Kapal Selam Alugoro Diharapkan Beroperasi Desember 2020

Jakartagreater.com – Perusahaan pembuat kapal milik pemerintah Indonesia, PT PAL (Persero), telah mengumumkan hasil uji coba selam yang sukses dari kapal selam buatan Indonesia, Alugoro 405.

Dibangun di fasilitas kapal selam PT PAL Indonesia, Alugoro 405 adalah kapal selam diesel elektrik Nagapasa class dan merupakan yang ketiga di kelasnya, lansir Naval Technology.

Kapal selam ini dibangun bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea Selatan sebagai bagian dari perjanjian pada Maret 2011.

Pada 20 Januari, tes dilakukan di perairan Banyuwangi di Jawa Timur dan Laut Bali. Uji coba termasuk fase penyelaman Nominal Diving Depth (NDD), yang merupakan bagian dari uji Sea Acceptance Test (SAT).

Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL Satriyo Bintoro mengatakan bahwa keberhasilan penyelesaian uji NDD menyiratkan bahwa 90% dari proses konstruksi berhasil.

Sesuai jadwal, kapal selam diharapkan dapat dikirimkan pada Desember 2020 ke Angkatan Laut Indonesia. Kapal selam akan diserahkan kepada angkatan laut setelah beberapa proses pengujian Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT).

Tes menyelam ditinjau oleh pejabat proyek Kementerian Pertahanan, Direktur PT PAL Indonesia Budiman Saleh dan wakil presiden eksekutif DSME Su Joon Yoo juga menyaksikan pengujian.

Pada April tahun lalu, perusahaan kapal DSME Korea Selatan dianugerahi kontrak membangun tiga kapal selam untuk Indonesia dengan dukungan dari PT PAL.

Diproduksi dengan skema transfer teknologi dengan DSME, kapal selam diesel elektrik sepanjang 61,3m dengan kecepatan maksimum 21 knot saat menyelam dan 12 knot saat berada di permukaan. Kapal selam memiliki berat 1.400 ton dan jangkauan operasi hingga 10.000 mil laut.

Sharing

9 pemikiran pada “Kapal Selam Alugoro Diharapkan Beroperasi Desember 2020”

  1. lama juga ya? ya udah pa prabowo. untuk 3 ks changbog class di tambah lagi aja. 1 untuk nambah dan yang dua untuk mengantikan 401 dan 402. soalnya membuatnya lama banget sih. pasti nanti jadi yang ke 5 dan 6 pas jadinya dengan makin tuanya 401 dan 402

  2. Mantap jiwa deh pokoknya, menurut saya sih TNI AL butuh banyak kapal selam, kalau ada yg bilang butuh puluhan bahkan ratusan mestinya tidak berlebihan mengingat kapal perang permukaan jumlahnya sedikit dan persenjataannya pun minim padahal areal teritori zee NKRI luasnya ndak ketulungan, kendalanya memang duit dan kemampuan utk buat nya, sehebat dan secanggih apapun kapal perang permukaan pada kenyataannya tetap sulit untuk mengendus keberadaan kapal selam. Yang namanya torpedo sekali mengantam kapal belum pernah ada cerita kapal tidak tenggelam, dijamin langsung terbelah dua.

Tinggalkan komentar