PT DRU Rilis Video Kapal OPV Mirip Fregat Martadinata Class

Jakartagreater.com – PT DRU (Daya Radar Utama), perusahaan galangan kapal dalam negeri – meluncurkan video konsep kapal OPV (Offshore Patrol Vessel) 90 meter. Yang unik, kapal patroli lepas pantai multiguna itu menggunakan desain fregat PKR Martadinata class namun dalam ukuran yang diperkecil.

Kapal patroli lepas pantai multiguna ini dilengkapi beragam persenjataan terbaru untuk pertahanan diri dan menyerang yang hampir sama dengan yang diinstal pada fregat PKR Martadinata class.

Persenjataan utama OPV 90 meter desain dari PT DRU kemungkinan adalah meriam utama Oto Melara 76 mm Super-Rapid gun, rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3, dan canon otomatis Millenium kaliber 35 mm.

Selain itu OPV 90 juga dilengkapi hanggar dan helipad untuk helikopter ringan dan dua loading ramp untuk peluncuran boat RHIB (rigid hull inflatable boat).

Angkatan laut Indonesia saat ini membutuhkan kapal patroli lepas pantai OPV yang bukan hanya bisa berfungsi sebagai kapal perang, tapi juga bisa digunakan sebagai kapal patroli multi guna di saat damai seperti kapal pencarian dan penyelamat (SAR), illegal fhising, operasi anti bajak laut, anti penyelundupan dan obat bius, pencegahan imigran gelap, dan operasi perbatasan laut dan Zona Ekonomi Eksklusif.

Video tersebut dilansir Youtube channel milik IKONid 789

Sharing

75 pemikiran pada “PT DRU Rilis Video Kapal OPV Mirip Fregat Martadinata Class”

  1. Kapal patroli multi guna di saat damai seperti kapal pencarian dan penyelamat (SAR), illegal fhising, operasi anti bajak laut, anti penyelundupan dan obat bius, pencegahan imigran gelap, dan operasi perbatasan laut dan Zona Ekonomi Eksklusif.
    —————————————————————–

    Eehhhhh…..ternyata kapal.militer boleh beroperasi di ZEE ya.? Menurut salah satu warjager tukang ngepot, ZEE cuma boleh beroperasi kapal Coast Guard doank.
    Apa mungkin TNI gak paham yg dimaksud wilayah kedaulatan dan wilayah berdaulat yaa.? ……xicixicixicixicixi

    Pasti sang maestro kepot gak berani komen nih….. :) :) :)

      • ia tidak masuk wilayah teritorial, tetapi zee sesuai dengan dasar hukum unclos dan UU No. 32 Tahun 2014 negara lain tidak berhak mengelola zee.. ya klu numpang lewat silahkan, Indonesia berhak atas pengelolaa SDA yg ada di ZEE. klu dibiarkan terus bisa jadi suatu saat nelayan bahkan coastguar china bisa sampe ke wilayah teritori Indonesia “klaim”.

      • Mas Ahmad
        Anehnya dimana mas.? Dasar dia mengatakan aneh apa.?
        Menurut UNCLOS 1982, Zona Yurisdiksi Hukum Laut Internasional itu termasuk ZEE, Landasan Kontinen dan Laut Lepas, seperti komen saya diartikel sebelumnya. Artinya pada ZEE tersebut penegakan hukum sesuai ketentuan Hukum negara yg memiliki ZEE (Indonesia). Sementara protap yang mengatur Zona Yurisdiksi ada di Peraturan KASAL (Perkasal) 2009.

          • berani menyampaikan berarti sdh berani mempertanggungjawabkan mas.
            Kalo nda bertanggung jawab setelah menyampaikan nanti kena UU IT. paling tidak ente punya analisa sehingg berani menympaikan argumen itu sebgai komen anda.

          • Jng melintir ngepot klo diskusi mbah. Yg mana komen saya mengatakan peraturan kasal lebih tinggi dari UU.
            Ente paham ndak Zona Yurisdiksi mbah.? Itu dulu deh yg ente pelajari. Kalo sdh ngerti baru lanjut diakusi. Klo blom paham, nanti malah ngepot sana sini…..xicixicixicixicixi

    • Mat pagi bung rusky,,,,sedikit meluruskan, tidak ada larangan atau pun aturan di hukum internasonal yg mengatur atau pun menyatakan bahwa kapal militer tidak boleh berpatroli di wilayah zee’ jangankan di zee di laut internasional aje boleh seperti contohnya kapal TNI AL kita berpatroli di laut internasional LCS untuk menegaskan kebebasan navigasi, kalau pun ada artikel media yg berjudul dunia internasional bingung kenapa TNI al yg berpatroli di zee itu bukan berarti melarang tp karena sebenarnya rutinitas patroli untuk mengawasi dan menindak pelaku ilegal fishing adalah tugas utama coast guard karena ilegal fishing dan pencurian ikan bukanlah tindakan pelanggaran yg dilakukan oleh oknum militer negara lain tp sipil dan coast guard adalah petugas patroli sipil sebuah negara jd intinya militer vs militer dan sipil vs sipil, gk masalah militer menangkap/menindak ilegal fishing atau pencuri ikan pada saat emang kebetulan melihat kegiatan ilegal tersebut, tp intinya bukan menjadi tugas UTAMA militer untuk melakukan ini karena tupoksi kerjanya ada ditangan coast guard, tupoksi kerja yg menjadi tugas utama sebagai rutinitas patroli militer sebuah negara adalah mengawasi kegiatan yg bersifat invasi militer dr negara lain, yg terjadi di zee natuna se olah2 patroli pengawasan ilegal fishing atau pun pencurian ikan menjadi tugas utama militer sehingga memunculkan spekulasi bahwa coast guard kita taringnya patah atau taunya cuman terima gaji doang, main tubruk2an aje kagak berani, atau ada spekulasi karena alasan takut karena kapal coast guard kita kecil2 sihngga tidak berani mengahadi kapal coast guard china yg berukuran destroyer, jangan kan menghadapi kapal china untuk menghadapi gelombang tinggi aja takut, sehingga dibutuhkan kapal2 besar untuk coast guard kita agar meningkatkan mental awak patroli kita main tubruk2an, kejadian kapal TNI AL kita ditubruk kapal coast guard vietnam harusnya jd pelajaran karena ini sesungguhnya kejadian memalukan bagi kita’ kapal TNI al mau balas pun lebih keras seperti ngerudal gk mungkin karena coast guard itu patroli sipil oleh sebab itulah rutinitas memantau dan mendindak ilegal fisihing jangan sampai lg TNI AL yg turun tangan karena mengahadapi kapal2 coast guard negara lain bukan level militer/TNI AL, oleh alasan inilah dunia internasional heran tp bukan ada aturan hukum internasional yg melarang militer patroli di zee.

      • Intinya harus ada reformasi di tubuh coast guard kita dr armada sampai oknum petugasnya, jangan lg ada petugas coast guard bermental taunya terima gaji doang tp ame tugas taunya cuman bilang tatut, kapal2 coast guard kita harus 90m ke atas dan jangan lg pakai kapal2 kecil karena ini berpengaruh ame mental main tubruk2an, kapal2 tni yg sekelas frigate yg pensiun diberikan ke coast guard kita karena biasanya spesifikasinya kuat tuk main tubruk2an sebab hal ini jg dilakukan china sehingga kapal2 coast guard mereka spesifikasinya ada seperti destroyer, jd intinya hal yg terjadi di zee natuna adalah gambaran ketidakmampuan coast guard kita sehingga ada muncul topik yg mengatakan komisi I menginginkan anggaran bakamala/coast guard kita di tingkatkan.

      • bung tungki
        CG itu utk pengamanan sipil makanya CG tidak dibekali persenjataan.
        Sementara penanganan terorisme, pembajakan dilaut itu bukan domain CG. Babak belur kalo CG yg nanganin Terorisme di laut dan pembajakan. Kita lihat saja kasus Teroris Abu Sayaf di Philipina, yg akhirnya dibuat aturan patroli bersama antara TNI AL, TLDM dan Angakatan Laut Philipina, bukan CG nya yg patroli.
        CG RI dan TNI AL sama2 punya tupoksi penyelenggaraan keamanan dan keselamatan di wilayah Yurisdiksi Indonesia hanya bedanya yg satu kearah gangguan keamanan sipil sementara TNI AL pada Terorisme, pembajakan dan ancaman musuh. wilayah patrolinya sama.

        • Mohon di ralat tungkir bukan tungki,,,sebenarnya cg diluar negeri itu dipersenjatai, lha seharusnya itu jd koreksi aturan yg berlaku bagi cg indonesia’ cg seharusnya emang harus dipersenjatai tp spesifikasinya harus dibatasin agar tidak setara level militer, oleh sebab itulah aku mengatakan harus ada reformasi ditubuh bakamala/coast guard kita dr aturan sampai armada agar awaknya patrolinya punya mental yg bagus sehingga tugas2 yg sebenarnya menjadi tupoksi coast guard tidak lg selalu di oper ke TNI AL, lha kalau emang berani jujur pantaskah TNI al sampai turun tangan total tuk tangani masalah ilegal fishing dan pencurian ikan yg terjadi di natuna seperti yg sudah2???? Bukan kebanggan kejadian yg sampai kapal TNI al ditabrak kapal coast guard vietnam, hal2 seperti gk boleh terulang kembali.

          • Aku rasa cg akan mampu menindak kasus2 ilegal fishing atau bajak terorisme dilaut kalau pendidikannya setara dengan kepolisian, status cg dan kepolisian sama kok’ lha kenapa kepolisian mampu nangani terorisme sementara cg berhadapan ame cg negara lain harus minta bantuan militer??? Berarti emang banyak yg salah di cg kita, kita emang butuh reformasi di tubuh cg kita.

          • bung Tungki

            bukan banyak yg salah di CG kita bung, tp aturan yg dibuat utk tertip sipil bukan fokus kpd militer disitu yg membedakan.

            r

          • Itu marga jangan seolah olah mainan karena bukan nyangkut pada ane seorang, orang ngajak diskusi baik2 kok malah melintir agama, emang ente ane apain tong??? Itu justru ada yg salah di cg nya, tertib sipil alurnya sebenarnya udah jelas tp tp pemberdayaan secara maksimal atas tupoksi kerja instansinya tidak berjalan jd seolah olah tumpang tindih.

        • Kata siapa kapal CG gak bisa dikasih senjata, CG pada dasarnya itu komponen cadangan walopun yurisdiksinya dibawah Presiden lewat Kemenkopolhukam. Kapal CG bisa dikasih Cwis dan meriam kal sedang kayak kal 76mm.

      • Izin menambahkan mas. Memang kendala Bakamla adalah jumlah kapal, jika dibandingkan dg cg cina, kalah kualitas dan kuantitas. Oleh karena itu Pengamanan sistemnya kolaborasi Bakamla, KKP, dan TNI AL. Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) RI Laksamana Madya TNI Arie Soedewo mengaku saat in kendala terbesar dari upaya penguatan keamanan dan keselamatan laut yaitu, minimnya armada kapal patroli yang dimiliki Bakamla RI. Padahal jika dilihat dari cakupan wilayah kerja masing-masing zona maritim, idealnya Bakamla harus memiliki 225 kapal patroli baik besar ataupun kecil, sementara kapal yang ada diantaranya enam unit kapal patroli ukuran 48 meter dan satu unit kapal markas berukuran 110 meter serta 15 unit kapal patroli ukuran kecil tipe Katamaran.

      • ZEE itu bukan Wilayah Kedaulatan dari laut teritorial Dhek Ruskye, batas wilayah laut teritorial itu cuman sampe 12 mil laut dari pantai terluar.

        ZEE itu hanyalah wilayah perairan yg diberikan buat suatu negara pantai/kepulauan sejauh 200 mil laut untuk mengelola SDA baik yg ada diperairannya atau kandungan yg ada didalamnya tapi Kapal Asing tetap bebas lewat karena itu tetap laut internasional. Jadi kalo Kapal perang patroli di ZEE malah akan diketawain. Makanya China buat klaim ZEE mereka di LCS cukup ngirim kapal Coast Guard bukan kapal perang. Paham??

        • Dijelaskan jg klo namanya gak paham hukum ya susah. Jd sebaiknya ente pelajari dulu hukum UNCLOS, terus ente baca lg itu UU No. 6 tahun 1996, baru buka Peraturan KSAL Nomor Perkasa/32/V/2009 m, terkhir ente buka UU No. 32 Tahun 2014 sbg pembaruan dr UU No.6 td, baru ente bisa paham apa itu zona Yurisdiksi. Dan knp Kapal militer bisa di ZEE. Dr pd ente ngotot tp gak punya dasar hukum, nanti malah lucu ente mbah….xicixicixicixicixicixi

          • kamu engak jelas dek ya????,dah dibilangin belajar lagi dek ilmu alutsista mu masih cetek sama kaya dek tabok buat malu aja.
            masalah zee itu landasanya hukumnya udah diatur pbb dan internasional,negara hanya buat peraturan yang sesuai dengan landasan hukum tersebut.
            jadi tidak bisa hukum melampaui yurediksi negara bersangkutan.
            wilayah kelautan dan hukum negara kepulawan sudah jelas disana hukumnya.tapi kamu masih cetek ilmu alutsistanya jadi saya sarankan belajar lagi sana.

  2. Utk penegakan hukum dilaut pemerintah indonesia mengakui adanya tumpang tindih kewenangan antara bakamla,kepolisian,dan tni al utk itu saat ini pemerintah sdg sibuk berusaha membenahinya sekalian menyediakan fasilitas dan peralatan yg memadai utk pengamanan wilayah laut nkri.

  3. Kalo menurut Saya, yang terpenting kapal ini bisa fleksibel dalam operasinya, fleksibel ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, dari SAR, Anti Submarine Warfare, Mine-Counter Measure hingga Anti-Air Warfare, otomatis inovasi konstruksi yang perlu diletakan di Kapal ya bisa dibongkar pasang seperti Iver Huitfledt dengan STANFLEX Construction Method dimana AL Denmark sudah mempunyai naval warfare equipment storage yang digunakan untuk membongkar pasang senjata kanon dan rudal diatas kapal.

  4. Spec kapal kaga jelas. OPV tapi ada SSM. Kalo mau kaya malaysia. OPV tapi bisa berubah jadi korvet dalam 1 hari ketika di pasang SSM, RIM-116, dan CIWS (Oerlikon Milenium Gun)

    Untuk anti KS pake torpedo yang dibawa di helikopter

  5. Yang jelas, kalo TNI AL mau segera meremajakan armada tempur utamanya (Korvet/ Fregat), harus dibuat peta jalan postur armada masa depan sekalian ditarget per tahapan produksi kapal minimal berapa banyak, untuk sekadar acuan terdekat.

    AL China saja menjadi AL yang paling produktif didunia dalam memproduksi kapal mengalahkan Amerika Serikat dan Negara NATO lainnya, minimal harus mampu memproduksi setengahnya dari China yang pertahun menghasilkan 10-11 kapal.

    Sumber:
    https://www.iiss.org/blogs/military-balance/2018/05/china-naval-shipbuilding
    https://chinapower.csis.org/china-naval-modernization/

    • gampang kalou mau setengah kemampuan china kita miliki cuma dua sarat
      satu ekonomi sama atau paling tidak setengah ekonomi china.kedua sumberdaya manusia dan infrastrukturny sama atau paling tidak setengah dari china.

    • Tapi kecepatan membangun akan berpengaruh pada kualitas. Liat aja banyak kritik pada Cruiser Type 055 yg baru dibangun. Bagian atasnya cuman pake bahan yg lunak seperti alumunium Alloy yg kalo kena rudal langsung jebol.

      • jangan tanya saya itu bukan urusan saya dek.
        engak ada hubungan bahan dengan kecepatan ploduksi,karna itu desain awal sudah dipertimbangkan,kecuali ada cacat ploduksi.
        pertahanan aktif sekarang jadi ttren jadi jaman pertahanan pasif sudah berlalu,seperti tank dan amornya mulai ditingalkan.

        • Ya mengandalkan rudal AAW untuk pertahanan emang sudah sangat umum, tapi kalo terjadi hal-hal yg tak diinginkan seperti kebakaran misalnya, bisa habis tuh kapal kayak Klewang dulu. Pengerjaannya cepat tapi kalah sama api.

      • Namanya penyempurnaan kan berproses bang, bukannya saya menggurui, tapi bukannya dalam proses membangun kapal ada namanya QC? Apalagi Indonesia dari pengamatan saya untuk proses QC kita lebih ketat daripada China, meski produktivitasan di industri perkapalan dunia kita kalah dari mereka.

        • Sebaiknya tidak membandingkan sesuatu yang tidak memiliki perbandingan aktualnya… sistem quality-instrumen quality-skill dan semua hal yang mempengaruhinya sulit untuk diperbandingkan… karena tidak ada bukti jelas untuk memperbandingkan…
          Jika tidak memiliki bukti perbandingan apapun sebaiknya tidak membuat pernyataan yang memperbandingkan… seperti halnya seolah2 kualitas kapal perang yang kita buat akan lebih baik dari buatan China… jelas tidak seperti itu, karena siapa yang bisa tahu kalau actualnya memang seperti apa…
          Ingat China mampu merestorasi kapal induk yang mangkrak dari era soviet dengan kondisi yang tidak baik menjadi beroperasi resmi… tanpa kualitas yang baik itu tidak akan pernah bisa diwujudkan tentunya didukung keuangan yang luar biasa…

          • Baik mas, terimakasih untuk sarannya, itu tadi ulasan yang saya dapat dari teman saya yang menjadi inspektor klasifikasi yang pernah diminta mengkelaskan kapal di China.

            Memang harus diakui China bisa merestorasi Kapal Varyag dari Ukraina karena AL mereka membeli kapal induk bekas Australia yang punya skyjump, untuk dipelajari layout konstruksinya dan ada kabar memang kalau kapal yang seharusnya di besituakan tahun 1970-1980 iytu masih terlihat hingga tahun 2000an, jadi mereka pun ya tetap belajar dari kapal perang induk bekas RAN.

          • “teman saya yang menjadi inspektor klasifikasi yang pernah diminta mengkelaskan kapal di China”.
            [email protected] minta itu sopo?????
            terus mengklasifikasikan kapal macam apa????
            kapal sipil apa militer????
            kalou militer kok punya akses kesana????.

          • Menambahi komentar “ennox”

            Melakukan klasifikasi tanpa melakukan akses langsung terhadap produk itu hanya akan sebatas asumsi, berdasarkan brosur, atau berdasarkan informasi yang didapatkan dari isu yang mungkin sulit diverifikasi… Jika melihat kejadian nyata adalah, USA butuh mendapatkan pesawat tempur Soviet untuk memahami kualitasnya dengan melakukan inspeksi langsung sehingga mereka mengetahui keunggulan dan kelemahanya… semoga anda paham maksud saya

          • Iya bener…

            Tapi nanti juga lama2 pasti akan semakin berbobot dan lebih akurat…
            Yang penting jangan patah semangat bung…

            Saya juga kadang banyak kesleo kok… Hhhhhhhhhhhhh

Tinggalkan komentar