Membangun Pertahanan Indonesia Part III

Membangun Sayap Udara Sebagai Elemental Strategi Anti Access Area Denial dalam Rangka mewujudkan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata)

By Sugimura Agato

Jakartagreater.com  –  Angkatan Udara di era modern ini memiliki Tupoksi yang beragam bergantung pada strategi yang dianut oleh berbagai Negara. Posisi yang paling umum khususnya bagi Negara dengan kekuatan militer yang sangat besar, kuat dan maju bagi angkatan udaranya adalah kemampuan mendominasi dan menguasai secara mutlak ruang udara musuh yang dikenal sebagai Air Superiority.

Dengan memanfaatkan senjata dan Alutsista yang sangat canggih dalam jumlah banyak serta penguasaan Situational Awareness yang sangat luas dan terkoneksi maka kesempatan untuk mengontrol kekuatan musuh sekaligus menghancurkannya ada dalam genggaman.

Di sisi lain, angkatan udara bagi Negara dengan kekuatan militer yang lebih lemah sangatlah berguna bagi ujung tombak pertahanan suatu Negara karena fleksibilitas tinggi serta jangkauan yang sangat jauh dengan kesiapan waktu pengerahan yang sangat singkat memberikan kemampuan bagi militer suatu negara untuk menindak sekaligus mengeliminasi ancaman yang datang sebelum sampai di perbatasan baik dari udara, darat dan laut.

Kekuatan udara beserta sistem pertahanan udara jelas menjadi satu kesatuan yang sangat penting untuk menghadapi ancaman yang datang dalam waktu singkat.

Bila angkatan udara bertugas untuk mengeliminasi musuh dari udara maka pertahanan udara bertugas untuk melindungi area sekaligus mencegah khususnya serangan udara seperti misil, Rudal balistik, Drone dan bahkan pesawat udara musuh berikut asset strategis udara musuh seperti pesawat tanker atau bahkan pesawat peringatan dini (AEW&E dan AWACS) yang mungkin luput dieksekusi oleh pesawat tempur kawan.

Pada bahasan sebelumnya kita telah membahas kebutuhan pertahanan udara Indonesia yang didasarkan pada platform laut seperti kapal perang besar dengan kemampuan pertempuran anti udara yang sangat kuat. Kebutuhan ini muncul karena didasarkan pada wilayah Indonesia yang sebagian besar berupa wilayah laut.

Hal ini dibutuhkan untuk menutup celah besar pada sistem Hanud yang dipasang didarat. Untuk melengkapi kemampuan Anti Access Area Denial (AA/AD) sebagai strategi Sishankamrata maka Indonesia perlu menambah sayap udara dengan kemampuan canggih dan persenjataan mumpuni dalam menghadapi ancaman perang modern abad ke-21.

Tahun 2020 ini, Pemerintah Indonesia akan bersiap mengucurkan anggaran belanja militer senilai Rp. 127 Triliun atau lebih dari US$ 9 billions (kurs $1= Rp14,000) dimana sekitar Rp 72 Triliun atau lebih dari US$ 5 billions akan digunakan untuk pembelian sekitar 48 pesawat tempur.

Skema pembelian tersebut apakah akan dilakukan dalam 5 tahun atau langsung dalam satu tahun masih belum bisa dipastikan. Pembelian 48 pesawat tempur tersebut bila mengacu pada konsep AA/AD tentu harus bisa membawa rudal anti udara jarak jauh beserta Rudal serang darat atau anti kapal jarak jauh mengingat wilayah Indonesia yang sebagian besar dikelilingi oleh lautan maka kemungkinan besar musuh potensial juga akan menyerang Indonesia lewat laut.

Ada banyak pilihan pesawat tempur modern yang memiliki kemampuan tersebut. Beberapa diantaranya adalah F-16 Blok 70/72 Viper. F-16 Viper adalah jenis yang paling modern dari semua varian F-16 dengan system terbaru, radar AESA hingga kemampuan peperangan elektronik yang luar biasa dalam menghadapi ancaman abad ke-21.

Indonesia juga telah berpengalaman dengan jenis pesawat tempur ini selama lebih dari 3 dekade sebagai tulang punggung utama TNI-AU.

Harganya yang lebih rendah dibandingkan dengan kompetitor lain sekitar US$ 68 millions serta kemampuan membawa Rudal AAW AIM-120 C5 dan AIM-120 D AMRAAM, Viper mampu menyerang hingga jarak 100 km lebih ditambah kemampuan untuk mengangkut 1 Rudal AGM-158 JASSM atau 2 Rudal AGM-84 Harpoon menjadikan Viper sebagai ancaman yang sangat mematikan bagi musuh mengingat Viper adalah pesawat medium yang lincah, perawatan yang lebih murah, memiliki masa hidup yang sangat lama, penampang radar/RCS kecil hingga suku cadang yang melimpah.

Pilihan kedua adalah Su-35 Super Flanker dari Rusia. Indonesia memang sudah memesan 11 unit Pespur yang dihargai sekitar US$ 103 millions lebih perunitnya yang konon hanya termasuk suku cadang dan senjatanya saja. Su-35 memiliki kemampuan super maneuver tinggi, dan mampu membawa senjata yang sangat banyak di kelasnya walaupun masih kalah dari F-15.

Untuk menghadapi pespur musuh maupun ancaman asset udara strategis jarak jauh Su-35 mampu membawa hingga 12 misil R-77. Kemampuan R-77 mirip dengan AIM-120 AMRAAM. Hanya saja, untuk varian ekspor R-77 masih kalah jangkauan dan masih harus dipandu oleh pesawat yang meluncurkannya.

Itu dibuktikan dari aksi skirmish tahun lalu antara India dan Pakistan dimana pespur Su-30MKI India dengan R-77 kewalahan saat akan menghadapi pespur Pakistan yang meluncurkan AIM-120 AMRAAM.

Rudal yang masih dipandu akan membuat pespur yang meluncurkan harus berada pada jangkauan radar pengendali dan itu artinya Pespur tersebut masih harus tetap mengikuti jalur dan arah peluncuran rudalnya. Ini akan berakibat fatal apabila musuh juga meluncurkan Rudal udara jarak jauh (BVR) dengan kemampuan tembak dan lupakan (Fire and Forget).

Kebanyakan Rudal Barat seperti AIM-120 AMRAAM contohnya mampu melakukan serangan dan Pespur yang menembakkan bisa segera kembali atau mengambil posisi selanjutnya dalam pertempuran berkelanjutan bahkan bila Su-35 dilengkapi dengan radar dengan jangkauan luas seperti Ibris-E sekalipun.

Sedangkan pada jajaran Rudal serang darat dan Rudal anti kapal, Su-35 bisa lebih berbangga diri karena mampu membawa Rudal sedikit lebih banyak dari kompetitor lainnya khususnya kemampuan membawa Rudal Onyx atau Yakhont varian udara mengingat Yakhont adalah Rudal jarak pendek-menengah supersonik dengan jangkauan hingga 300 km untuk varian ekspor.

Berikutnya adalah Dassault Rafale. Pesawat tempur (Pespur) generasi keempat plus dari Prancis ini memiliki kelebihan unik yaitu kemampun untuk meluncurkan misil supersonik dengan hulu ledak nuklir hingga jarak 500 km.

Rafale juga memiliki penampang kecil dan secara teori mampu membuatnya mendekati kemampuan stealth Pespur generasi kelima bahkan dirumorkan mampu menghadapi F-22 yang dikenal sebagai Pespur terbaik saat ini meskipun skenario pertempuran yang dilibatkan tidak dijelaskan secara rinci kepada publik.

Rafale dilengkapi dengan Rudal Mica yang sudah dikenal dan digunakan oleh TNI AL serta Rudal jarak jauh Meteor dengan jangkauan hingga 150 km. Rafale juga dilengkapi dengan Rudal serang darat dan anti kapal Strom Shadow yang memiliki penampang steath dan mampu menyerang hingga jarak 560 km dan mampu membawa hululedak seberat 450 kg.

Dengan harga perunit tanpa perlengkapan tambahan senilai US$ 102 millions, Rafale akan menjadi salah satu pilihan favorit bagi Indonesia.

Pilihan terakhir adalah pesawat tempur generasi kelima paling laris yang ada dipasaran, F-35. F-35 adalah Pespur dengan kemampuan paling mukhtahir khususnya kemampuan stealth dimana penampang Pespur pada radar (RCS) terlihat sangat kecil hingga hampir susah dideteksi secara riil.

Kemampuan selanjutnya adalah berbagi data antar jaringan termasuk dengan Pespur buatan US dan Barat lainnya secara aman dan cepat sehingga bisa membangun kemampuan Situational Awareness yang sangat baik dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

F-35 juga memungkinkan untuk dipersiapkan sebagai Pespur generasi keenam dengan melengkapinya senjata energi seperti laser ataupun bekerjasama dengan drone tempur canggih sebagai loyal wingman. Pada dasarnya sebagian besar senjata Rudal buatan US termasuk yang dipakai oleh pespur generasi keempat juga dipakai oleh F-35 dan bahkan banyak diantaranya telah menjalani pengembangan lanjutan.

F-35 jelas bias menjadi pilihan yang sangat bagus bagi Indonesia mengingat harga yang ditawarkan sangat bersaing dengan harga Pespur generasi keempat sekitar US$ 86 Millions perunit sedangkan kemampuan yang dimiliki jelas menjadi game changer bagi perperangan di masa depan.

Pembelian pesawat tempur bagi penmbahan kekuatan udara Indonesia memang sangat mendesak saat ini Keuntungan bermacam Pespur dari berbagai sumber memang akan membuat musuh potensial sulit untuk mengenali kemampuan dan kekuatan riil dari Angkatan Udara Indonesia.

Hanya saja, penyederhanaan jenis dan sumber pembelian pespur harus diperhatikan untuk menghindari logistic nightmare dikala anggaran yang diberikan tidaklah besar.

Untuk itu Pemerintah Indonesia harus mempertimbangkan dengan cermat pembelian sebelum melakukan eksekusi menjadi nyata sehingga kedepannya Indonesia mampu mewujudkan strategi Anti Access Area Denial secara efektif dan efisien apalagi bila harus melibatkan Alutsista Hanud dan Alutsista strategis kedua matra lainnya baik laut maupun darat sebagai bagian dari Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta.

Sharing

124 pemikiran pada “Membangun Pertahanan Indonesia Part III”

      • Turki yg anggota NATO saja beli S-400, india, china, laos, singapura, Vietnam kita NKRI negara berdaulat non blok bebas mau beli dari mana saja gitu az takut, liat suriah setelah di selimuti pantsir S-300 dan S-400 tidak ada pespur maupun rudal yg menembus nya aman, jgn kayak irak setelah di bombardir merica minyak nya di ambil tapi cuma di kasih payung udara tank abram, tewas tamu kehormatan negara sahabat di negara nya baru mikir mau beli S-400 dari rusia, telat nyesal kemudian, iran punya S-400 dan S-300 maka drone kecil america pun hancur jadi abu.

  1. Kwkwkwkwkwkkk agato sompret bilang su35s kalah ame f15, whattt???? Wooyyy liat fakta, ame su30 aje f15 udah mencret2 minta ampun apalagi ketemu su35 begh perbandingannya 5 f15 : 1 su35s,,,,dasar analisa somplak, f35 hanyalah pespur pembodohan yg endut dan penuh masalah terutama endurens dan kecepatannya yg sesak nafas’ belum lg masalah pespur yg kita beli dr us selalu OMPONG, berapa ente dibayar ame si roti bakrie tuk menyebar analisis bodoh ini???? Kwkwkwkwkkk indonesia gk butuh f35 tp su35s, su35s tangguh dan siap bertarung jarak dekat mau pun jarak jauh’ satu catatat yg perlu ente tempel di otak ente bahwa flanker indonesia tak satu pun ompong dan siap tempur.

    • Tapi kan bisa aja indonesia membeli f35 untuk mendapatkan kunci teknologi siluman untuk kfx/ifx .terus su 35 itu tangguh,blm tentu tangguh bisa aja ada kelemahan contoh nya airframe nya yg lemah,biaya perjam nya aja bisa 500 miliar dan pertarung udara jarak jauh yg lemah

      • America dan sekutu nya saja pusing mikirin F-35 ternyata dgn biaya mahal masih belum sempurna baru nemu 887 item kekurangan F-35 yg perlu segera di perbaiki. Maka america masih mengandal F-15, F-18 E/F, dan EA 18 glower karena belum mumpuni, kalau mau adu pespur siluman min SU-57 VS F-35 jelas dunia pilih SU-57.dan indonesia pasti kebagian SU-57 soal nya negara tetangga laos, vietnam, myanmar sdh order SU-57.

      • Berita terbaru Rusia tawarkan kalau indonesia mau ganti SU-35 dgn SU-57.bisa kenapa tidak itu menhan rusia yg bilang, MIG-35 di pasangi radar AESA tapi jarak tempur nya radius 1000 km hemat mesin tunggal, kenapa SU-35 tdk di pasang radar AESA ternyata radar AESA cuma bisa mengendus terjauh 180 km, radar IRBIS-E bisa mengendus terjauh 400 km. Aneh tapi nyata maka negara Anggota NATO cth: inggris dan jerman buat tempest, pearancis, italia, spanyol buat pespur gen 5, turki dgn T-FX, jepang dgn mitsubsihi nya dan jgn mimpi kita cuma di tawari F-16 yg merica gk pake

    • Pantesan dia lama kagak nongol2 dimari kir….tungkir, rupanya bullian ente ini lg berpikir sangat keras utk membuat tulisan yg cuma begono doank……xicixicixicixi

      Emang bener dia itu somplak kir…tungkir
      Makanya dimanapun dia komen selalu jd bullian netizen. Soalnya komen nya ora mutu banget. Alias jauh dr kualitas. Tp kita harap maklum kir…tungkir, disamping dia sudah tua dan kemampuan berpikirnya sdh lemah. Hanya dng cara spt itu sajalah dia bisa mendapat pundi2 recehan dr junjungan abadinya yg skrng bak cacing kepanansan dipepet china terus….xicixicixicixi

  2. Kalau menurut saya…alutsista yang baik adalah “alutsista yang tidak pernah dipergunakan”….artinya daya deterent senjata itu sendiri sdh bisa mencegah perang…membuat musuh berpikir berkali2 utk memulai permusuhan..
    Jadi fokuslah membangun persenjataan berdeterent tinggi…walau itu smentara, sembari merancang alutsista buatan sendiri.
    Tidak ada perang yang enak, tidak ada perang yg bikin untung..so perang sebaiknya di hindari…waktu digunakan untuk membangun, termasuk didalamnya membangun militer….sampai kita siap!

  3. klo di pikir 2.. su 35 msh generasi ke 4.5 mudah di liat dgn radar.. dgn body bongsor nya.. tp memang mungkin susah utk di hancurkan karena memiliki JAMMER yg kuat..
    tetapi musuh langsung menyadari akan kehadiran pesawat musuh dan terus berusaha menembakan SAM nya ke SU 35..
    Kemampuan Jammer SAP 518 itu sendiri memiliki batasan energi.. klo secara terus menerus di salvo SAM.. saya yakin tdk mampu bertahan juga.. meskipun su 35 juga punya bnyk rudal utk menghancurkan SAM itu sendiri..

    berbeda kasus nya dgn pesawat generasi ke 5 (F22) /(F35) /(J 20) atau Su 57 yg konon katanya susah di lacak radar..
    genre ke 5 akan menghancurkan SAM lebih dulu sebelum SAM itu melihat mereka.. atau pesawat tempur lain nya..

    secara teori di atas kertas bisa menang.. memang di lapangan bisa saja kejadian itu berbalik.. entah karena human error atau cuaca yg tdk bersahabat…
    satu contoh F 35 yg rentan terhadap petir.. atau kasus lain nya…

    • “genre ke 5 akan menghancurkan SAM lebih dulu sebelum SAM itu melihat mereka.. atau pesawat tempur lain nya”
      _________________________________
      Teori yang belum pernah terbukti, sebaliknya f35 adir terlihat di radar sipil.

      lagipula terlepas dari perdebatan senjata apa yang paling bagus, intinya boleh dipake apa enggak, belum termasuk downgrade dan ompong.. AU kita sudah pengalaman di embargo dan di hina. jd pengalaman aja

      • jangan lupa thn 1967 kita juga di embargo unisovet…
        tidak ada makan siang gratis..
        tidak ada teman abadi yang ada teman dgn kepentingan pribadi..
        begitu juga tdk ada musuh abadi…

        hari ini kita bersih tegang dgn china.. kemaren dgn Vietnam.. kemaren nya lagi dgn malay.. Australia.. dsb.

        china pun sudah membuat undang undang embargo utk negara yg membeli alutsista nya tp merusak kepentingan nya…

        pembuktian F35 udah di lakukan oleh Israel memasuki wilayah irah tanpa terdeteksi.. kurang kuat gimana radar Iran…
        hanya saja F35 blm sepenuh nya sempurna kemampuan nya dibandingkan F22..

        dari mana pun alutsista tersebut yang pasti udah di godog oleh pihak Kemhan dan TNI AU sebagai pengguna.. baik segi modal awal.. perawatan.. umur pakai.. ketersediaan sucad.. dan efek gentar yg di timbulkan… serta efisiensi terkait ancaman yg dtg mengingat dana yg terbatas….
        kita cuma ikut ngerecokin di SOSmed. yg blm tentu didengar pendapat nya..

        • Yg namanya embargo tetep saja jd ancaman selama Lum bisa buat sndr. Tp khusus embargo dr Soviet , itu
          lebih karena kita nya sndr yg selingkuh ke Cina yg bikin poros Jakarta peking , sedikit berbeda dgn embargo barat… Karena hamburger nya. Lum LG syarat2… Yg lain sprt senjata yg dibeli tidak boleh di gunakan ke negara ini itu dll.

        • Kita tdk lupa embargo Uni Soviet th 1967 bung.
          Tp kita sdh pernah menjadi lemah akibat embargo AS era 90an.
          Dan sekarang bayang2 itu muncul kembali dng CAATSA nya yg akan diterapkan.kpd pembeli senjata Rusia.
          Artinya hantu embargo AS selalu siap bangkit kapanpun mereka inginkan dan tanpa dasar yg benar2 realistis. Masihkah kita mau terjebak dilubang yg sama tanpa antisipasi apapun.?

          • bukan kah antisipasi itu sudah dirancang dari thn 2010.. dgn membuat MEF.. dan thn 2015 sdh di buat undang undang nya… terkait pembelian alutsista dgn syarat TOT..

            mari kita tengok juga ke thn 1967.. saat kapal perang irian Jaya class butuh sucad.. pesawat2 tempur Mig yg kekurangan sucad akhirnya semua dikanibalkan..
            baik sovet maupun USA .. embargo nya pahit dan bikin sengsara…

            masih mending saat embargo thn1997 sucad F16 kita msh banyak penjualan nya di Black maret… tp utk sucad sovet saat itu tdk tersedia di negara lain…

            USA saat ini butuh dukungan Indonesia terkait LCS.. karena pengaruh Indonesia di ASEAN.. sampai mentri nya minta keringanan utk 3 negara minta USA yg akan membeli alutsista Rusia..

            calon musuh potensial kita bukan cuma AUSI. dan Singapura aja (sekutu USA) .. tp ada china juga yg msh bersinggungan dgn kita yg merupakan musuh potensial mereka juga..

            soo baik Barat maupun Timur sama saja.. yg penting negara kita bisa memanfaatkan nya.. bukan malah di manfaatkan nya..

          • mumpung negara kita lg punya daya tarik terkait konflik di kawasan… mestinya kita bisa memanfaatkan situasi ini… dgn punya daya tawar yg menarik…

            klo konflik nya selesai.. saya tdk yakin Indonesia msh di butuhkan oleh Barat..
            seperti judul yg pernah di tulis oleh bung Diego saat dulu dgn istilah BERSEKUTU dengan SETAN..
            meskipun tidak baik kedepannya tp manfaatkan hasilnya agar kedepan nya lebih mandiri…

            tdk semua teknologi Barat jelek.. bahkan utk urusan umur dan ketersediaan sukucadang Barat lebih unggul dibandingkan Timur… dan bahkan sebagian teknologi dari sekutu Barat lah yang bnyk memberikan TOT kepada kita..
            mulai dari
            LPD BANDA ACEH dari korsel
            KRI martadinata.. dari Belanda..
            KCR 60-40 dari FBR 57 Jerman…
            ANOA dari VAB Perancis..
            Kapal selam dari korsel..
            CN 235 dari Aribus Spanyol..
            Tank medium bersama turki..

            begitu juga Timur.. meskipun umur pakainya pendek.. sucad nya mahal.. dan hanya terdapat di Beberapa negara saja.. tapi kemampuan nya lumayan lebih canggih…
            hanya saja susah utk mendapatkan TOT.
            contoh 1. thn 2010 klo saja Rusia mau memberikan TOT saat pembelian kapal selam kilo class..
            mungkin kita tidak akan memilih changbogo class..

          • Liat konteks alasan embargonya, kalau emang negara kita bener2 melakukan kesalahan fatal ya itu dah resiko diembargo sementara us mau anda benar tp kalau tidak menuruti keinginan us meski pun resikonya anda konyol tetep diembargo, gk sama muatan politisnya antara embargo yg dilakukan us dan uni siovet/rusia,,,us adalah negara yg picik, tamak dan penuh iri dengki.

    • Pakar senjata Rusia bilang F-35 mengeluarkan panas dari jarak 400 km radar irbis-E sdh bisa deteksi F-35 dari gas buang nya (panas) tinggal giliran rudal R-77 jarak tembak 400 km terbaru, apalagi SU-35 di semat kan rudal hypersonic khinzal bisa cari sendiri musuh nya, F-35 menurut pakar militer amerika mahal biaya perawatan nya krn setelah terbang harus di cat lagi, radar sipil pun bisa deteksi aneh tapi nyata, belum 887 kekurangan nya

  4. Apa yang diharapkan dari Sukhoi? Perawatan mahal? Teknologi yang dikunci 2005? Versi pesawat,sensor,dan senjata yakni export?rcs super besar? Umur operasional yang rendah? Tanpa adanya bvr?boros bahan bakar? Sistem pembelian tidak G to G? Segudang masalah lainya? Saya merasa lucu dengan fansboy Rusia? Dalam pikiran mereka pokonya su35 strong,kuat,dan luar biasa tentunya mereka kekanak Kanakan. Lihat India dengan Pakistan pesawat Sukhoi India sudah kewalahan menghadapi pesawat Pakistan? Fansboy Rusia tak lebih seperti anak paud yang tak mau tau. Buat admin saya ucapkan terimakasih atas artikel cukup berimbang.

    • Kenapa yang diperbandingkan yang di India-Pakistan??? bukanya saat itu pespur Pakistan buru2 balik kandang ketika didatangi Sukhoi dan Mirage India??? dimana pespur yang paling paling dekat dengan area tersebut adalah Mig-22 hingga terjadi kondisi dimana Mig ditembak jatuh di wilayah Pakistan karena mengejar F-16 Pakistan yang diaku sebagai JF-17 yang kemudian hari berdasarkan penelusuran oleh USA di pastikan F-16 terlibat dalam insiden…
      Coba cari berita di Suriah dimana F-22 kabur setelah didatangi Su-35 setelah mengganggu Su-25…
      Dan untuk artikel dari bung Agato, jelas saja terlihat kalau beliau masih menjagokan F-35 meskipun jelas2 Indonesia tertarik kepada Su-35 dan F-16V…

    • Coba lu baca tuh pakar militer america menemukan 887 item bermasalah F-35, dan F-35.setelah terbang terjadi pergesakan terjadi keausan perlu di service perlu di cat lagi bahkan byk pespur mereka tdk siap terbang, kurang biaya pemeliharaan. Yg ngomong pakar militer mereka lho

  5. Bhuahahaa fans boy asu kepanasan, mana datanya lebih rumit memelihara flanker su35 ketimbang f35, mana data fix nya kalau teknologinya dikunci 2005, mana merk pespur petarung yg besar yg rcs nya kecil, siapa bilang tak ada g to g dalam pembelian????? Ane yg justru geli liat ente kelonjotan, coba cek link terbaru tentang f35 yg penuh masalah dan umurnya yg diprediksi sangat jauh lebih cepat game dr pada data yg ada’ yg namanya pespur duble engine tu emang boros, bandingkan dengan f15′ kalau pun rafale sedikit lebih irit itu karena kecepatannya rafale yg lemah, beli f16 tp ompong buat apa???? Apakah tujuan f16 kita ntu untuk jd pajangan???? Kalau gk ada g to g maka india gk akan dapat ilmu membangun bersama su30mki, kalau su30mki mereka bermasalah itu resiko mereka karena india memaksakan menggunakan prangkat lunak dan sistem avionic diluar rusia’ ente pikir sembarangan instal perangkat lunak ame sistem avionic ke pespur???? Kalau mig21 india keteter ame f16 pakistan wajar karena mig21 pespur tua, yg gk wajar ntu f16 pakistan jatuh ditembak pespur tua mig21 india, mana link su30mki digunakan saat bertarung dengan pakistan kemaren??? Lha setelah shukoi dipindah ke perbatasan berani gk f16 pakistan main selonong???? Gk usah nyolot, faktanya saat kita menggunakan produk alutsista us/barat kekuatan militer indonesia terjun bebas karena OMPONG dan produk alutsista yg dijual us/barat ke indonesia kwalitas no.3, satu hal yg pasti gk ada negara produsen alutsista menjual produknya sesuai kwalitas dengan versi yg digunakan negara produsen tersebut.

  6. etika berbicara saja tidak baik bagaimana dalam menyampaikan argumentasinya, sebaiknya anda itu belajar dibangku SD dulu belajar adab dan akhlak baru bermain medsos? Sudahlah akui Sukhoi itu tidak layak dibeli? Coba lihat kejadian Natuna kemarin? Apa yang dikirim pesawat super wah Sukhoi yang anda banggakan? Mengapa f16? Jgn bilang oh karena Sukhoi untuk pamungkas dan sebagainya? Itu berkelit kelit kawan? Sudahlah kita sebagai anak bangsa menginginkan yang terbaik untuk bangsa ini? Saya tidak menyalahkan fansboy Rusia atau eropa ya? Silahkan kita berbeda pendapat tapi tetap dibatas2 kesopanan.

    • Lha koreksi dong etika anda apa sudah bener berkomentar, tau apa anda tentang kasus zee natuna???? Emangnya ntu seperti yg ente liat, terlalu banyak muatan politis tentang zee natuna yg dilintasi kapal coast guard china terutama trik untuk merealisasikan impian prabowo meningkatkan anggaran militer menjadi 2x lipat sebab dr kesluruhan anggaran militer saat ini 65% dihabiskan untuk gaji dan tunjangan Tni, kenapa kok f16 yg ompong dikerahkan ke natuna kemaren???? Pespur ompong kok dikirim ke natuna, seharusnya anda sudah dapat jawabannya dr sini,,,f16 yg dikirim karena potensi bentroknya 0% alias tidak ada sama sekali dan ongkos patroli dengan ruang udara natuna yg sekedar patroli untuk memuluskan rencana wowo emang cocoknya ya f16, moso harus kirim flanker yg tidak ada potensi bentroknya’ emangnya kalau gk ada drama zee natuna kemaren dewan dan pemerintah mau sesibuk sekarang mempercepat akusisi alutsiata, mengkaji dan memikirkan anggaran militer kedepan agar bisa 2x lipat sesuai keinginan prabowo, anda harus bener2 detail melihat kasus zee natuna.

      • Bukan suatu etika yg baik memilintir fakta dan data hanya karena anda pro us, moso ente bandingkan biaya oprasional dan perawatan f16 yg single engine ame flanker yg duble engine’ noh liat data f35 meski single engine biaya oprasional tinggi karena boros, bandingkan biaya oprasional dan perawatan flanker itu harusnya ame f15, rafale, typhoon, f22 yg emang duble engine itu baru bener,,,buka mata anda bahwa sejak indonesia menggunakan produk alutsista us/barat kekuatan militer indonesia terjun bebas karena emang sengaja mereka lemahkan agar bisa sumber daya alam (sda) indonesia mereka kuras leluasa, ini fakta dan bila anda beropini lari dr fakta berarti komentar anda tidak beretika karena telah menyebar opini pembodohan.

    • Kenapa bukan Sukhoi yang dikirim ke Natuna??? ini jelas ada hubunganya dengan geo politik… kalau yang dikirim Sukhoi, China juga memiliki Sukhoi… jika terjadi perseteruan maka secara geopolitik tidak ada keuntungan yang didapatkan karena Russia jelas tidak mau mencampuri urusan luar negeri negara pembeli alutistanya… berbeda dengan jika yang digunakan F-16, jika sampai ada intrik maka secara geopolitik akan ada kemungkinan negara2 barat akan memberikan dukungan kepada Indonesia…
      Anda mesti banyak memahami strategi perang, perang tidak hanya masalah kekuatan utama yang dikeluarkan, tetapi juga masalah strategi dan juga efek geopolitik yang bisa mendukung untuk memperoleh keunggulan…
      Sukhoi tidak layak beli??? anda mesti membaca kembali bagaimana pengaruh penempatan Sukhoi di Makassar, disana adalah area dimana banyak pespur atau pesawat yang melanggar garis batas wilayah Indonesia… dimana sekarang ini makin menurun untuk aktivitas pelanggaran batas wilayah udara oleh pesawat tanpa ijin…
      Anda juga mesti melihat kembali mengapa USA mau menjual AMRAAM yang notabene mesti mendapat persetujuan senat untuk penjualanya… itu juga salah satunya karena rudal yang dimiliki Indonesia yang terkait dengan Sukhoi yang lebih komplit daripada pespur barat seperti F-16 dan Hawk atau F-5…
      Keberadaan Sukhoi berawal dari keterpaksaan karena embargo militer USA dan berimbas kepada pespur buatan Eropa, setelah mengoperasikan dan merasa cukup mumpuni akirnya lini pespur kelas berat Sukhoi terus dipertahankan…

  7. Semua pesawat tempur itu ompong, karena memang tidak ada giginya.
    Bahkan super tucano yang terlihat bergigi tajam ternyata hanya pola gambar catnya saja.

    Jadi jangan lagi berani mencela pesawat ini ompong pesawat itu ompong. Sebab semua pesawat tempur memang ompong dan tidak ada giginya.

    Mereka yang menyangkal kebenaran yang hakiki tentang semua pesawat ompong ini perlu dipertanyakan pelajaran biologinya dulu bagaimana.

    Sekarang tentang pesawat tempur bikinan Rusia memang kualitas dan servis purna jual perlu dipertanyakan. Buktinya punya India jatuh, punya Malaysia tak dikirim sparepart, 4 sukhoi kita dulu pun bertahun2 tak bisa terbang akibat nabrak burung, sampai harus dibawa ke Belarus sehingga baru bisa terbang lagi sekitar 2 – 3 tahun kemarin.

    Sekarang ini bahkan negeri2 eropa timur seperti Polandia, Bulgaria ingin mengganti dari pesawat tempur buatan Rusia ke pesawat tempur buatan Amrik. Bahkan Belarus, negara sahabat sangat karib Rusia, juga berminat mengganti pesawat tempurnya dengan buatan Amrik. Sebaliknya terhadap pesawat Rusia, Belarus mengkritisi sangat keras.

    https://defence-blog.com/news/russian-su-30-fighter-jets-criticized-by-belarus-they-want-f-16.html

    Satu-satunya alasan yang dapat diterima kalo kita beli Su-35 adalah supaya kita bisa tahu cara menghadapi Cina andaikata Cina sedemikian agresifnya terhadap kita.

    • Andrey Porotnikov, BelarusSecurityBlog’s project leader…….

      Perasaan ini berita lama yang diungkapkan oleh pengamat militer di Belarus, yang membandingkan pespur Sukhoi dan F-16 terutama dari biaya perawatan operasional dll… tidak membandingkan dari sisi kemampuan tempur nya…
      Wajar jika pengamat militer menyampaikan apapun pendapat mereka, tetapi jelas itu bukan representatif dari sudut pandang pemerintah Belarus sendiri terutama dari badan militer mereka… Dengan memburuknya hubungan Russia – Ukraina Belarus mendapatkan keuntungan untuk melakukan upgrade atau perawatan pespur Sukhoi di luar Russia, dan jelas itu tidak akan mereka dapatkan jika mereka beralih menggunakan pespur buatan USA yang jelas akan memutus hubungan mereka dengan Russia…
      Indonesia pernah mengalami bagaimana sulitnya ketika mengalami embargo militer baik dari Sovyet maupun USA, sehingga memiliki pespur buatan keduanya memberikan nilai lebih untuk kelangsungan kemampuan tempur… itulah mengapa Indonesia mengoperasikan F-16 dan juga Sukhoi, yang pada akirnya alasan pembelian Su-35 adalah lebih karena pengalaman mengoperasikan Sukhoi dan jelas bukan karena msalah dengan China, Indonesia berencana membeli Su-35 sebelum bersitegang dengan China masalah Natuna…

      • Makanya pelajari sejarah dan lakukan analisa…
        Malaysia dulu adalah negara yang mengoperasikan pespur unggulan di Asia tenggara selain Singapore… Malaysia memiliki F-18 Hornet dan satu2nya di Asia tenggara, memiliki Mig-29 dan sangat mengherankan karena Malaysia itu jelas identik dengan barat… ketika Indonesia memutuskan membeli Su-27 dan Su-30 5 biji dalam keterbatasan karena embargo dan kondisi ekonomi yang morat marit Malaysia langsung membeli 18 unit… itupun bukan versi Su-30K tetapi Su-30MKM yang merupakan varian yang sama dengan yang dimiliki India Su-30MKI… diera dimana Malaysia jaya dengan minyaknya maka mereka jumawa tetapi ketika terjadi degradasi nilai jual minyak dunia karena krisis di Suriah akirnya Malaysia keteteran secara finansial untuk merawat dan mengoperasikan pespur mereka… Mig-29 retired dan Su-30MKi hanya beberapa unit yang mampu operasional…
        Kondisi yang sekarang bertolak belakang karena Indonesia ingin membeli Su-35 dan F-16V sedangkan Malaysia hanya akan membeli pespur ringan sekelas FA-50 yang sampai sekarang simpang siur… dari sebelumnya padahal ingin membeli Rafalle
        India tidak akan kapok karena satu2nya platform yang bisa membawa rudal Brahmos adalah Sukhoi…

  8. Nah kan agak enak komentarnya dari sebelumnya yah okelah??,Anda sudah melakukan research sebelumnya dari informasi publik yang tersedia?

    Su-35 versi lokal tanpa canard, bukan yang Versi Export Downgrade, mulai pertama mengudara tahun 2007.

    Ini artinya semua tehnologi yang dipasang sudah harus difinalisasi dahulu sebelumnya.

    Kontrak produksi pertama ditandatangani tahun 2009 dengan Kremlin untuk 48 pesawat. Produksinya juga terlihat seret. Pesawat pertama baru selesai produksi tahun 2013 (4 tahun setelah order), dan unit terakhir baru selesai produksi tahun 2016.

    Kremlin baru menyatakan Su-35S siap operasional di tahun 2016.

    Nah, antara tahun 2007 sampai dengan 2016, apakah anda pernah mendengar pesawat inferior ini mendapat incremental upgrade seperti pespur Barat?

    Jawabannya, tidak ada upgrade di masa itu, dan tidak ada upgrade lain yang direncanakan di masa depan.

    Pada bulan Agustus-2017, AU Russia menyatakan sudah sangat puas dengan performa Irbis-E PESA radar.

    Angkatan2 Udara negara tetangga kita, seperti Australia, dan Singapore saja tidak setuju.

    Keduanya sudah mengoperasikan pespur dengan AESA radar sejak sebelum tahun 2005, atau bahkan dari sebelum Su-35 mulai diproduksi.

    Alhasil, ya, demikianlah.

    Keterbatasan finansial, desain, tehnologi dan industri pertahanan Russia menunjuk tidak ada tehnologi paska-2005 yg masuk ke dalam Su-35S.

    Su-Flanker (semua versi) sebenarnya tidak pernah dirancang untuk bisa terus di-upgrade bertahap spt pespur Barat.

    Sepanjang masa perang dingin juga sudah terlihat kok.

    Kalau ada upgrade, versi baru dari MiG-21, atau MiG-23 akan mulai diproduksi.

    Pesawat dari batch sebelumnya? Ya, tidak bisa di-upgrade.

    Tentu saja sekarang, dengan anggaran pertahanan yg hanya 1/6 ukuran masa Soviet, dalam tekanan ekonomi / korupsi internal, dan embargo tehnologi Barat sejak 2014; dengan sendirinya kemampuan dan tehnologi Russia sudah semakin melemah.

    Dengan semua keterbatasan ini, AU Russia skrg dipaksa mengoperasikan pespur yg biaya operasionalnya 20x lipat MiG-21, dengan anggaran yang juga jauh lebih kecil daripada di jaman Soviet.

    Inilah kenapa… Su-35 itu bertehnologi kuno.

    • Bukanya terbalik??? atau memang dibolak balik???
      Sukhoi mengalami era keemasan ketika muncul Su-27… dan pengembangan paling efektif adalah ketika terus berevolusi dengan platform yang hampir sama dengan kemampuan yang terus semakin baik dan mumpuni… ini juga berlaku pada F-16 sampai dengan F-16V… hal yang sama dengan hampir semua pespur di dunia…
      Kalau anda bilang kuno maka hampir tidak ada pesawat tempur mutakir akir2 ini kecuali F-35 dengan platform yang benar2 baru dan jangan salah karena mengalami kemunduran dari target awal hingga saat ini belum masuk fase yang benar2 memuaskan…
      Jika ditelusur justru ada kegalauan berat bagi USA dimana project F-35 tidak moncer2 amat, sedangkan platform lama seperti F-15, F-16 dan F-18 mungkin sudah di penghujung era kejayaan karena sudah tidak banyak pemutakiran yang luar biasa..
      Pespur Eropa seperti Typhoon atau Eurofighter juga dimasa penghabisan… Rafale mungkin salah satu platform yang masih bertahan dan unggulan tetapi sangat mahal…
      Gripen mungkin mendapatkan angin dari kerjasama dengan Brasil tetapi praktis ya hanya berhenti disitu saja…
      Saat ini eranya adalah era Drone… sistem pertahanan udara dan rudal serang jarak jauh, dan terkair rudal Hypersonic, untuk yang terakir rudal Hypersonic praktis Russia berada didepan….
      Jika anda bilang Su-35 berteknologi kuno, begitulah sebagian besar pespur didunia, karena teknologinya dikembangkan puluhan tahun sebelumnya… jadi mana yang anda anggap pespur generasi baru???

  9. Sepertinya agen2 sales rusia mulai kepanasan jika angan2 pesawat ntah berantahnya jika gagal??, pesawat lewat agen rawan korupsi cuy ?? eh ingat G to G dalam proyek Sukhoi tidak murni G to G ya cuy ??, lihat pemerintah kita saja males kelihatannya dengan mengulur ulur waktu pembelian? Kenapa? Ya karena sudah tau manfaat ya kan? Dengan alesan imbal dagang pula penentuan nilai jual komoditinya pula??? Sama kasus dengan KFX dan IFX ulur2 terus karena tau ZONG BESAR dalam proyek ini? Minim manfaat dengan biaya yg super besar? Tapi inilah peninggalan pemikiran dan kontrak diatas putih masa lampau dari orang terdahulu yang merugikan negara!
    Sangat menggelitik jika su35 Indonesia harus berhadapan dengan SU35K PLA-AF??? rontok semua Sukhoi Indonesia ?? macam mana pacik??

    • Coba ente sebutkan yg murni G to G dr belanja alutsista dr barat.? Pembelian heli Apache apa itu G to G.? Pembelian rudal Exocet apa itu G to G.? Justru jika kita ekspor senjata itu yg G to G krn sampai saat ini pabrik senjata di Indonesia milik negara. Dng metode imbal dagang itu artinya kita tdk perlu menggunakan cash money, namun cukup komoditi ekspor yg bisa diterima dinegara tersebut yg kita sodorkan. Ini bukti keberhasikan kita mendongkrak ekspor negara. Itu dulu yg pertama hrs ente jawab.

      Yg kedua, justru kebijakan masa lampau yg menyelamatkan industri persenjataan dalam negeri. Dng peraturan kebijakan TOT, kita bisa buat PKR Sigma, LPD, Kasel,. Pandur dan Tank Medium dng melibatkan industri pertahanan dalam negeri. Pekembangan yg sangat pesat hanya dalam kurun waktu 12 tahun terakhir.

      Yg ketiga. Kasus IFX adalah berangkat dr ambisi agar Indonesia bisa menguasai teknologi pembuatan pesawat tempur. Itu dulu nawaitunya. Jd wajar jika berjalannya waktu perlu ada yg disempurnakan aturan main dan kontrak kerjanya. Itu bukan hal salah. Segala sesuatu.pasti ada penyempurnaannya setelahnya. Problem mendasar kita adalah awam dlm pembuatan pespur dan teknologinya. Ada yg mengajak kerjasama, itu suatu keuntungan bagi Indonesia.
      Adapun negosiasi ulang yg terjadi, itu dilakukan agar kita jg terlibat dlm pembuatan suku cadang, bukan cuma merakitnya doank. Agar kedepannya ketergantungan suku cadang semakin kecil.

      Su35 TNI dan Su35 China.
      Ente pernah baca berita F16 Turkey vs F16 Yunani yg notabene keduanya adalah anggota NATO. Ente runut itu peristiwa dogfight mereka beserta skor masing2.
      Lalu ente apa sdh baca Latihan tempur SU27 (KW) China VS Gripen Thailand.? Yg berakhir Sukhoi KW China babak belur dihabisi Gripen Thai.

      So…..dasar apa ente ke PeDe an mengatakan Sukhoi Indonesia bakal rontok semua.?
      Man behind the gun broo yg harus ente ingat. Baca lg insiden bawean

      Jd saran saya ente mending baca berita yg lebih banyak lg biar wawasan ente gak cupu macam skrng. Atau minta ajarkan mbah gatol yg sealiran dg ente, krn ilmu dia sedikit diatas ente. Sesikit aja sih gak banyak…..xicixicixicixi

      • Ada satu lagi bung Ruskye

        Kalau Sukhoi Indonesia rontok semua lalu menurut dia mesti dihadapi dengan apa??? dia ini parah banget looo… cuma bisa menilai negatif tapi tidak ada solusi… memangnya Su-35 China mau dihadapi dengan F-16??? atau dihadapi dengan F-35 (kalau dia mengikuti saran bung Agato)…
        Su-35 vs F-22 di Suriah saja kabur kok itu F-22…

        Sepertinya dia ini fans berat DR, gaya2nya mirip… mungkin menurut dia untuk menghadapi Su-35 ya dengan Gripen sebagai pespur super… yang mampu merontokan semua pespur unggulan di Dunia bahkan bisa melakukan intercept rudal balistik…

    • Rusia kasih rudal hypersonic khinzal di SU-35 raja nya rudal dunia, terakhir malah mau di sematkan rudal tzirkon. Cobra pughacep bisa kan, kenapa america beli SU-27.dan MiG-29 krn merica pusing mau buat pespur tandingan F-35.produk bermasalah pakar militer america bilang di temukan 887 item kekurangan dari F-35 dan setiap habis terbang harus di servis dan harus di cat ulang skrg byk pespur mereka gk bisa terbang kurang ongkos pemeliharaan, maka nya mereka cuma andal kan drone MALE

  10. Gripen dilawan??? pesawat canggih Swedia dilawan wah2 su35 Indonesia juga jadi rongsokan terbang juga nih??? ,oh iya udah tau belum menurut pilot legend AU Indonesia Sukhoi itu pesawat tidak layak pakek banget??? haaa yang ngomong pilot AU Indonesia loh??? Menurut kesimpulan aku loh?? ayo fansboy Rusia yang cuman bisa marah dan jelekin si Mimin ??? , mau ditampilkan kehebatan rusia tapi ngamuk kalo ada yang dikritisi ??? kekanak Kanakan. Adil dikitah wahai fansboy rusak eh Rusia? Wkwkw UPS aku bukan fansboy mamarika ya :p

    • Pilot yang mana, namanya siapa dan beritanya dimana… belajar dulu sama bung Agato… biasakan memuat berita yang menyebutkan sebuah statement disertai dengan bukti otentik… tidak hanya asal cuap2 saja…
      Jelas2 Pilot yang pernah mengawaki F-16 dan Sukhoi menyatakan kedua pespur memiliki karateristik sendiri… dimana Sukhoi di nyatakan memiliki kemampuan manuver yang sangat baik terutama dikecepatan rendah yang tidak bisa dilakukan dengan F-16…
      Gripen??? coba saja sebutkan dimana kemampuan Gripen benar2 teruji… kalau hanya menyebutkan data seperti promosi obat jelas itu sangat tidak relevan… dan yang paling rumit adalah USA termasuk penyuplai part vital untuk Gripen, seperti kejadian ketika Argentina akan membeli Gripen, di blok oleh Inggris yang memiliki sejarah perseteruan dengan Argentina….

    • Gripen di negara anggota NATO saja tidak laku maka nya negara2 anggota NATO tdk puas dgn pespur yg ada mereka liat inggris buat tempest, jerman, perancis spanyol buat pespur baru, bahkan turki buat T-FX kerjasama dgn inggris krn mereka tdk tau pespur mereka yg ada gk bisa imbangi buatan rusia SU-35, MIG-35, SU-57 dan MIG-41

  11. Tidak tahukah anda, bahkan untuk Su-27/30 Kommercheskiy di Sku-11 yg sekarang saja Indonesia sudah harus membayar biaya operasional yg lebih mahal daripada F-22?

    Dengan biaya $34,782 di tahun 2014 (belum termasuk biaya perbaikan mendalam 20 bulan), kita sudah melebihi biaya F-22 yang hanya dikisaran $33 ribu.

    F-22 tentu saja pesawat supercruising stealth dengan AESA radar.

    Su-27/30 Kommercheskiy di Sku-11 secara tehnis sudah kuno dari sebelum keluar pabrik.

    Su-35 tentu saja terjamin…. jauh lebih mahal lagi.

    Ini karena su-35 itu hewan langka yg jumlah produksinya saja belum mencapai 100 unit.

    Padahal su-27kuno sudah diproduksi dalam jumlah 800 unit sejak tahun 1985… itu saja masih $34,782 di tahun 2014 (b3lum termasuk semua).

    Su-35Versi Export tentu saja spare partnya akan berbeda lagi dengan versi lokal.

    Edisi Spesial negara komunis, spare partnya akan berbeda lagi dengan versi export RRC.

    Belum lagi menghitung su-35 sudah menambahkan kerumitan yang tidak diperlukan.

    Thrust-Vectoring itu TIDAK RELEVAN dalam pertempuran udara. #senyum dulu ah haaa???

    • Ini juga lebih absurb… membandingkan dengan F-22 yang jelas saja sulit untuk diverifikasi besaran biaya operasional dan perawatan yang dilakukan… Sukhoi jelas tidak hanya dilakukan perbaikan tetapi perawatan dan upgrade… sedangkan F-22 lihat saja sejarahnya kapan pesawat tempur ini rilis… terbang perdana 1996 dan mulai produksi kisaran pada 1996 (siapa yang sebenarnya lebih kuno), bahkan dari 700 lebih akirnya hanya 180an yang dipesan…
      Dari sini saja sudah ketahuan kalau aneh jika biaya perawatan dan operasional F-22 lebih murah, dari mana hitung2anya???
      Sekarang sebutkan saja mana pepsur yang lebih mutakir??? jika menilik dari sejarah pembuatan pespur tersebut… jangan asal cuap mencap kuno sedangkan F-35 itu juga diperkenalkan di tahun 2006, sehingga itu juga pesawat tempur yang dikembangkan di tahun 2000an…
      Su-35 langka karena hitung2an anda lalu pesawat tempur apa yang tidak langka??? F-16??? F-15??? atau F-35??? USA menekan negara2 sekutunya untuk membeli F-35 sehingga menaikan nilai jumlah produksi…
      Thrust Vectoring Tidak Relevan???? serius??? bahkan F-22 itu mengunakan Thrust Vectoring… yang fungsi utamanya adalah untuk kemampuan supermanuver, secepat mungkin merubah arah pespur ke target… saya sangat heran ada yang memiliki pendapat TVN itu tidak relevan, belajar dari bung DR ya??? memangnya untuk manuver lalu hanya mengandalkan sayap gerak saja???
      Su-35 tidak akan mempersulit apapun bagi Indonesia karena memang sudah menggunakan termasuk perawatan…
      Masalah versi Export, sebutkan saja pespur mana yang tidak memiliki vitur versi Export??? Gripen??? selama ini hanya Gripen nya bung DR yang koar2 kalau Gripen itu bukan versi Export ada ToT dan lain2 yang super… padahal kenyataannya coba saja cari/googling mengenai teknologi di dalam pespur Gripen, itu dalemanya gado2… mesin dari USA dan beberapa lagi… Hanya negara bodoh yang menjual teknologi militer secara utuh kepada negara lain selaku pembeli… bahkan USA juga menjual versi Export kan???

      Seperti nya ini dari kalangan DR mania… ngeyel2nya hampir sama, dan cara membuat argumentasi hanya sepihak dan sangat tidak berimbang… hanya saja tidak pede untuk pamer kalau fans berat Gripen

        • Hla gimana lagi… kalau dibiarkan kasihan looo… dia merasa pendapatnya super, padahal superbusa….
          Biar dia mendapatkan pencerahan sehingga bisa lebih bijak

          Saya jadi ingat sama bung Agato… dia menuduh saya sales Rosonboron, padahal saya hanya ingin memberikan perbandingan saja supaya siapapun tidak asal mencap jelek sesuatu tanpa berusaha melihat sisi baiknya… bahkan bisa jadi yang di cap jelek itu ternyata sama baiknya atau lebih baik dari yang di banggakanya…

          Tidak ada yang sempurna, ada plus minus ada keunggulan dan ada kekurangan dan itulah kehidupan, jadi sangat tidak relevan jika hanya menyatakan sesuatu buruk tanpa memperhatikan sisi baik dan keunggulanya…

    • Yang jelas indonesia sudah pesan SU-35 1 skuadron ganti kan F-5 tiger dan sudah tanda tangan kontrak jual beli. Faham kalau belum faham juga sekarang pilot nya lagi di latih di rusia buat bisa bawa pulang SU-35. Koment apa pun tdk bisa batalkan teken kontrak tanda tangan jual beli deal.

  12. Anda saja tidak tau tentang pilot Indonesia ???, sudah kepanasan sana sini???                            
    Seorang purnawirawan TNI Angkatan Udara berpendapat bahwa jangan terlalu besar memberi harapan terhadap jet tempur Sukhoi Su-35 Flanker E. Ada empat alasan yang dikemukakan Marsdya TNI (Purn) Eris Heriyanto terkait pendapatnya tersebut.

    Alasan pertama, alumni Akademi Angkatan Udara tahun 1976 ini mengatakan bahwa platform Su-35 merupakan pengembangan dari jenis sebelumnya, yakni Su-27 Flanker. Seperti diketahui, Su-27 merupakan jet tempur generasi ke-4, sementara Su-35 generasi 4++. Akan terkesan tanggung bila Indonesia mengakuisisi Su-35, karena jet tempur generasi ke-5 dengan kemampuan siluman telah hadir.

    “Kemampuan platform ini (Su-35) bagus dikecepatan rendah dan stabilitasnya,” imbuh Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional periode 2006-2007.
    Walaupun kondisi perekonomian Indonesia saat ini mengalami degradasi ketimbang sejumlah negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, mungkin pemerintah perlu mempertimbangkan kembali untuk memperkuat TNI AU dengan generasi pesawat yang superior pada era sekarang seperti jet tempur generasi ke-5 yang berkemampuan siluman dan memiliki radar aktif.

    Alasan kedua, dari segi avionik Flanker E hanya didukung radar pasif PESA (passive electronically scanned array). Padahal jet tempur sekelasnya seperti Saab JAS 39E/F Gripen, Dassault Rafale, dan Eurofighter Typhoon telah dilengkapi radar aktif AESA (active electronically scanned array).

    “Avionik memegang peranan yang sangat penting bagi pesawat tempur, khususnya radar. Radar yang ada di Su-35 bukan EASA radar, namun pasif scanned array (PESA) yang mana akurasinya jauh dari EASA radar,” jelasnya.

    Mantan pilot penempur F-16 Fighting Falcon dan F-5 Tiger II TNI AU dengan callsign “Mustang” ini menerangkan, pada pertempuran udara modern, siapa yang mendeteksi lebih dulu dialah yang memperoleh kesempatan memenangkan pertempuran lebih besar.

    Alasan ketiga, pria yang masih aktif menjadi anggota Tim Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) ini menjelaskan bahwa bentuk Su-35 lebih besar dari pesawat tempur sekelasnya, sehingga akan mudah terdeteksi pesawat lawan.

    Terakhir, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan ini menilai dukungan logistik pesawat buatan Rusia tersebut sangat mahal.

    “Selain itu, kelemahan pesawat Rusia adalah logistic support yang sangat mahal (life cycle cost). Dengan pertimbangan-pertimbangan ini, kita tidak bisa menaruh kepercayaan terhadap Su-35. Masih jauh dibandingkan dengan kemampuan pesawat F-35 yang dimiliki tetangga-tetangga kita,” tandasnya.
    Sebagai informasi, Sukhoi Su-35 Flanker-E atau Super Flanker merupakan pesawat jet tempur multiperan kelas berat buatan Rusia yang memiliki jangkauan lebih luas dari Su-27. Su-35 dikembangkan dari Su-27, dan awalnya diberi nama Su-27M. Pesawat ini dikembangkan untuk menandingi F-15 Eagle dan F-16.

    Karena kesamaan fitur dan komponen yang dikandungnya, Su-35 dianggap sebagai sepupu dekat Sukhoi Su-30MKI, sebuah varian Su-30 yang diproduksi untuk India. Pesawat Su-35 perdana kemudian dikembangkan lagi menjadi Su-35BM, yang memasuki deretan produksi sebagai Su-35S untuk AU Rusia.
    Nah Lo??? Lo mau bantah Lo lulusan apa? SMK apa SMA otomotif gitu???? Abang fans Rusli? eh Rusli?? senyum dulu ah ??

    • Berita terbaru Rusia tawarkan kalau indonesia mau ganti SU-35 dgn SU-57.bisa kenapa tidak itu menhan rusia yg bilang, MIG-35 di pasangi radar AESA tapi jarak tempur nya radius 1000 km hemat mesin tunggal, kenapa SU-35 tdk di pasang radar AESA ternyata radar AESA cuma bisa mengendus terjauh 180 km, radar IRBIS-E bisa mengendus terjauh 400 km. Aneh tapi nyata maka negara Anggota NATO cth: inggris dan jerman buat tempest, pearancis, italia, spanyol buat pespur gen 5, turki buat T-FX, jepang buat pespur gen -5 kenapa kenapa merica beli SU-27 dan mig 29 dari ukraina krn merica mau cari ilmu dari situ, Tp gk dpt. F-22 cuma di pake merica dan tidak di jual krn mahal nya biasa perawatan lebih dari separoh armada nya tidak siap terbang

    • Nah kan kelihatan sekali kalau beliau ini tidak paham sama sekali dengan Sukhoi… mengapa ada Su-30MKI??? mengapa disebutkan sepupu dekat Su-35??? jelas saja baik Su-27/Su-30/Su-35 adalah sepupu karena memang dari basic platform yang sama, bahkan Su-34 juga menggunakan basic platform dari Su-27… lalu apakah semuanya sama??? ya jelas beda… mesin berbeda meskipun versi terbaru kemungkinan besar bisa diaplikasikan ke versi body lama, dan itulah keuntungan menggunakan basic platform yang sama… Sistem avionic terbaru bisa di jadikan untuk upgrade pesawat lama… dan seterusnya… Itu juga dilakukan pada varian F-16 yang bisa ditingkatkan meskipun ada keterbatasan karena versi awal tidak mungkin di upgrade ke versi terbaru karena design dan tata ruang pespur…
      Teknologi itu selalu berkembang, dan ketika perkembangan yang diaplikasikan menjadikan peningkatan yang sangat krusial maka untuk mempermudah untuk membedakan dengan platform sejenis sebelumnya dengan inisial atau penamaan… itu berlaku untuk banyak pespur di dunia… termasuk dengan F-15 dengan varian A/B/C/D… atau ketika sangat ekstrem diberikan nama F-15X… begitu juga dengan F-16, varian A,B,C,D kemudian terakir F-16V…
      Anda ini sebenarnya paham nggak sih???

  13. Fansboy Rusia mesti koar2 hanya Rusia yang setia bela Indonesia ? harga mati ?? jika China lawan Indonesia masih yakin kah? Dan anti mamarika dkk??? Sebenarnya Rusia itu Masih menyimpan Dendam Luar Bisa kepada Indonesia karena Membubarkan PKI, dan Hibah 13 biji MIG 21 ke AS.

    Sebenarnya Uni Eropa Lah yg berjasa menyelamatkan PTDI yg saat itu sedang mengalami kebangkrutan, Dan juga memberikan banyak ToT alutsista ke Negara Kita yg dimulai dari ToT senjata FN FNC yg saat ini menjadi SS1 sampai kapal Frigat PKR??? adil dikit ngpa fansboy Rusli???

    • Makin ente ngoceh banyak, makin menjelaskan kedangkalan cara berpikir ente…..xicixicixicixici
      Fans boy gripik sesat…..xicixicixicixi

      Wajar klo fans boynya pada frustrasi krn kaleng kerupuknya gak laku di jual….xicixicixicixicixi

    • Tidak ada yang gratis didunia ini… menadapatkan ToT ya karena kita melakukan sesuatu, entah membeli lisensi atau karena kerjasama, atau karena pembelian negara yang mensyaratkan adanya ToT… itu contoh kejadianya salah satunya ya SS1, kapal dan lainya…
      Anda mestinya tahu kalau PT.DI sendiri sendiri juga kadang mengecewakan, salah satunya ketika Helicopteryang dipesan dan dirakit di PT.DI tidak bisa ontime, dan bahkan pengiriman sangat terlambat…
      Justru bukanya persyaratan pembelian Su-35 yang sudah mensyaratkan ToT atau paling tidak imbal dagang sudah sejalan dengan pendapat anda ini???

    • Anda sendiri kan yang begitu??? kayak analisisnya Top bebas salah…. apa yang dilakukan oleh orang lain dengan meng counter komentar anda karena supaya anda itu intropeksi, lebih berimbang dalam membuat komentar, sehingga tidak menyatakan salah satu pihak sangat buruk dan tidak ada nilai plus nya sama sekali… kalau ada komentar yang berlawanan, selidik dulu kebenaranya, hanya pendapat pribadi atau memang itu berdasarkan dari membaca banyak literatur dan membaca banyak informasi… jangan dikira komentar itu asal2an, bisa menanggapi karena memang banyak mempelajari dan banyak mencari informasi…

  14. Yg mash pro dgn pesawat amerka dan sekutuapa x egk beljar dr sejarah betapa menyakitkan di embargo amerka, byk pesawat tempur kita jatuh.karena di embargo amerka. Dr sana hendaknya kita bljar untuk tidk membeli jetpur dr amrka LG agar kesalahan yg sama tidak terulang.ungat bro. negara kita nie negara merdeka jgn mau di dekte/ oleh negara lain, kita berhak menentukan kebijkan buat negara kita.buat apa beli senjata canggih kalao tidak bisa di gunakan buat kepentingan nasional.
    Hendaknya kita belajar dr pengalaman agar tidak jatuh ke lobang yg sama.
    Kita juga harus berani melepaskan diri dari pengaruh amrka agar amrka tidak bisa mendekte kita.. liat aja kalao egk sejalan dgn di embargo, kalao membli sjata dr negara bukan sekutunya di embargo itu sama aja amrka merampas kemerdekaan negara lain.

    • Sama saja negara kita sudah merasakan embargo Rusia mas, yang jadi masalah sekarang solusi? Sempat muncul KFX eh ternyata zong juga ternyata ?? Garis besarnya gak ada enaknya pro Rusia dan pro mamarika dkk.

    • Anda pernah berkomentar tentang konflik India – Pakistan… berarti anda paham dong bagaimana reaksi USA ketika F-16 nya digunakan untuk bertarung melawan India???? yang paling rumit dari pespur USA adalah untuk penggunakan harus meminta persetujuan dan ijin seperti halnya yang terjadi pada Indonesia…
      Embargo kepada Indonesia di era Pak Soeharto justru sangat menyebalkan, sebelumnya memberikan dukungan penuh dalam konflik Timor timur kemudian tiba2 berubah menyatakan kalau Indonesia salah dalam konflik Timor timur… baca lagi sejarah biar lebih paham…
      Kenapa Indonesia menggunakan pespur buatan USA/Barat dan Russia ya karena salah satunya alasan itu, keduanya pernah kok melakukan embargo kepada Indonesia… sehingga cara paling sederhana sebagai jalan keluar ya menggunakan keduanya, jika salah satu melakukan embargo tetap ada yang masih bisa mengudara dengan kemampuan penuh, tidak seperti ketika terjadi embargo baik dari Sovyet maupun dari USA… anda harus paham itu
      Gripen jelas masih dalam garis blok barat sehingga persainganya adalah menggeser keberadaan F-16 dan bukan Sukhoi

  15. Buat bang Yuli Hartono Monggo dibantah peryantaan Marsdya TNI (Purn) Eris Heriyanto , pertanyaanya kapabilitas pendapat anda dengan beliau lebih berkelas mana? Anda alumni SMK atau SMA tau kuliah? Lah beliau jelas kapabilitasnya dan riwayat karirnya. Dari pilot senior f16 fighting Falcon dan F5 Tiger, anggota pelaksana komite kebijakan industri pertahanan,dan tentunya mantan sekretaris jenderal kementerian pertahanan. Jadi jangan berlagak dengan kepala keras lihat dirimu yang mati Matian dengan pendapatmu yang gak berbobot dengan beliau, ya saya senyum lagi aja ya??? bay bay Sukhoi rongsokan ?? eh

    • Berita terbaru Rusia tawarkan kalau indonesia mau ganti SU-35 dgn SU-57.bisa kenapa tidak itu menhan rusia yg bilang, MIG-35 di pasangi radar AESA tapi jarak tempur nya radius 1000 km hemat mesin tunggal, kenapa SU-35 tdk di pasang radar AESA ternyata radar AESA cuma bisa mengendus terjauh 180 km, radar IRBIS-E bisa mengendus terjauh 400 km. Aneh tapi nyata maka negara Anggota NATO cth: inggris dan jerman buat tempest, pearancis, italia, spanyol buat pespur gen 5, turki dgn T-FX, jepang dgn mitsubishinya

    • Simple… beliau pilot penerbang F-5 dan F-16, belum pernah sekalipun menerbangkan jet tempur Sukhoi… jadi pendapat beliau sama sekali bukan representatif dari kemampuan pesawat itu hla wong dia belum pernah menerbangkan Sukhoi… sama seperti orang yang berpendapat mengenai motor Nmax dibandingkan dengan PCX padahal dia belum pernah menggunakan Nmax… lalu apa yang dia ketahui selain hanya pendapat yang berdasarkan perkiraan????
      Pertama beliau menyarankan untuk membeli pesawat tempur dengan fitur Siluman, ada berapa banyak sih pesawat dengan fitur siluman??? pastinya F-35 kan yang dimaksud??? padahal sedari awal ketika ingin menjegal pembelian Su-35 USA menawarkan F-35 yang sama sekali tidak dilirik karena harga yang mahal, dan jelas diketahui kalau F-35 itu mendapat julukan Kalkun karena bentuknya yang tembem dan kecepatan maksimalnya inferior, belum lagi kemampuan manuver yang kalah dari F-16
      Nih kalau mau bicara Avionic Sukhoi… Indonesia pernah mengirimkan Sukhoi ke Australia untuk ajang latihan, dan saat itu Sukhoi unggul ketika hanya mengandalkan pesawat tempur saja, dan keteteran ketika lawan menggunakan AWACS sebagai bantuan tempur… baca dululah sebelum menelaah pendapat dari satu orang tanpa membandingkan dengan pendapat orang lain maupun kegiatan yang lain
      Masalah Sukhoi lebih besar, ya memang itu pesawat tempur kelas berat, memiliki jangkauan yang jauh lebih besar dan lebih lama mengudara daripada misal F-16… dan itu jelas sesuai dengan kondisi Indonesia yang luas dan lebih banyak area lautnya… masalah mendeteksi sudah saya ungkapkan diatas dari hasil latihan di Australia, setelahnya Indonesia jelas tidak pernah mengirimkan Sukhoi karena itu hanya akan digunakan untuk pihak lain untuk mempelajari dan mencari cara mengungguli kemampuan armada utama Indonesia, paling saat ini Indonesia hanya mengirimkan F-16…
      Yang terakir masalah sucad… Indonesia sudah mengoperasikan Sukhoi sejak dari tahun 2003 dan baca lagi siapa yang mengusulkan dan menginginkan Su-35??? justru dari TNI AU sendiri, karena mereka sudah mengetahui karakter dan cara perawatan Sukhoi dan SU-35 adalah varian terbaru sekaligus tidak berbeda jauh dengan Sukhoi sebelumnya sehingga untuk mempelajari cara penggunakan dan cara perawatan jauh lebih mudah… mirip kok dengan rencana pembelian F-16V karena memang sudah terbiasa mengoperasikan F-16 sebelumnya dan pastinya mencari pesawat baru…

      Dari arah pernyataan beliau sudah tersirat kalau beliau seperti bung Agato yang ingin Indonesia membeli F-35, padahal googling saja bagaimana F-35 saat ini, biaya perawwatan tinggi, kemampuan manuver yang inferior bahkan kalah dari F-16, belum lagi USA saja masih keteteran dengan perawatan… minim pengalaman tempur bahkan oleh USA belum pernah diterjunkan dalam operasi militer skala berat, hanya di Afganistan yang sebenarnya musuhnya hanya militan…
      Saya malas memberikan link karena, anda belajar googling dan mencari komparasi dari berbagai sisi yang memberikan pendapat tentang sesuatu… contohlah Sukhoi, ada kok yang memuat pendapat pilot mengenai perbandingan saat mengemudikan F-16 dan Sukhoi lalu memberikan beberapa pendapat tentang komparasi keduanya…
      Intinya Beliau ini belum pernah mengendarai Sukhoi… itu saja

  16. ??? hebat anda lebih top dari beliau gak ingat beliau anggota Tim Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Indonesia loh??? , Lo kira cuman pilot doang?? ya pastinya punya data lebih dari fansboy Rusli?? lah realitis dikit ngapa sih bang Yuli, anda dengan sengaja membuang riwayat profesional beliau dengan enteng mengatakan cuman pilot f16 ?? lucunya negeri ini??

    • Nah anda sendiri tidak jelas dalam membuat sebuah argumen… ketika menjelek2an sesuatu tetapi tidak bisa memberikan solusi… lalu untuk apa????

      F-16V sudah tepat dipilih sebagai pesawat tempur ringan yang teruji dan memiliki kemampuan tempur yang sangat baik… Su-35 juga pilihan yang sangat tepat sebagai pepsur kelas berat yang sepadan untuk lawan tanding sekelas F-15/F-18 atau bahkan F-22… dimana Indonesia mustahil untuk mendapatkan ketiganya… sedangkan Rafale jelas terlalu mahal, India saja tidak membeli dalam jumlah banyak dari 70an akirnya hanya membeli 36 unit… sedangkan F-35 jelas bukan pilihan yang baik untuk misi patroli berkeliling Indonesia yang luas…
      Gripen??? mesti menempatkan Gripen di banyak lokasi untuk mengcover area udara Indonesia…

      Biasakan memiliki solusi jika mementahkan sebuah pendapat yang lain… kita beropini sehingga harus opini yang tidak hanya satu arah… Yin dan Yang, alfa dan omega, sebab akibat, ada panas ada dingin…

  17. Fans boy barat pada kelonjotan ya dengan argumenku??? Kwkwkwkkk,,,,ada yg bilang f16 dipakai dinatuna karena indonesia berharap bantuan barat’ jiaaahhh us nawari bantuan aje ditolak MENTAH2 kok sebab kasus zee natuna ini gk seperti bayangan kaum awam yg menggabarkan akan adanya bentrok, noh saat ini china lg merajuk ame indonesia karena tutup penerbangan dr china atau ke tujuan ke china karena virus corono’ dr merajuknya china ini jelas betapa harmonisnya hubungan RI dan china, kasus zee kemaren ntu banyak tujuannya yaitu mengalihkan isu yg dihebuskan media barat mesranya hubungan china dan indonesia sehingga kebijakan2 ekonomi indonesia merugikan barat dan menguntungkan china comtohnya media barat menudimg indonesia stop eksport nikel dengan tujuan ingin mengksport ke china 100%, lalu isu uighur china yg jg berdampak ke indonesia karena sikap politik indonesia yg seolah olah mendukung pemerintah china dalam menangani masalah uighur dan tujuan akhir dr drama zee natuna adalah untuk menggolkan cita2 prabowo agar anggaran militer ntu bisa 2x lipat sehingga sebelum permintaan prabowo untuk kenaikan anggaran militer 2x lipat akan tetep ada sesekali drama zee natuna, hubungan indonesia dengan china sangat2 harmonis’ mungkin saat ini ada tren penurunan itu disebabkan isu virus corona’ boleh dicek dr kerjasama ekonomi indonesia china sebelum ada virus corona ini trennya sangat2 positif dan terus meningkat meski ada kasus zee natuna, jd kasus zee natuna itu bukan seperti gambaran fans2 boy barat, NEGARA YANG PUNYA POTENSI BESAR UNTUK BENTROK DENGAN INDONESIA ADALAH AUSTRALIA KARENA NI NEGARA SONGONG BERASA RASNYA LEBIH TINGGI DARI RAS YANG ADA DI INDONESIA DAN AUSTRALIA BERSAMA SINGAPURA MENJADI OTAK DARI KISRUH2 YANG ADA DI INDONESIA TERUTAMA DI PAPUA.

    • Kita tukar/berbagi pengetahuan bukan cari siapa yg hebat tp hanya berusaha meluruskan apa yg sebenarnya dan apa yg harus dimainkan indonesia dalam memilih alutsistanya, arah kemandiriannya agar bisa tetep seimbang dikawasan dalam hal mempertahankan kedaulatan dan bersosilisasi dikawasan, aku gk suka dengan cara agato yg berasa sok hebat dan selalu mengelu elu kan barat dan us padahal dia tau dan sadar bahwa yg membuat jatuh kekuatan militer dan ekonomi indonesia ntu us dan barat’ saranku tetep pertahankan non blok terutama pemilihan alutsista dan sikap politik meski pun belakangan ini kita emang mesra ame china, intinya aku bukan anti negara2 barat atau us tp sikap dan cara berpolitik mereka emang tidak pernah bisa dipercaya, meski pun tak ada teman atau musuh yg abadi tp rusia selalu menolong indonesia disaat susah dan indonesia tidak boleh mendustai hal ini :)

    • Hoamzzzz,,,kategori tot banyak loh, apakah tot sekedar bisa MRO atau yg lainnya, emang sewaktu indonesia beli su27/30 ada gk minta tot???? Gk ada kan baru belakangan ini aja kok minta tot, lha kan udah ada berita indonesia diajarin tuk merawat su27/30′ mana link saat indonesia beli su27/30 minta TOT???

    • gk bakal di kasih bro, ngimpi di siang bolong, lagi pula pesawat jadul yg belum teruji tapi seolah2 sudah teruji, kemarin perang india pakistan kemarin, su30MKI kemana dengan rudal butut r77 yg di iklannya lebih baik dari ammram, giliran di buat perang gk berguna, ayo fans boy Rusia bantah dengan alibi kengototan dan kegoblokan yang hakiki ………………………………………………..

Tinggalkan komentar