TNI AL Siagakan KRI dan Pesawat di Perairan Natuna Utara

Natuna, Jakartagreater.com  –  Dengan beredarnya pemberitaan beberapa media yang menunjukkan video yang direkam oleh Herman Ketua Nelayan Lubuk Lumbang, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepri yang memperlihatkan keberadaan kapal ikan asing di Perairan Laut Natuna, mendapatkan reaksi dari TNI AL dalam hal ini Koarmada I, untuk memastikan kebenaran informasi tersebut di lapangan.

TNI AL sebagai penegak hukum dan kedaulatan di laut bersama dengan stake holder penegak hukum yang memiliki kewenangan di laut yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bakamla dan POLRI mengerahkan asset untuk menindaklanjuti pemberitaan yang berkembang di wilayah perbatasan, dirilis Koarmada I, Senin 29-12-2019.

Koarmada I mengerahkan dua unsur KRI dan Pesawat BKO Guspurla Koarmada I yang sudah tergelar dan stand by di Pangkalan TNI AL Ranai untuk melaksanakan patroli sektor di Perairan Natuna.

Berselang tiga hari dari video yang dibagikan terbaca di GPS tanggal 23 Desember, tepatnya pada tanggal 26 Desember 2019 KRI Tjiptadi-381 menangkap kapal ikan Vietnam yang kedapatan melakukan kegiatan menangkap ikan secara illegal di perairan yurisdiksi nasional Indonesia, Laut Natuna Utara.

Unsur patroli Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I, KRI Tjiptadi-381 selain berhasil menangkap 1 KIA Vietnam juga mengusir 1 KIA Vietnam yang berusaha melakukan kegiatan illegal fishing di perairan yurisdiksi nasional Indonesia Laut Natuna Utara.

Sejalan dalam menyikapi pemberitaan tersebut, Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I juga meningkatkan pengawasan keamanan laut di sejumlah titik rawan dengan mengerahkan Unsur KRI dan Pesud P 8304 untuk melaksanakan patroli maritim di wilayah perbatasan.

Menyikapi situasi tersebut TNI AL dalam hal ini Koamarmada I sebagai salah satu stakeholder penegak hukum di laut secara terus-menerus hadir di laut demi tegaknya hukum dan kedaulatan Indonesia serta melindungi kepentingan Indonesia di laut, salah satunya di perairan yurisdiksi nasional Indonesia, Laut Natuna Utara.

Koarmada I dengan mengerahkan Unsur KRI dan Pesud (pesawat udara) secara rutin hadir wilayah Perairan Natuna guna mengantisipasi berbagai kegiatan pelanggaran hukum, pelanggaran kedaulatan dan tindak kejahatan di laut dan akan menindak pelaku tanpa ragu.

Sharing

7 pemikiran pada “TNI AL Siagakan KRI dan Pesawat di Perairan Natuna Utara”

  1. BU SUSI, kemana anda?? Ini mentri kelautan barunya …. . Selama ini cara rondanya gmn sih? Ada yang tau? Apakah kita itu punya ”MOTHER SHIP” yg nongkrong di titik tertentu sepanjang batas laut?? Dan harus di rotasi awaknya. Mungkin kita harus bikin ”MOTHER SHIP” basisnya LPD dan dibuatin ” kapal kecil” yg seukuran LCU yg bawaanya lpd sekarang jadi bs ngeronda di laut dalam. Hanya pemikiran aja. Trims TNI JAGA TAPAL BATAS KITA.

    • Tenang bang, solusinya gampang cukup tidak usah diberitakan di media maka Natuna dan perairan kita aman sentosa, walau di beberapa media lokal malah kapal maling ikan cina sekarang berjamaah dikawal coastguard dan kapal nelayan vietnam malah berani provokasi dengan mengusir dan nabrak kapal nelayan kita, toh wilayah laut kita terlalu luas, kita baik hatilah sama mereka (edisi menyenangkan hati diri sendiri)…dengar2 dari sebelah penyakit lama langsung kumat “tidak ada anggaran” apalagi ini liburan akhir tahun bang, baikan plesir2 daripada melaut nun jauh disana lagian kalah kuat pula kita

  2. di negara manapun yg punya aparat profesional, yang tahu pertama kali ada pelanggaran wilayah itu seharusnya aparat negara yg berwenang (polisi/militer) bukan malah nelayan, terus seandainya kalau pak Herman gak ngerekam itu kapal2 maling dan rekaman gak di posting di medsos dan gak viral, yakin maling2 itu bisa bebas nyolong!!..negara yg aneh, kemana semua aparat penjaga lautnya nya ?? “stakeholder penegak hukum di laut” preettt…”operasi senyap” preett…

Tinggalkan komentar