Suriah Tangkal Serangan Rudal, Israel Tolak Berkomentar

Kairo, Jakartagreater.com    –   Angkatan udara Suriah mencegat beberapa peluru kendali i atas Ibu Kota Suriah, Damaskus, pada Kamis pagi, kata kementerian pertahanan Suriah, dirilis Antara, Kamis, 06-02-2020.

Rudal-Rudal itu ditembakkan ke arah sejumlah target militer di Suriah Selatan, termasuk di dekat Damaskus. Serangan oleh Jet-Jet Israel itu dilancarkan di atas Dataran Tinggi Golan dan wilayah udara Labanon dalam 2 gelombang, yaitu satu di dekat Damaskus dan satu lainnya di dekat provinsi Deraa dan Quneitra, kata kementerian melalui pernyataan.

Pernyataan itu menyebutkan alat pertahanan Angkatan Udara menembak jatuh banyak Rudal dan bahwa serangan itu telah menyebabkan kerusakan material serta mencederai 8 orang “petempur”, yang kewarganegaraannya tidak disebutkan.

Militer Israel Tolak Berkomentar

Israel telah berkali-kali mengebom target-target milisi dukungan Iran di Suriah dengan mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk memusnahkan keberadaan militer Teheran di sana. Sumber-sumber di kalangan intelijen Barat mengatakan militer Iran telah memperluas keberadaannya dalam beberapa tahun terakhir ini.

Bulan lalu, militer Suriah mengatakan Jet-Jet Israel menyerang pangkalan udara utama T4 di Provinsi Homs. Pada Desember 2020, militer mengatakan sistem pertahanan udaranya mencegat Rudal-Rudal yang ditembakkan dari arah Israel ke arah beberapa target di daerah pinggiran Damaskus.

Detil Serangan

Ibukota Suriah menjadi sasaran serangan udara Kamis pagi, 6-02-2020 yang katakan media pemerintah bahwa pertahanan udara berhasil menjatuhkan mayoritas Rudal yang masuk sebelum mereka mencapai target.

Delapan orang tentara terluka dan beberapa kerusakan material disebabkan oleh serangan udara Kamis pagi di Damaskus dan kota-kota Suriah lainnya, kata sumber militer Suriah, dirilis Sputniknews.com.

Menurut sumber itu, pesawat tempur Israel melakukan 2 gelombang serangan. Salah satunya terjadi pada pukul 1:12 waktu setempat, dan menargetkan fasilitas militer di sekitar Damaskus. Gelombang kedua dilakukan pada 1:41 pagi, dan menargetkan posisi di Daraa dan Kuneitra di Suriah Selatan.

Sumber militer mengkonfirmasi bahwa serangan itu diluncurkan dari Dataran Tinggi Golan (bagian yang telah diduduki oleh Israel sejak 1967) dan dari wilayah udara Selatan Libanon. Libanon telah sering digunakan oleh Angkatan Udara Israel sebagai tempat pementasan dalam upaya untuk mengamankan elemen kejutan dan menghindari pertahanan udara Suriah.

“Pertahanan udara berhasil menghancurkan sejumlah besar Rudal yang menyerang,” kata sumber itu, seraya menambahkan bahwa “eskalasi Israel tidak akan menyelamatkan para teroris di Idlib atau Aleppo dari kehancuran.”

Militer Israel tidak mengomentari serangan itu. Berbicara dalam briefing telepon pada Kamis pagi, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel Jonathan Conricus mengatakan dia akan “tidak mengomentari laporan media asing tentang peristiwa di Suriah”.

Menurut laporan media, target serangan Kamis pagi 6-2-2020 termasuk distrik Mezzah Damaskus, di mana Bandara Militer Al-Mezzah berada. Target lain yang dilaporkan adalah titik dislokasi Brigade ke-75 Angkatan Darat Suriah, di sekitar desa al-Maquilbiya, dan Pusat Penelitian Ilmiah di Jamaria.

Israel telah melakukan ratusan serangan udara di Suriah dalam beberapa tahun terakhir, menargetkan apa yang Tel Aviv klaim sebagai ‘Iran’ atau ‘didukung Iran’ pasukan di negara yang dilanda perang, yang diduga mengancam Israel.

Pihak berwenang Suriah telah berulang kali mengecam tindakan Israel, dan mengimbau PBB untuk agresi IDF dan pelanggaran wilayah udaranya. Serangan terhadap Suriah telah menurun secara signifikan sejak Oktober 2018, ketika negara itu diberikan sejumlah sistem pertahanan udara S-300 menyususl terjadinya friendly fire incident.

Seiring dengan Suriah, Israel baru-baru ini meningkatkan serangan terhadap apa yang dikatakannya adalah pasukan yang didukung Iran di Libanon, Jalur Gaza, dan Irak. Israel jarang mengakui tanggung jawab atas operasi militernya di luar negeri.

Sharing

13 pemikiran pada “Suriah Tangkal Serangan Rudal, Israel Tolak Berkomentar”

  1. Tolak berkomentar artinya, kecewa seluruh rudalnya mandul. Inilah kehebatan senjata Rusia yg Stroongg Bingiiittt….xicixicixicixi
    Itu baru S-300 yg menghadang, istilahnya baru pemain cadangan aja sdh.membuat seluruh rudal israel berguguran bagai daun di musim gugur….xicixicixicixi

  2. Rusia sangat2 beruntung bisa mendapat kesempatan menguji sistem pertahanan yg mereka kembangkan di medan pertempuran yg sesungguhnya, dan ujian itu langsung berhadapan dengan kemampuan2 missile buatan israel yg mumpuni dengan taktik2 israel yg menggunakan segudang cara,,ini namanya pertarungan teknologi jahudi rusia vs teknologi jahudi israel.

Tinggalkan komentar