Nasib Indonesia Fighter Xperiment

Mock Up Jet Tempur KFX / IFX (gambar: Rafly)
Mock Up Jet Tempur KFX / IFX (gambar: Rafly)

Tiba tiba saja ada berita yang dilansir Liputan6.com bahwa PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah bersepakat dengan Airbus Helicopters untuk memasarkan pesawat tempur asal Eropa, Eurofighter Typhoon. Kerjasama ini disebutkan berlangsung karena Airbus mau mentransfer teknologi yang dimilikinya ke Indonesia lewat PTDI.

Budi Santoso, Direktur Utama PTDI mengaku sangat mengapresiasi kerjasama yang dilakukan antara pihaknya dengan Airbus. Ia pun berharap perusahaan kedirgantaraan lain dari seluruh dunia mau melakukan kemitraan serupa dengan PTDI.


Lalu apa artinya ini semua. Kita lihat bagaimana Bung Wehrmacht membacanya:

8 November 2014, 10:39 pm: Well… the secret finally reveal. Tidak ada yang sia sia dalam satu pengorbanan. Tidak ada yang namanya tukang jahit atau jongos selamanya. Adanya from the aprentice became the expert. Mungkin bukan kita yang menikmati tetapi anak cucu kita di masa yang akan datang. Ini proyek jangka panjang (pembangunan jet tempur Indonesia -red), bukan makan sekali suap.

Oh ya satu lagi … IFX/KFX bakal gagal. Tragedi Proyek MBT 70 Jerman-AS akan terulang lagi. Tapi untungnya Jerman punya Plan B yang melahirkan mbt Leopard yang kita nikmati sekarang. Dan Typhoon inilah Plan B kita yang akan menjadi kenyataan…

Intinya jangan percaya satu pihak. Selalu bersiap dengan rencana cadangan.

Riset ada tahapan tahapannya dan MoU di teken tiap tahapan. Saat ini kita sudah menyelesaikan tahapan pertama dan bersiap untuk tahapan kedua yaitu proofing the theory. Di tahapan ini mungkin kita masih bekerjasama dengan Korea Selatan. Tapi kalau sudah mulai buat prototype, mulai deh keluar jurus maut andalan AS yang bakal diturunkan ke Korea: Sepakat untuk tidak sepakat seperti proyek MBT 70 dengan Jerman…itu pasti ada dalam klausul MoU…sementara Korea sudah mendapatkan data riset yang dibutuhkan hasil gocekan dengan ahli kita yang terkenal kreatif…tinggal mereka mengembangkan sendiri tanpa Indonesia

Catat perkiraan saya, pemerintah kita sekarang sangat pro AS. jadi kalau ada yang bilang visi pertahanan kita looking to the east, lupakan saja. Masih ada waktu 5 tahun untuk membuktikanya…

Untuk pembangunan jet tempur ini harus dilakukan reverse engineering penuh. Jadi berawal dari akhir dan berakhir di awal. Menyingkat waktu pengembangan. Ini rumus jitu Pak Habibie.

Jangan riset dari awal hingga jadi produk. Tiap tahapan kita bisa gagal. Tapi kalau reverse engineering kita tidak akan gagal karena kita membedah produk yang sudah eksis sebagai acuan. (by : Wehrmacht)

Tinggalkan komentar