Angkatan Darat Jerman Beli Peluncur Rudal Bahu ‘Enforcer’

Jakartagreater.com – Angkatan Bersenjata Jerman telah mengontrak pabrikan rudal Eropa, MBDA untuk membeli sistem rudal berpandu anti lapis baja yang ditembakkan dari bahu ‘Enforcer’, lansir Defenseworld.

Ditandatangani pada tanggal 20 Desember, kontrak akan memenuhi persyaratan Jerman untuk akusisi sistem senjata ringan, siang / malam, berpandu presisi, yang diluncurkan dengan bahu dengan jangkauan efektif lebih dari 1.800 m.

Enforcer memiliki kemampuan ketepatan tembakan terhadap target kendaraan lapis baja ringan yang statis atau bergerak, target yang bersembunyi dibalik tembok, dan target jarak jauh di lingkungan perkotaan.

Sebagai hasil dari upaya pengembangan MBDA multinasional, Enforcer akan melengkapi kemampuan amunisi terarah yang diluncurkan oleh ‘Wirkmittel 90’ di Angkatan Bersenjata Jerman. MBDA sekarang bersiap untuk menyelesaikan kualifikasi dan memproduksinya secara massal.

Desain modular dari sistem Enforcer memungkinkan berbagai opsi pengembangan di masa depan, termasuk kemungkinan penggunaan amunisi Enforcer yang dapat digunakan di darat, udara dan laut.

Proyek pengembangan Enforcer dimulai pada tahun 2011 dengan mengambil pengalaman dalam pertempuran di Afghanistan. Di sana, para prajurit tidak memiliki senjata efektif yang cocok untuk melawan pasukan gerilya yang bersenjatakan senapan mesin berat kaliber 50mm yang ditembakkan dari balik tembok atau dari kendaraan bak terbuka.

Dukungan serangan udara jarak dekat tidak selalu ada untuk memberikan bantuan tembakan. Pengalaman lain dari pasukan sekutu adalah dalam skenario perang seperti itu yang paling umum dibutuhkan adalah senjata untuk melawan target yang berjarak hingga 2.000 m – khususnya yang di alami pasukan AS dan Inggris yang dilengkapi rudal panggul JAVELIN (maksimal jangkauan 4 km).

Enforcer sangat portabel, berpresisi tinggi yang dapat bertarung sejauh 2 km dan mengalahkan target dengan meminimalkan kerusakan bangunan sekitarnya.

Sharing

Tinggalkan komentar