Pilot F-15 Pingsan Saat Terbang, Sebabkan Kerusakan Senilai $2.5 Juta

Jakartagreater.com – Latihan penerbangan militer di Oregon nyaris menjadi bencana setelah seorang siswa pilot pingsan saat bermanuver. Untungnya, ia bisa bangun dari pingsannya dan mendaratkan pesawat ke tempat yang aman – tetapi ternyata penerbangannya telah menimbulkan kerusakan serius pada pesawat tempur, lansir NYpost.

Insiden yang nyaris menjadi tragedi itu terjadi pada Maret lalu di Oregon, tempat seorang penerbang magang yang tidak disebutkan namanya dan instrukturnya melakukan simulasi misi dengan dua pesawat tempur F-15C yang terpisah, lapor Popular Science.

Latihan rutin berjalan diluar rencana setelah pilot berusaha berbelok rumit dan pingsan karena akelerasi gaya gravitasi. Secara khusus, tekanan G-force telah menyebabkan darah mengalir turun dari kepala pilot siswa, dan dengan cepat menyebabkan ketidaksadaran.

Akibatnya, pesawat meluncur di udara pada ketinggian sekitar 5.500 meter tanpa seorang pun yang mengontrol penerbangannya.

Untungnya, sang kadet terbangun dari pingsan selama 11 detik, dan dengan aman mendaratkan pesawat tempur bersama dengan instrukturnya. Tidak ada yang terluka dalam insiden itu.

Namun kekuatan manuver itu menyebabkan kerusakan pada sayap, ekor, dan badan pesawat dengan perkiraan total biaya perbaikan sekitar lebih dari US$ 2,5 juta.

Pingsannya siswa pilot yang selamat dari insiden itu menggambarkan bahayanya mengoperasikan jet tempur bahkan selama latihan, kata Cheryl Lowry, seorang dokter – pakar kedokteran luar angkasa dan pensiunan kolonel Angkatan Udara.

“Meskipun pelatihan yang baik, pesawat yang bagus, dan prosedur yang baik, banyak hal masih terjadi,” katanya kepada Popular Science.

Dan insiden itu tercatat terus meningkat. Antara 1 Oktober 2018 hingga 30 September 2019, Air Force Safety Center mencatat 12 insiden hilangnya kesadaran yang disebabkan oleh tekanan G (GLOC), sebagian besar di antaranya melibatkan pilot siswa. Ini sedikit lebih meningkat daripada tahun-tahun sebelumnya. Tetapi publik tidak selalu mendengar tentang insiden itu, karena tidak ada insiden yang benar-benar menjadi kecelakaan.

Untungnya, insiden Oregon telah mendorong pembentukan laporan Air Force Safety Investigation Board dan sistem keselamatan keseluruhan telah “menjadi lebih baik dan lebih otomatis,” menurut Lowry.

Meskipun mengalami kemajuan, 2018 dan 2019 menyaksikan peningkatan global dalam kecelakaan pesawat, lapor USA Today. Insiden paling terkenal terjadi pada 29 Oktober 2018, ketika pesawat penumpang Boeing 737 Max 8 jatuh di Laut Jawa, dan menewaskan 189 penumpangnya.

0 Shares

3 pemikiran pada “Pilot F-15 Pingsan Saat Terbang, Sebabkan Kerusakan Senilai $2.5 Juta”

Tinggalkan komentar