Pengawak dan Komandan Oswald Siahaan-354 dari Masa ke Masa

Surabaya, Jakartagreater.com   –   Pangarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji menyambut kedatangan para Komandan KRI Oswald Siahaan (OWA)-354 dari masa ke masa. Minggu, 19-1-2020, dirilis Dinas Penerangan Koarmada 2.

Kedatangan para mantan Komandan KRI OWA ke Koarmada II disambut dengan Tari Pendet. Sebuah tarian dari Pulau Dewata Bali yang merupakan tari penyambutan yang melambangkan “Ucapan Selamat Datang” kepada tamu istimewa.

Kegiatan silaturahmi yang digelar di geladak heli KRI OWA-354 yang sedang sandar di Dermaga Madura Ujung, Koarmada II, Surabaya ini dihadiri langsung oleh Laksdya TNI Purnawirawan Abu Hanifah yang merupakan Komandan pertama di KRI tersebut.

Pangarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto menjelasakan bahwa, “Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji pada saat berpangkat Letnan Satu pernah menjabat sebagai Padiv Bahari di KRI OWA-354.

Sebagai yunior dan sebagai generasi penerus dari TNI Angkatan Laut beliau telah mewarisi suri tauladan yang telah mengisi jiwa sehingga terbentuk sebagai perwira yang profesional perwira yang militan yang memiliki dedikasi loyalitas yang begitu diandalkan, sehingga dapat memberi warna memberi nilai-nilai dan suri teladan kepada kita semuanya,” tandas Heru.

Kegiatan ini adalah untuk membangun Silaturahmi untuk membangun kekeluargaan, apa yang telah diberikan oleh para pendahulu kita, kehadiran para mantan Kepala Staf Angkatan Laut yang juga pernah menjabat sebagai Komandan KRI OWA para senior dan para pengawak dari masa ke masa yang telah purna yang begitu besar memberikan pengabdian kepada TNI Angkatan Laut.

Beliau-beliau telah membangun karakter para Perwira Angkatan Laut. Hingga kita bisa menyaksikan bahwa KRI OWA-354 masih dapat meneruskan tugas dan masih memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara yang kita cintai,” ujar Heru-sapaan akrab Pangarmada II.

Tampak hadir para Kasal dan Wakasal dari masa kemasa yang pernah berdinas di KRI OWA dan Kaskoarmada II serta para pejabat utama Koarmada II.

 

Sharing

3 pemikiran pada “Pengawak dan Komandan Oswald Siahaan-354 dari Masa ke Masa”

  1. Ini kapal2 keluarga Van Speijk difungsikan saja terus sampai benar2 sudah tidak mampu berlayar, lumayan buat patroli lepas pantai atau ZEE, senapan mesin berat 12,7 mm nya ganti dengan AK-603 kan lumayan menakutkan. Kalau dengan sangat terpaksa gontok2an itu mah kecil nyali pejuang laut Indonesia mentalnya ndak ketulungan walau sampai titik darah penghabisan, ….sudah diberi contoh sama Komodor Josaphat Soedarso pada pertempuran laut Arafura…pantang mundur walau senjata minim

    • Bukan masalah mental atau pantang mundur bla … bla.. bla…
      Dimana apresiasi terhadap human resources yg ada pada kapal tsb? Memangnya mudah menciptakan awak kapal yg terlatih dan berpengalaman?

      Kapal tuak seperti itu memang sudah layaknya di ganti dengan yg baru karena operational cost yg tdk efisien dan daya deterrent yg tdk maximal.

      • Benar itu bang, setuju …makanya tak perlu lagi berlayar keliling seantero penjuru negeri, patroli saja disekitaran pangkalan2 AL terluar, masih lumayan tuh persenjataannya dan tidak tua2 amat ni kapal kalau hanya utk patroli jarak dekat sekitar ZEE bantu tambah pengawasan dilapangan, toh kita sedang tidak berperang, paling tidak coastguard cina atau vietnam tidak akan nenyepelekan banget2 dibanding saat mereka ketemu Parchim Class

Tinggalkan komentar