous Defense Fighters IDF) Ching-kuo, dan 142 F-16A / B lainnya yang sedang ditingkatkan ke spesifikasi yang sama dengan F-16V.

Meskipun jumlah itu tidak sebanding dengan 2.000 pesawat tempur milik Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA), dimana 700 di antaranya ditempatkan di pangkalan-pangkalan di pantai tenggara Cina dan memberi ancaman langsung ke Taiwan, sumber itu mengatakan Taiwan akan memiliki peluang yang lebih baik untuk mempertahankan diri dengan 350 jet tempur ditambah bantuan dari sistem pertahanan udara dan operasi pertahanan udara bersama dengan semua kekuatan militer yang ada.

Dalam hal amunisi, sumber itu mengatakan pesawat tempur Taiwan memiliki persenjataan lebih baik daripada pesawat tempur PLA seperti J-10, J-11, Su-30 dan Su-35.

Pesawat tempur Taiwan mungkin tidak imbang melawan pesawat siluman J-20 generasi kelima terbaru PLA, tetapi Taiwan bisa menahan J-20 dengan bantuan pesawat peringatan dini E-2K Taiwan, kata sumber itu.

Sumber itu menambahkan bahwa 66 F-16V akan ditempatkan di pangkalan udara Taitung di Taiwan timur. Dengan adanya 66 pesawat tempur baru, berarti Angkatan Udara Taiwan akan membutuhkan 107 pilot untuk mengoperasikannya.

Mengomentari penyebaran armada F-16V yang baru, Lin Ying-yu seorang asisten profesor di National Chung Cheng University’s Institute of Strategic and International Affair, mengatakan keputusan untuk menempatkan jet canggih di Taiwan timur bertujuan untuk berurusan dengan meningkatnya ancaman dari kapal induk Tiongkok.

Sebagian besar instalasi militer dan sistem senjata telah dikerahkan di Taiwan barat selama beberapa dekade, karena ancaman militer Cina yang paling langsung adalah dari sisi lain Selat Taiwan.

Dengan meningkatnya kemampuan militer China untuk mengerahkan pembom, jet tempur dan kapal perang yang melintasi “rantai pulau pertama” ke Pasifik Barat secara teratur, Lin mengatakan ancaman militer sekarang juga datang dari timur Taiwan.

Pakar pertahanan Tiongkok baru-baru ini mengatakan bahwa PLA mungkin mengirim kapal induk ke arah selatan sepanjang Selat Taiwan, sedangkan yang lain melewati pantai timur Taiwan menuju utara untuk mengancam Taiwan dari kedua sisi.

Menyebarkan F-16V dan rudal anti-kapal Hsiung Feng III di pantai timur akan menjadi penghalang intimidasi militer Tiongkok, tambahnya.

China menugaskan kapal induk pertama yang dibuat di dalam negeri, Shandong, awal bulan ini.

Ini adalah kapal induk kedua di armada Tiongkok. Yang pertama, Liaoning, kapal era Soviet yang dibeli dari pemerintah Ukraina pada tahun 1998, dan mulai beroperasi pada tahun 2012.

Sharing

6 pemikiran pada “F-16 Viper akan Ditempatkan di Timur Taiwan untuk Hadang Kapal Induk China”

    • Masak juga masih buta tentang Amerika aja… Kalau Taiwan gak ada kepentingan Amerika juga gak bakal di bantu tu Taiwan…

      Secara membeli alutsista tu pasti lebih milih F35 daripada F15 karena kapasitas peluru lebih banyak F35 daripada F15… Contohnya Jepang memesan F35 dan membatalkan membeli F15 karena banyak pertimbangan…

      Sepanjang keran impor alutsista dari Amerika di buka sebesar 2nya itu harus membeli sebanyak2nya sekaligus suku cadangnya untuk menghindari embargo…

Tinggalkan komentar