Mengapa Israel Berhasil Lumpuhkan Pantsyr-S di Suriah ?

Moskow, Jakartagreater.com  –  Angkatan bersenjata Israel berhasil menghancurkan salah satu sistem pertahanan udara Pantsyr-S di Suriah hanya karena kendaraan gagal bergerak ke posisi yang berbeda setelah menembakkan set amunisi, ujar Kepala perancang untuk sistem pertahanan udara Biro Desain Instrumen Rekayasa Shipunov, Shipunov. (afiliasi dari High Precision Systems, perusahaan Rostec), Valery Slugin, kepada TASS dalam sebuah wawancara, dirilis 29-01-2020.

Pada 10 Mei 2018 salah satu kendaraan Pantsyr-S dari pertahanan udara Suriah dihancurkan oleh Rudal berpemandu Israel, mungkin diluncurkan oleh sistem anti-Rudal Spike. Video serangan itu dipublikasikan untuk umum kemudian.

Slugin mengatakan bahwa Pantsyr-S telah mencapai 8 sasaran, yang menghabiskan semua amunisi. Awak tempur meninggalkan kendaraan dan menunggu kedatangan kendaraan pengangkut dan pemuat.

“Seharusnya tidak demikian. Kendaraan tempur seharusnya telah dipindahkan dari posisi penembakan segera setelah set amunisi dihabiskan. Jika itu dilakukan, semuanya akan baik-baik saja,” Slugin diklaim.

Sistem Pantsyr-S dimaksudkan untuk pertahanan udara jarak dekat dari fasilitas sipil dan militer dalam segala cuaca dan situasi radio-elektronik sepanjang waktu. Pantsyr terdiri dari 12 Rudal yang dipandu pertahanan udara (6 Rudal dalam 2 wadah transportasi dan peluncuran). Juga, Pantsyr dipersenjatai dengan 2 senjata 30 mm yang dapat menembak dengan cepat.

Sharing

13 pemikiran pada “Mengapa Israel Berhasil Lumpuhkan Pantsyr-S di Suriah ?”

  1. Duniapun mengetahui, bahwa memang pantsyr yg dihajar rudal israel itu dlm kondisi menunghu reload, alias telah kehabisan rudal dan amunisi.
    Jika masih full amunisi, maka tdk akan punya kesempatan itu rudal mendekatinya.

    Dan sampai saat ini israel hanya berani mengerahkan pespurnya dalam zona aman utk melepaskan rudal…..xicixicixicixi
    Persenjataan Rusia Strooongggg Bingiiiittt ya Ndar…xicixicixicixicixi

  2. Jika menilik ketika Serbia menjatuhkan F-117 jelas sekali bahwa sistem pertahanan harus selalu bergerak, dan bahkan sistem radar pun tidak terus dinyalakan untuk menghindari deteksi… sistem mobile salah satu fungsi utamanya memang harus selalu bergerak, sehingga pendeteksi akan lebih sulit bahkan untuk menarget akan lebih sulit… jika dalam posisi diam pun harus dalam kondisi terkamuflase dan tidak di biarkan di area yang lapang seperti saat kejadian Pantsir di Suriah…

  3. Tetap tak menyurutkan banyak negara didunia mengidolakan untuk bisa memiliki perangkat satu ini, sebaik apapun peralatan tempur tetap ada kelemahannya. Salut kepada tentata Israel yg sedemikian teliti nya mengendus mencari celah untuk bisa menghancurkan dan upaya keras mereka berhasil, tentunya banyak pelajaran yang bisa diperoleh dari kasus ini.

Tinggalkan komentar