Koarmada I Mendapat Perkuatan 5 KRI di Laut Natuna Utara

Natuna Utara, Jakartagreater.com  –  Operasi Siaga Tempur Laut (Ops Siaga Purla) 2020 yang digelar Koarmada I mendapatkan perkuatan 5 KRI di Laut Natuna Utara, pada Minggu 5 Januari 2020, dirilis Koarmada I.

Koarmada I menggelar Operasi Siaga Purla 2020 yang digelar di Laut Natuna diawal tahun 2020. Operasi dimulai ditandai dengan apel gelar kekuatan oleh Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono didampingi Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Muhammad Ali.

Koarmada I saat ini menugaskan 3 unsur KRI yang saat ini sudah terdisposisi di daerah operasi dalam menjaga kedaulatan dan penegakan hukum di laut yurisdiksi nasional, sebagai unsur pengintai Koarmada I menugaskan pesawat patroli maritim.

Proyeksi kekuatan Koarmada I diperkuat dengan 5 KRI berbagai jenis yang saat ini sedang menuju ke sektor operasi. Kemungkinan dalam waktu dekat 5 KRI tersebut segera memperkuat unsur yang berlebih dahulu tergelar.

Setelah hadirnya unsur perkuatan ini, dalam menghadapi dinamika di daerah operasi bisa maksimal. Koarmada I juga meningkatkan interoperability dengan unsur TNI AU dalam penugasan operasi yang sama.

Sharing

28 pemikiran pada “Koarmada I Mendapat Perkuatan 5 KRI di Laut Natuna Utara”

  1. Kalo ketemu Nelayan China, tenggelamkan aja kapalnya pake RPG.
    Kalo ketemu CG China hujani dng meriam utama OTO Melara 76mm Super Rapid Gun.
    Tp kalo ketemu Destroyer China, kerahkan semua KCR 40 dan 60 utk menghadapi Destroyer china, salvo.dng rudal yg digotong walaupun itu rudal buatan China.

    • Gak bisa Dhek Ruskye. Itu kejadian di ZEE, bukan di Wilayah kedaulatan. Kalo asal sembarangan nyerang kapal asing di ZEE bisa bikin legitimasi kita di pengadilan internasional lemah, dan itu bisa berpihak ke China. Kita cuman punya hak berdaulat buat ngolah SDA disana sedangkan kapal asing berhak berlayar secara bebas dan damai.

      Kecuali kalo lagi perang nah silahkan saling tembak. Bahkan nembak kapal China di wilayah China juga sah sah saja asalkan dalam kondisi perang loh ya.

        • Anda tdk punya hak dan wewenang melarang org utk menanggapi pendapat org lain karena berbeda dng anda dek mar.
          Anda admin jg bukan, pemilik blog jkgr jg bukan. Hanya segelintir fans boy amatiran kok berani2nya anda merintah senior sekelas mbah gatol. Itu memalukan banget dek. Belajar komen yg sabar ya dek mar. Budayakan kebebasan berpendapat dek. Jika ingin berdebat lakukan dng data dan fakta akurat, walaupun anda blom mampu, jng hanyan komen hoax ya dek puah.

      • Kita cuman punya hak berdaulat buat ngolah SDA disana sedangkan kapal asing berhak berlayar secara bebas dan damai.
        ————————————————————
        Ini kata kuncinya mbah “berhak berlayar” bukan berhak melakukan kegiatan spt penangkapan ikan. Itu hak dr pd pemilik ZEE mbah. Dan berlayarpun sesuia dng aturan internasional wajib hanya mengibarkan setengah tiang bendera dlm kondisi damai.
        Sementara yg dilakukan china melakukan eksplorasi perikanan di ZEE RI yg menjadi hak kita. Jika hak kita dirampas org, apa tindakan kita yg wajar dlm damai. Melakukan protes…sudah. Masih bandel.melakukan lg…..diusir. Masih bandel jg….ditangkap (ditenggelamkan kata bu susi).

        • Gini Dhek Ruskye, Hak berlayar itu dari kesepakatan internasional lewat UNCLOS bukan dari pemilik ZEE dan ZEE sendiri bukan wilayah negara yg bersangkutan yg artinya itu sebenarnya adalah lautan bebas juga/perairan internasional. Kita bisa menuntut dan atau mengusir kapal China, namun bila mereka hanya berlayar tanpa menangkap apapun walopun mereka pake kapal nelayan dan dikawal kapal Coast Guard maka Indonesia tak bisa asal ngusir apalagi menangkap dan menenggelamkan mereka.

          Kita hanya bisa membuktikannya lewat penangkapan langsung atau kepergok langsung lagi nangkap terus diciduk.

          Masalah lainnya adalah batas ZEE sebelah Utara Natuna belum disetujui bersama antara Indonesia dg Vietnam, masih abu-abu. Dengan masuknya China maka perundingannya akan jadi rumit. Kalo kita berunding dg China maka kita akan mengakui wilayah China di Kepulauan Paracel yg sedang disengketakan. Kalo tidak, kapal-kapal China akan terus berdatangan kesana. Cara yg utama ya kebut dulu perjanjian batas ZEE sebelah Utara Natuna dg Vietnam. Dg gitu kita bisa punya dalih kuat untuk mengusir kapal China kalo ketahuan nyuri lagi.

          • Mbah…..emang CG China dan kapal nelayan China di Natuna.ngapai.? Plesiran ya mbah.? Atau wisata bahari.?
            Kalo di kepolisian itu namanya bukti awal mbah. Ada di ZEE negara lain, CG dan kapal nelayan ssh bukti awal tindakan ilegal fishing. Gak bisa dibantah lg dng dalil apapun mbah. Masalah batas RI dan Vietnam, itu urusan bilateral.kedua negara. Beda kontek. Jng melebar bahasan. Kita berdasarkan UNCLOS saja menghadapi China itu sdh kuat ketimbang pengakuan china dng 9 garis putus2nya.
            Wilayah abu2 itu bagi RI dan Vietnam bukan bagi China. Jd jng dikaitkan dng China. Toh siapapun nantinya yg secara hukum menguasai wilayah yg disengketakan anatara RI dan Vietnam, masing2 negara sdh punya dasar hukumnya, utk tetap mengusir China. Gitu cara menganalisanya mbah. Jng dicampur adukan mbah.

          • Makanya pake seperti yg ane bilang pake UNCLOS. Tapi karena lawan kita itu China yg bahkan pake Mahkamah internasional aja mereka masih ngeyel ya berarti kita harus pake jalan yg bisa bikin mereka jera.

            Cara Bu Susu itu dah tepat tapi kapal Bakamla itu masih terlalu kecil jadi harus beli dan buat yg lebih gede minimal pake desain Iver. Nah, kalo kita asal nyerang waktu di ZEE bisa dianggap kita melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM karena menghalangi pelayanan bebas disana apapun alasan kita. Yg tepat ya tangkap, bawa kapalnya ke wilayah kita terus ditenggelamkan.

  2. Cocok sudah tahun ini, di front Mid-East, Iran diserang Amerika, belum lagi Iran semakin erat dengan Turki, China dan Rusia, sementara di front Asia tenggara, China yang ngotot di Laut China Selatan akan menghadapi Join Freedom Of Navigation Operations dari India, Jepang, Australia Amerika Serikat dan Inggris yang mulai bersiap menyusul dengan satgas mereka, India saja sudah siap menempatkan Akula, Kolkatta, dan Arihant di Sabang pasca kesepakatan sharing facility TNI AL di Sabang untuk keep in check China pasca survei ilegal bawah hidrografi Tentara Pembebasan Rakyat China di ZEE India.

    • Turki takkan menjadi sekutu bagi Iran. Selama ratusan tahun mereka sudah saling berperang apalagi mereka beda aliran. Turki itu Sunni sedangkan Iran sebagian besar Syiah. Turki hanya menjalin kerjasama dengan Iran karena kesamaan kepentingan baik saat menghadapi Kurdi maupun di Suriah.

      • Sudah lihat perkembangan Poros Ankara-Tehran-Doha-Kuala Lumpur? Baru saja ada Kuala Lumpur Summit for Islamic Civilization Dialogue, terlepas background mereka, mereka melihat keadaan kedepan, in manner of knowledge and real world today I guess.. Mereka mengesampingkan itu, bahkan Turki, Iran dan Qatar punya Annual Trilateral Meeting setahu saya, “terlepas perbedaan yang disampaikan..”

        • Qatar dan Turki, sebatas hanya kerjasama ekonomi saja, diluar itu tidak ada. Contoh, lihat saja kebijakan Turki soal Suriah dan Libya, PKK/YPG adalah teroris komunis yg wajib di basmi, tapi buat Iran, PKK/YPG pendukung bagi militer Iran di Suriah.

  3. Patroli….patroli……patroliii. Kalo kendor ngeronda nya ya jadinya gini. Kita sudah harus memikirkan
    1. Kapal yang bs melaut bs lebih lama tanpa harus balik KANDANG, jadi kapal BANTU cair dan sejenis yg datengin kapal kita di laut. Kalo perlu AWAK KAPAL juga di rotasi.
    2. Dirikan ” OIL RIG” di titik strategis. Dr ”OIL RIG” kita terbangkan DRONE2 MALE KITA bail FIXED dan ROTARY WING MALE KITA.
    Mahal tapi semua demi NKRI.

  4. China masuk di zee kita dan melakukan aktifitas yaitu mencuri ikan…respon kita harusnya di tangkap, tapi nelayan china ini di jaga oleh penjaga pantai mereka dan kpl perangnya…coba kita uraikan apa maksud dan tujuan mereka …yg pasti adalah intimidasi…di sini sebenarnya indonesia harus bertindak tegas yaitu merespon cara china ini dengan menangkap kpl perangnya resikonya yg pasti adu kekuatan tapi itulah sebuah arti penegakan hukum di laut yaitu tindakan bukan hanya pengusiran…dasarnya jelas yaitu mencuri…jika cara ini di lakukan efek jeranya langsung kelihatan china nga sembarang masuk lagi dan dunia internasional mengakui cara indonesia menjalankan hukum lautnya.

Tinggalkan komentar