China: Tidak Ada Perselisihan Kedaulatan Wilayah dengan Indonesia

Beijing, Jakartagreater.com – Kementerian Luar Negeri China mengeluarkan pernyataan tanggal 8 Januari 2020 tentang posisi pemerintah mereka terkait kisruh yang terjadi di Perairan Natuna.

Juru Bicara Menteri Luar Negeri China, Geng Shuang, dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri China, fmprc.gov.cn, meminta Indonesia untuk tetap tenang.

Kutipan Konferensi Pers Juru Bicara Menteri Luar Negeri China:

Pertanyaan : Pertanyaan tentang China dan Indonesia. Militer Indonesia mengatakan hari ini bahwa mereka telah mengirim pesawat tempur dan kapal perang ke perairan lepas Kepulauan Natuna. Apa tanggapan China terhadap ini? Apakah China memiliki klaim teritorial terhadap Natuna?

A : Kami telah menyatakan posisi kami pada urusan maritim baru-baru ini berkali-kali. Kami juga telah menyatakan berkali-kali bahwa China memiliki kedaulatan atas Kepulauan Spratly dan hak berdaulat dan yurisdiksi atas wilayah laut yang relevan. Posisi ini konsisten dengan hukum internasional.

Saya ingin menekankan bahwa tidak ada perselisihan mengenai kedaulatan wilayah antara China dan Indonesia, dan kedua belah pihak memiliki klaim hak maritim yang tumpang tindih di beberapa bagian Laut China Selatan.

Kami berharap bahwa pihak Indonesia akan tetap tenang, dan bersedia untuk terus menangani perbedaan dengan baik dengan pihak Indonesia dan mempertahankan situasi keseluruhan hubungan bilateral dan perdamaian dan stabilitas regional. Faktanya, China dan Indonesia juga mempertahankan komunikasi mengenai hal ini melalui saluran diplomatik.

Pertanyaan : Mengenai Indonesia, Anda mengatakan bahwa tidak ada perselisihan mengenai kedaulatan wilayah antara China dan Indonesia. Apakah ini berarti bahwa Tiongkok tidak memiliki klaim teritorial terhadap Kepulauan Natuna?

J : Cina memiliki kedaulatan atas Kepulauan Spratly dan kedaulatan serta yurisdiksi atas wilayah laut terkait. Posisi ini konsisten dengan hukum internasional. Tidak ada perselisihan mengenai kedaulatan wilayah antara China dan Indonesia, tetapi kedua belah pihak memiliki klaim hak maritim yang tumpang tindih di beberapa bagian Laut China Selatan.

Kami bersedia untuk terus menyelesaikan perbedaan dengan baik dengan pihak Indonesia dan menjaga situasi keseluruhan hubungan bilateral dan perdamaian dan stabilitas regional.

Sharing

12 pemikiran pada “China: Tidak Ada Perselisihan Kedaulatan Wilayah dengan Indonesia”

  1. Kelihatan diplomatis saja komen nya kenyataan dilapangan jauh beda, kalau memang merasa bersahabat dan mengakui ada wilayah yg masih tumpang tindih dengan Indonesia menurut cina bukan hukum internasional ya jaga perasaan dan hubungan tidak dengan memaksakan kirim kapal mencuri ikan dengan kawalan coastguard itu kalau waras kecuali emang DNA nya tukang garong atau perampok, bandit mana ada mengakui kejahatannya dan saat disuruh pergi pun malah ngeyel merasa memiliki laut Natuna Utara seharusnya tidak begitu jika merasa bersahabat, emang yang dari jaman baheula yang mancing disitu cuma nelayan cina doang semua nelayan da semua orang juga mancing dan wira wiri disitu dasar pekok untung aparat Indonesia terlalu lunak, dan cina juga jangan merasa berjasa atau besar kepala kepada Indonesia, mereka ngutangi dalam bentuk investasi juga akan kita lunasi justru mereka pun lebih diuntungkan duitnya beranak pinak, makanya jangan kebanyakan konsumsi saos macam2 jadi mawut pola pikirnya

  2. Sebenarnya indonesia sdh tegas soal laut natuna dngn berusaha mengusir kapal asing dinatuna dan indonesia jg tdk ada kebutuhan utk berdiplomasi dgn cina soal laut natuna krn sejak awal laut natuna utara memang milik indonesia tdk peduli cina mengakuinya ataupun tdk.

  3. Ada warjager yg komen mengatakan, bahwa CG China dan Nelayan China berada di ZEE Natuna diperbolehkan menurut hukum internasional. Karena mempunyai hak berlayar secara damai.
    Tidak boleh dilarang krn tidak ada bukti kapal Nelayan China menangkap ikan disana. Harus dibuktikan dulu dng barang buktinya bahwa Nelayan China melakukan penangkapan ikan disana, baru boleh ditangkap.

    Saya hanya mau tertawa sajalah….xicixicixicixi..????

    Gak ngerti hukum mau bicara hukum. Kalo cuma berlayar, ngapain Bakamla, dan TNI AL repot2 ngusir CG China dan Kapal Nelayan China ya.?…??
    Kan menurut hukum internasional mereka boleh berlayar disitu…???
    Lucu sekalu deh komen si tukang ngepot itu….xicixicixicixi

    • Malah lucu lagi kalo kapal militer masuk ZEE cuman mau ngusir kapal nelayan asing. Itu kan bukan wilayah kedaulatan??

      Coba ente jelasin dulu apa beda Wilayah Kedaulatan Ama Wilayah Berdaulat dulu. Jangan jangan ente yg gak paham hukum, taunya cuman truk kargo doang. Hhhhhhhhhh Hhhhhhhhhh Hhhhhhhhhh

      • Malah lucu lagi kalo kapal militer masuk ZEE cuman mau ngusir kapal nelayan asing. Itu kan bukan wilayah kedaulatan??
        —————————————————————
        Ini yg saya bilang nda paham soal hukum tp mau bicara hukum. Makanya kalo sekolah hukum hrs sampe khatam mbah. Mbah gatol tau nda protap TNI AL.?
        Peraturan KSAL Nomor Perkasa/32/V/2009 tanggal 4 Mei 2009 tentang Prosedur Tetap Penegakan Hukum Dan Penjagaan Keamanan Di Wilayah Laut Yurisdiksi Nasional oleh TNI Al. Bahwa Zona Yurisdiksi dalam Hukum Laut Internasional menurut UNCLOS 1982 terdiri dari:
        – Perairan pedalaman
        – Perairan kepulauan
        – Laut territorial
        – Zona tambahan
        – ZEE
        – Landas kontinen
        – Laut lepas

        Di wilayah ZEE, sekitar 200 mil laut, negara pantai punya hak atas pengelolaan sumber daya alam hayati dan non hayati yang terkandung di dalamnya (Pasal 56 UNCLOS). Sedangkan Negara asing yang akan memanfaatkan ZEE negara pantai, harus mentaati aturan undang-undangan yang ditetapkan oleh negara yang memiliki ZEE (Pasal 58 ayat 3).

        Oleh karena itu, di Zona Ekonomi Eksklusif dalam hal ini ZEE Indonesia berhak melakukan penegakan hukum sesuai ketentuan hukum negara Indonesia. Penegakan hukumnya diatur dmn.? Ya sebagian ada di Peraturan KSAL Nomor Perkasa/32/V/2009 tanggal 4 Mei 2009 itu mbah.. Artinya kapal militer boleh berpatroli di ZEE bahkan sampai ke Landasan Kontinen pun msh diperbolehkan. Dimana salahnya.?
        Salahnya ya karena mbah gatol gak paham hukum tp bicara hukum, makanya kena gangbang lg. Ibarat main bola Persebaya di gangbang habis oleh Barcelona dng skor sementara 6 – 0 mbah…….xicixicixicixicixicixi

        Ayo mbah…jng malu, sipakan jawaban ngawur lainnya, walaupun urat malu si mbah gatol sdh putus…..xicixicixicixicixi

  4. Salut sama TNI dan RI 1. Memang kudu tegas. Skrg china jd agak lembek. Krn mereka tau kl mereka juga salah. Mereka bangun militer dan persenjataan hebat bukan buat lawan indonesia tp buat lawan dominasi US.

  5. bila terjadi perang terbatas …..2 negara SUPER POWER ini sdh jadi pecundang

    USA….sementara takut sama IRAN ….karena takut selat HORMUZ di blokir IRAN

    TIONGKOK …sementara takut sama INDONESIA …karena takut selat MALAKA di blokir INDONESIA…termasuk selat LOMBOK.

  6. Ingin sekali lihat tindakan2 heroik, greget dan berani tentara2 Indonesia seperti masa2 dulu yang mempecundangi dan mempermalukan negara2 yang suka resekin Indonesia dan terbukti nyata2 merupakan shock therapy ampuh dari prajurit2 TNI hingga Indonesia sangat dihormati dan disegani

Tinggalkan komentar