Faktor Politis Pengganti F-5 Tiger

Gripen NG
Gripen NG

Ada keterangan menarik dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko, saat ditanya wartawan tentang pengganti F-5 Tiger. Coba, mari kita dengarkan pernyataannya seperti yang dikutip Antara 6/11/2024:


Jakarta (ANTARA News) – Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, mengungkap lagi tiga besar calon pesawat tempur TNI AU yang diproyeksikan menggantikan jajaran Northrop F-5E/F Tiger II, yakni Sukhoi Su-35 Flanker, JAS-39 Gripen, dan F-16 Block 52+ Fighting Falcon.

“Belum diputuskan… Gripen memang juga kami pertimbangkan selain Su-35 dan F-16 itu. Faktor politik juga jadi pertimbangan,” katanya di sela kehadirannya di gerai besar perusahaan pertahanan Amerika Serikat, di Indo Defence 2014, Jakarta, Kamis siang.


Pada keterangan di atas, Panglima mengatakan,  Gripen juga menjadi pertimbangan, selain SU 35 dan F-16  Block 52.

Yang manakah yang dipilih?.

Dalam sebuah wawancara di TV ONE, jelang HUT  TNI ke 69, Panglima TNI mengatakan, ingin mendatangkan SU 35, karena dinilai sebagai pesawat handal. Dalam info grafik TNI di Kompas, jelang HUT TNI ke 69, juga dimasukkan rencana pengadaan SU-35.

Namun yang menarik, yang saya tangkap setidaknya  Panglima sudah dua kali menyatakan “faktor politik juga akan menjadi pertimbangan” dalam pengadaan pengganti pesawat F-35.

Apa yang dimaksud dengan faktor politik itu ?.

Ini kata kunci yang harus dipecahkan. Alternatifnya adalah:

1).  Indonesia sudah membeli 16 pesawat tempur SU-27/30, sehingga akan mengambil pesawat tempur dari  block lain. Dengan asumsi ini, pilihannya bisa jadi F-16 Block 52.

2). Selain sudah membeli SU 27/30, Indonesia juga sudah membeli 24 F-16  block 25 (refurbished), dari AS, sehingga akan membeli dari blok lain non Rusia dan AS, yakni Eropa. Ini berarti alternatifnya: Gripen atau Eurofighter.

Kalau kata-kata “faktor politis” dimasukkan ke dalam pembelian pengganti F-5 Tiger, berarti kecil kemungkinan mengambil SU-35, karena Indonesia sudah membeli satu skadron SU 27/30.

Kalau berbicara “faktor politis”, bisa kita kaji, siapa negara yang memiliki faktor politis yang kuat, tidak lain adalah AS, jika faktor politis itu diartikan “tekanan”. Berarti pilihannya adalah F-16 Block 52.

Bila, faktor politis itu diartikan,mkeseimbangan dan 24  F-16 block 25, dimasukkan ke dalam daftar, maka pilihannya adalah pesawat dari Eropa. Jika mengacu ke tiga pesawat yang disebut Jenderal Moeldoko, maka jatuhnya ke pesawat tempur Gripen.

Tentu ini, hanya sebuah analisa dangkal yang berbasiskan sedikit data dan informasi. Bagaimana tanggapan  Anda ?

Sharing

Tinggalkan komentar