Malaysia Tertarik LPD Makasar Class Versi Lebih Besar

Jakartagreater.com – Royal Malaysian Navy (RMN) dijadwalkan akan memaparkan pencarian kapal Multi Role Support Ship (MRSS) dalam Malaysia Plan ke-12 yang mulai tahun 2021, lansir MFH.

Di bawah rencana strategis 15 to 5 Transformasi Armada lautnya, Angkatan Laut Malaysia diharapkan memiliki tiga kapal MRSS untuk menggantikan dua kapal Multi Purpose Command dan Support Ship (MPCSS) yaitu KD Sri Inderasakti dan KD Mahawangsa serta dua kapal cepat Sri Tiga class – Fast Troop Vessel (FTV) yaitu KD Sri Tiga dan KD Sri Gaya.

Pada pidato tahun baru pada 10 Januari, Komandan Angkatan Laut mengatakan bahwa RMN sedang mengkaji studi kelayakan untuk memenuhi kebutuhan kapal MRSS.

“MRSS sangat penting terutama untuk membantu dukungan logistik dan selama bantuan kemanusiaan dan upaya bantuan bencana di dalam negara dan kawasan. Kami yakin bahwa dengan aset seperti itu, kami akan dapat melakukan operasi seperti itu dengan lebih efektif, ”katanya.

MRSS termasuk dalam kategori kapal Landing Port Dock (LPD). Memang, seperti yang terlihat dalam perkembangan terakhir di kawasan ini, LPD memainkan peran penting dalam mendukung berbagai operasi militer dan non militer.

Angkatan Laut Indonesia (TNI-AL) mengerahkan LPD Makassar class untuk melakukan Bantuan Kemanusiaan dan Respon Bencana (Humanitarian Assistance and Disaster Response – HADR) ketika tsunami menghantam Pulau Palu dan kebakaran hutan dan asap tebal di Sumatra.

Angkatan Laut Australia (RAN) juga mengirimkan kapal LPD-nya, HMAS Choules untuk membawa pasokan dan bantuan serta mengevakuasi korban dari bencana kebakaran hutan besar dan mematikan di Australia.

Menyusul ketegangan di Teluk Persia, Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) sedang menyiapkan kapal SSV (LPD Makassar class) Tarlac untuk melakukan evakuasi massal warganya yang bekerja di Teluk.

RMN telah lama mengamati kapal LPD Makassar class. Pada tahun 2016, Boustead Naval Shipyard (BNS) telah memasuki upaya kolaborasi bersama dengan PT Pal Indonesia untuk menawarkan Angkatan Laut dengan LPD Makassar class yang dimodifikasi agar sesuai dengan persyaratan MRSS. Juga bagian dari Nota Kesepahaman (MOU) yang ditandatangani selama pameran Defense Service Asia (DSA) 2016 di Kuala Lumpur, BNS akan membangun LPD berdesain Indonesia-Korea di Malaysia.

Diasumsikan bahwa penawaran BNS-PT PAL menarik minat RMN seperti ditampilkan dalam infografis rencana strategis 15-to-5 Armada, yang menggunakan siluet LPD Makassar class untuk menggambarkan MRSS Angkatan Laut Malaysia.

Bahkan, Angkatan Laut ketika menyiapkan ruangan pameran di berbagai acara terkait akan selalu membawa mock-up LPD Makassar class, juga LPH Mistral class Prancis dan LPH Cina Tipe 75.

Indonesia secara aktif mempromosikan peralatan pertahanannya ke berbagai cabang layanan Angkatan Bersenjata Malaysia (MAF). Maret 2019 lalu, PT Dirgantara Indonesia menawarkan untuk menjual dua pesawat CN-235MPA baru serta memperbarui dua CN-235-220M yang ada sebagai Maritime Patrol Aircraft (MPA) untuk memenuhi persyaratan Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) yang ditetapkan berdasarkan rencana strategis Capability 2055 (CAP55).

PT Pindad – perusahaan pertahanan Indonesia juga mengincar program kendaraan lapis baja (KJA) 6 × 6 Angkatan Darat yang akan menggantikan sisa setengah armada dari APC Radpanzer Condor 4 × 4, setengah lainnya sudah digantikan oleh 200 unit Armoured Infantry Fighting Vehicle (AIFV) AV-8 Gempita 8×8.

Sejak tahun 2014, PT Pindad telah mempromosikan APC Rimau 6 × 6 (“Anoa versi Malaysia” 6 × 6) sebagai pengganti Condor terutama untuk 33 kendaraan yang dikerahkan ke Lebanon di bawah misi pemeliharaan perdamaian UNIFIL.

Dinamika program pengadaan kapal perang Malaysia sendiri telah berubah secara signifikan. Penundaan dan pembengkakan biaya kapal perang Littoral Combat Ship (LCS) Maharajalela class telah mempengaruhi citra BNS bagi pejabat MINDEF. MINDEF telah merevisi kontrak Littoral Mission Ship (LMS) Keris class yang sekarang memilih galangan kapal Tiongkok sebagai pembangun dua kapal LMS yang tersisa daripada perusahaan BNS.

KTT Kuala Lumpur baru-baru ini juga melihat BNS menjalin kolaborasi industri baru dengan perusahaan Istanbul Denizcilik AS yang menawarkan kapal MRSS rancangan Turki.

Meski galangan kapal Turki sangat mengesankan karena telah memasok kapal patroli, korvet, fregat, kapal selam, dan kapal induk ringan ke angkatan laut Turki, namun perusahaan Turki itu belum pernah membangun kapal LPD yang operasional.

Sharing

4 pemikiran pada “Malaysia Tertarik LPD Makasar Class Versi Lebih Besar”

Tinggalkan komentar