Rusia Akan Pamerkan Sistem Viking dan Rudal Kalibr Versi Ekspor di India

Jakartagreater.com – Pabrikan sistem pertahanan Rusia, Almaz-Antey akan menghadirkan rudal jelajah Kalibr versi ekspor dan sistem rudal permukaan-ke-udara Viking di pameran senjata DefExpo-2020 di India minggu depan. Viking adalah sistem rudal anti-pesawat Buk-M3 versi ekspor, Almaz-Antey mengumumkan.

Viking, sistem rudal jarak menengah – air defence missile system (ADMS) terbaru dari Rusia, akan dipamerkan untuk pertama kalinya di India di DefExpo 2020, lansir Defenseworld.

Sistem rudal Buk-M3 SA-17 Viking

Viking adalah generasi terbaru dari garis sistem rudal pertahanan udara Buk. Dibandingkan dengan Buk-M2E, jangkauan tembakannya telah meningkat hampir 1,5 kali lipat – hingga 65 kilometer. Selain itu, jumlah target yang bisa disasar secara bersamaan juga telah meningkat 1,5 kali lipat, dan jumlah rudal pertahanan udara berpandu yang siap diluncurkan dalam satu posisi tembak yang terdiri dari dua unit tempur telah bertambah dari 8 menjadi 18 rudal.

Rudal Kalibr-NK 3M-14T adalah rudal jelajah darat dengan jangkauan antara 1.500 – 2.500 km. Pada 2015, Rusia meluncurkan rudal Kalibr dari kapal perang di Laut Kaspia dengan target ISIS di dalam wilayah Suriah. Rudal jelajah Kalibr-NK menempuh jarak 1.500 km untuk mencapai targetnya. Rudal dilaporkan mampu membawa hulu ledak konvensional 450 kg, dengan terbang pada ketinggian sekitar 20 meter di atas laut dan 50 meter di atas tanah dengan kecepatan hingga 965 km/jam. Rudal dipandu menggunakan sistem GPS dan sistem seeker terminal-phase active radar untuk mencapai ketepatan akurasi radius tiga meter.

Selain Viking dan Kalibr, Rusia juga akan memamerkan modul tempur AU-220M yang dapat dipasang di atas tank dan kendaraan lapis baja. Modul ini memiliki rotasi melingkar dan jarak tembak hingga 14,5 kilometer dengan kecepatan tembakan maksimum 80 amunisi per menit. Amunisi ini memiliki cangkang 57 mm, yang multi-fungsi dengan remote-contact fuse, armor-piercing, dan dipandu. Hal ini memungkinkan sistem senjata secara efektif menghancurkan pesawat udara tak berawak kecil, pesawat terbang rendah, dan helikopter, serta kendaraan lapis baja ringan dan benteng pertahanan lapangan.