Sea Acceptance Test Kapal Selam Alugoro

Surabaya, Kapal selam Alugoro bersandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur dalam rangkaian kegiatan Sea Acceptance Test (SAT), pada Jumat, 3 Januari 2020, dirilis IG PT PAL Indonesia.

Pemilihan Pelabuhan Tanjung Wangi sebagai tempat bersandar karena kedekatan dengan lokasi pengujian SAT.

Pelabuhan Tanjung Wangi juga memiliki dermaga dengan kedalaman -+14 LWS yang merupakan kriteria ideal untuk sandar kapal selam di samping ketersediaan pandu dan tunda kapal.

Kapal selam pertama yang dibangun di dalam negeri ini mampu membawa 45 awak kapal.

Kegiatan pengujian berurutan yang akan dilakukan dalam 6 bulan ke depan.

0 Shares

3 pemikiran pada “Sea Acceptance Test Kapal Selam Alugoro”

  1. Ini video pertama yang saya tunggu2 dari kapal selam buatan dalam negeri…bangga rasanya….semangat, dan selanjutnya yang paling saya tunggu adalah video ni kapal selam benar2 bisa menyelam dan periskop serang nya mengarah ke kapal perang atau coastguard cina di laut Natuna Utara, bagusan lagi jika ada sasaran target terapung disamping kapal2 cina yang ditorpedo atau dirudal dan kemudian tenggelam, kan uji tembak di wilayah teritori sendiri, seperti jaman pak Harto dulu saat tembakkan amunisi artileri didekat pemukiman liar warga Malaysia yang mencoba bermukim di kepulauan Natuna saat latihan penembakan meriam artileri medan

      • Ow tidak lah itu, walau saya setuju, kita bukan bar bar tetap berteman dengan negara Cina, hanya saja kejadian yg selalu berulang ini artinya memang negara Cina tidak punya tata krama, DNA mereka mungkin perampok, perompak dan penjahat serakah, walau mereka tahu hukum internasional dan ratifikasi UNCLOS juga tapi mereka abaikan, paling penting semoga pemangku kepentingan di pemerintahan negeri kita sekarang benar2 harus bangun dari tidur nyenyak nyaman dan tidak gagap tanggap dan mulai tidak menyepelekan permasalahan seperti khas bangsa kita punya tabiat, laut Natuna Utara rawan konflik berhenti bicara kita Indonesia tidak ada masalah dengan negara Cina di laut cina selatan, terbukti sekarang mereka meng hak i wilayah kita tersebut, andai Sultan Mahmud Badarudin dari kerajaan Sriwijaya masih berkuasa beliau pasti sudah langsung kirim armada lautnya yang terkenal kuat, dijamin habis mereka semua. Intinya perkuat dan perbesar kapal coastguard kita dan lengkapi dengan persenjataan yg kuat ndak perlu tampil jadi anak manis dan soleh bila berhadapan dengan orang jahat, mereka acak2 teritori kita karena tidak ada yang jaga dan kapal coastguard kita yang teramat sangat kita banggakan adalah kecil dan lemah karena tidak bersenjata makanya dibuat kalah2an lah kita, dan satu lagi yg menjadi kebanggan kita adalah terlalu menjunjung kesantunan hal yang tidak ada di benak kepala mereka, tapi apalah daya kita warga negara biasa keluarga besar rakyat jelata, paling cuma berharap dan mendoakan yang terbaik buat NKRI

Tinggalkan komentar