KRI Koarmada I Patroli di Perbatasan Laut Natuna Utara

Jakartagreater.com  –   Situasi laut Natuna Utara dengan hadirnya kapal-kapal Coast Guard China di perbatasan ZEEI Laut Natuna Utara terus menimbulkan reaksi oleh unsur-unsur KRI yang beroperasi di perairan tersebut.

Tiga KRI Koarmada I yang beroperasi dibawah kendali Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I melaksanakan patroli sektor di Laut Natuna Utara, pada Kamis 2 Januari 2020, dirilis Koarmada I.

Pada tanggal 30 Desember 2019 KRI Tjiptadi-381 saat melaksanakan patroli sektor di perbatasan ZEEI Laut Natuna Utara tepatnya pada posisi 05 06 20 U 109 15 80 T mendeteksi 1 kontak kapal di radar pada posisi 05 14 14 U 109 22 44 T jarak 11.5 NM menuju Selatan dengan kecepatan 3 knots, dan setelah didekati pada jarak 1 NM kontak tersebut adalah CHINA COAST GUARD nomor lambung 4301 ( CCG 4301 ) yang sedang mengawal beberapa kapal ikan China melakukan aktivitas perikanan.

Komunikasi pun dilakukan dan mengusir kapal-kapal ikan yang berupaya menangkap ikan secara ilegal dan mencegah kapal CCG 4301 untuk tidak mengawal kegiatan IUUF, karena posisinya berada di perairan ZEEI.

Koarmada I tetap berkomitmen melaksanakan tugas pokok dan tetap berpegang pada prosedur, dengan tujuan menjaga kedaulatan wilayah dan keamanan di kawasan sekaligus menjaga stabilitas di wilayah perbatasaan.

Sharing

24 pemikiran pada “KRI Koarmada I Patroli di Perbatasan Laut Natuna Utara”

  1. Padahal di natuna kan sdh ada pangkalan militer terpadu tiga matra tapi kok masih berani mereka melanggaran kedaulatan ZEE kita, hrs nya di sana jg ada kapal coast guard/bakamla dgn bobot kapal besar bersenjata dan juga drone yg terbang realtime.

  2. Lebih repot lagi ternyata costguard cina dikawal fregat sementara kapal perang kita sekelas korvet tidak ada yg bersenjata rudal pula, kasihan ya tentara laut kita, apalagi sekarang jelas2 mereka klaim laut natuna utara milik mereka jadi mereka ndak mau pergi, apalagi senjata kita cuma teriak2 pakai radio komunikasi dan TOA nah ndak paham pula mereka bahasanya jadi cuek saja….bosen bahas ginian terus kenapa ndak disosor pakai torpedo saja fregat atau coastguard mereka paling ribut musuhan tapi saya yakin ndak sampai perang, contoh Su-24 Rusia yg sedang berburu ISIS dirontokkan F16 Turki, Rusia marah besar tapi tidak serta merta serbu Turki setelah musuhan sesaat mereka rukun lagi (mungkin sepertinya saya menyarankan yang tidak dianjurkan) paling tidak cina tidak berani sembarangan dengan kita di masa depan dan berhentilah kita menjadi anak manis

  3. Menghadapi China kita gak mungkin sendirian. Mau gak mau, suka gak suka kita harus punya blok dengan negara negara lainnya. China dari dlu dikenal kuat kekuatan tempur nya. Mereka negara adikuasa. Kita bisa aliansi dengan negara Asean seperti Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Atau masuk ke blok Amerika. Amerika memang pembuat masalah. Tapi yang paling penting negara kita bsa mengamankan kepentingan kita menyangkut wilayah NKRI. China betul betul serakah. Klo terjadi konflik di laut China Selatan. Mau tak mau kita wajib terlibat demi amankan wilayah kita

    • Klo aliansi dgn negara asean atau membentu aliansi militer asean blm sanggup mengimbangi kekuatan china, jalan satu-satunya bergabung blok barat sama yg di lakukan negara tetangga malaysia, singapura, filipina dan thailand yg lebih dulu menjadi sekutu amerika. Atau sebelum benar2 bergabung blok barat kita hrs membuat isu untuk menggertak china.

  4. Kalo masalah laut natuna utara semakin menuju perang tidak ada cara lain indonesia hrs bergabung dgn aliansi musuh china yaitu blok barat jika tidak indonesia akan di gulung militer china, militer china bkn tandingan militer kita tidak seimbang, boleh saja warga +62 yg doyan tiktok teriak “siap mati demi negara NKRI” ya berani boleh tapi jgn nekat juga jgn terlalu menonjolkan emosi dan otot karena tdk ada gunanya karena kita kalah dari segi persenjataan militer china memiliki bom nuklir dan rudal DF-41 dan kita tdk memiliki anti dot nya (s-400,patriot, thaad) dgn bergabung dgn aliansi barat satu-satunya jalan mendapatkan dukungan militer dan amerika serikat akan senang hati mengerahkan persenjataanya untuk melindungi sekutunya.

  5. Cina tidak akan memasuki kepulauan Natuna daratan, mereka hanya menangkap ikan di nine dash line itu masuk ke arah dalam laut Natuna Utara, kalau kita memang tidak memiliki kapal yg mumpuni ya kirim saja 3 unit LPD Makasar Class pasang diatasnya howitzer 155 mm Cesar 2-3 unit dan roket Astros 2-3 unit juga semoga pas lumayan lethal tuh dan bisa cover sepanjang 300an km dengan asumsi howitzer mampu capai target 50 an km dan setting ledakan amunisi dan roket 3 m di atas permukaan air supaya coastgurd dan kapal nelayan cina remuk….(mimpi kali ya, soalnya jengkel banget sampe sekarang kita pecundang melulu kalau dah mulai dirusuhi negara tamak, kurang ajar dan bangsat, cermin bahwa kekuatan kita sangat lemah di laut dan udara) sehingga kita selalu sangat diremehkan berulang ulang dan terus akan berulang, ibarat orang masturbasi hanya senang dan puas semu…kasihan Indonesia ku

Tinggalkan komentar