Putin dan Erdogan Bahas Eskalasi Konflik AS-Iran

Jakartagreater.com  –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki tidak ingin Timur Tengah berubah menjadi wilayah operasi militer, dan bersikeras bahwa ketegangan antara Washington dan Teheran telah mencapai tingkat “berbahaya”, dirilis Sputniknews.com, Rabu 8 Januari 2020.

Presiden Turki juga mengatakan bahwa Ankara terlibat dalam “upaya diplomatik aktif” untuk mengurangi ketegangan di kawasan itu, termasuk dialog terus-menerus dengan Moskow.

Komentar Erdogan dibuat ketika ia dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin berada di Istanbul untuk meluncurkan pipa gas TurkStream baru, yang akan mengangkut gas Rusia ke Turki melalui Laut Hitam.

Sebelumnya pada hari Rabu pagi, Iran melancarkan 2 gelombang serangan udara terhadap fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Erbil dan Ayn al-Asad Irak, tempat personil militer Amerika dan pasukan koalisi ditempatkan.

Sejauh ini belum ada informasi tentang korban yang dikonfirmasi oleh Washington. Serangan-serangan itu menyusul pembunuhan Mayor Jenderal Qasem Soleimani, Komandan Pasukan Quds IRGC pada 3 Januari 2020.

Pembunuhan Soleimani Ilegal

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Recep Tayyip Erdogan telah membahas situasi di Timur Tengah setelah serangan udara AS yang menewaskan komandan IRGC Qasem Soleimani, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan pada 8 Januari 2020, dirilis Sputniknews.com.

“[Para presiden] membahas situasi di wilayah Teluk Persia, yang berkembang sebagai akibat tindakan AS yang ilegal dan sangat berisiko di wilayah Irak terhadap warga negara Iran, yaitu komandan IRGC Soleimani”, kata Lavrov.

Menteri menambahkan bahwa kedua presiden sepakat bahwa semua masalah di wilayah Teluk Persia perlu diselesaikan dengan metode damai saja dan sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional.

Pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh dua presiden menyebut serangan udara AS yang menewaskan Soleimani sebagai tindakan yang telah merusak stabilitas dan keamanan seluruh wilayah.

Mereka selanjutnya meminta kedua belah pihak untuk menahan diri, mengatakan bahwa pertukaran rudal tidak akan membantu menyelesaikan masalah yang ada di antara kedua negara.

0 Shares

Satu pemikiran pada “Putin dan Erdogan Bahas Eskalasi Konflik AS-Iran”

Tinggalkan komentar