Bangladesh Terima Dua Fregat Rudal Bekas Tiongkok

Jakartagreater.com – Pada tanggal 18 Desember 2019, sebuah upacara diadakan di Shanghai oleh pihak China dan Angkatan Laut Bangladesh untuk dua fregat Project 053H3 (Barat menamakannya Jiangwei II), – Lianyungang (522) dan Putian (523) – yang sudah dikeluarkan dari arsenal Angkatan Laut PLA, lansir Livejournal.

Fregat tersebut menerima nama-nama baru Bangladesh, F 16 Umar Farooq dan F 19 Abu Ubaidah. Upacara tersebut dihadiri oleh komandan Angkatan Laut Bangladesh Admiral Aurangzeb Chowdhury.

Fregat F -16 Umar Farooq (foto Anglatan Laut Bangladesh)

Pada 23 Desember, kedua fregat dengan kru Bangladesh berangkat dari Shanghai ke Bangladesh, dan diperkirakan akan tiba pada Januari 2020.

Fregat F 16 Umar Farooq, yang dulunya fregat bekas China yang bernama Lianyungang China (522) adalah fregat pertama dari Project 053H3 (Jiangwei II).

Fregat Project 053H3 memiliki berat total 2.400 ton dan panjang 112 meter, dibangun untuk Angkatan Laut PLA dalam jumlah sepuluh unit dari tahun 1998 hingga 2005. Kedua fregat ini, Lianyungang dan Putian, ditugaskan oleh Angkatan Laut PLA pada 1998-1999 dan diakuisisi oleh Bangladesh berdasarkan perjanjian 2017 yang di tandatangani dengan Poly Technologies, sebuah perusahaan Tiongkok yang menjadi perantara penjualan kapal-kapal ini.

Pada akhir 2017, kedua fregat ditarik dari Angkatan Laut PLA, setelah itu fregat menjalani perbaikan pra-penjualan dan modernisasi terbatas di Shanghai, di galangan kapal Hudong-Zhonghua, perusahaan pembuatan kapal dari Grup Pembuatan Kapal Hudong-Zhonghua (bagian dari The China State Shipbuilding Corporation – CSSC).

Kedua fregat dipindahkan ke Bangladesh dan sudah dilengkapi dengan senjata rudal, termasuk sistem rudal anti-kapal C-801 dan sistem rudal jarak pendek anti-pesawat HQ-7.

blank

Sebelumnya pada 2013, Angkatan Laut Bangladesh membeli dua fregat Huangshi (535) dan Wuhu (536) dari Project 053H2 (tipe Jianghu III) yang dibangun tahun 1986 -1987 tahun, diperkenalkan pada 1 Maret 2014 ke dalam armada Bangladesh sebagai fregat F 15 Abu Bakar dan F 17 Ali Haider.

Sebelum itu pada tahun 1989, Angkatan Laut Bangladesh telah memperoleh dari Angkatan Laut PLA fregat “Xiangtan” (556) dari Project 053H1 (tipe Jianghu II), yang berganti nama menjadi F 18 Osman.

Sharing

6 pemikiran pada “Bangladesh Terima Dua Fregat Rudal Bekas Tiongkok”

  1. Karena produk bekas dan produksi tahap awal pastinya lebih murah punyanya china dan lagi untuk menghadapi India pasti mereka lebih ke china daripada Indonesia yg sama2 negara berkembang… Seperti halnya India kerjasama dengan Rusia, Eropa dan Amerika…

Tinggalkan komentar