Tiongkok Andalkan Catic Pasarkan Pesawat Tempur ke Luar Negeri

Jakartagreater.com – Seperti Rusia, Republik Rakyat Cina (RRC) telah memusatkan otoritas untuk ekspor sistem senjata menjadi monopoli perusahaan perdagangan militer yang dikelola negara. Dalam hal pesawat tempur, entitas yang bertanggung jawab adalah China National Aero-Technology Import & Export Corporation (Catic), lansir AIN online.

Catic sebelumnya memiliki daftar produk yang kadang adalah pesawat biasa-biasa saja untuk ditawarkan kepada calon pelanggan, tetapi kini telah berubah dengan pengembangan program baru dari pabrikan Chengdu Aerospace Corporation (CAC) dan pesaingnya Shenyang Aircraft Works (SAC).

Yang paling menonjol di antaranya adalah pesawat tempur siluman Chengdu J-20, yang tampaknya masih dipertanyakan seberapa sukses desain pengurangan jejak radar cross-section (RCS), terutama setelah menggunakan mesin baru WS-10 buatan Tiongkok dengan rancangan nozzle knalpot yang berbentuk mata gergaji untuk mengurangi jejak radar dibagian belakang pesawat.

Diperkirakan hanya ada empat varian J-20 produksi awal yang menggunakan mesin WS-10. J-20 sebelumnya tampaknya masih menggunakan mesin Salyut AL-31F yang dipasang pada Sukhoi Su-27, meskipun sumber-sumber Rusia menyatakan tim desain Chengdu telah menunjukkan minat pada mesin seri AL-41FS pada pesawat Su-35 sebagai opsi lain.

Program utama Chengdu lainnya adalah pesawat tempur J-10 bermesin tunggal, yang menyerupai desain Israel Aircraft Industries Lavi. Versi terbaru menampilkan desain ulang inlet asupan udara dan juga didukung dengan varian mesin WS-10 bukan lagi menggunakan mesin AL-31FN yang awalnya dirancang oleh Salyut untuk program ini.

Yang terakhir dari tiga program utama Chengdu adalah pesawat tempur ringan bermesin tunggal JF-17 yang bekerja sama dengan Pakistan Aeronautical Complex (PAC) di Kamra. Pada tanggal 28 Desember 2019, Angkatan Udara Pakistan (PAF) meluncurkan batch pertama model dua kursi JF-17 Blok III.

Acara penerbangan perdana JF-17 Block III selain dihadiri Komandan Udara Pakistan Marsekal Mujahid Anwar Khan, juga dihadiri oleh duta besar Tiongkok, Yao Jing, dan wakil presiden eksekutif Industri Penerbangan Cina Hao Zhaoping.

Komandan Udara Pakistan memilih Catic untuk memenuhi target produksi tahun 2019 dan memberi selamat kepada tim desain yang menyelesaikan desain JF-17 dua kursi dalam jangka waktu rekor lima bulan, menyebutnya sebagai “perwujudan sejati persahabatan abadi antara kedua negara.”

Marsekal Mujahid Anwar Khan juga memotong pita pada fasilitas integrasi dua kursi JF-17 yang baru di PAC Avionics Production Factory. “Fasilitas ini akan memungkinkan PAF untuk mengintegrasikan avionik dan sistem senjata pilihan dengan pesawat tempur JF-17, pada akhirnya memberikan kemandirian dan fleksibilitas operasional yang sangat dibutuhkan,” menurut pernyataan PAF.

Dafatar produksi dari SAC dalam jajaran baru untuk Catic adalah pesawat tempur FC-31 yang menyerupai F-35 AS dalam banyak hal, tetapi ditenagai dengan dua mesin Klimov RD-93 buatan Rusia. Program ini telah melalui lebih dari satu desain ulang besar dan sekarang sedang dibahas sebagai dasar untuk pesawat tempur kapal induk baru.

Desain ini sekarang memberi Catic rangkaian produk lengkap untuk ditawarkan dijual ke luar negeri. Setelah mengatasi rintangan untuk dapat merancang platform modern, tantangan berikutnya adalah menemukan negara yang bersedia berpindah dari pemasok persenjataan buatan AS dan Eropa dan menaruh kepercayaan mereka pada industri Cina.

Sharing

3 pemikiran pada “Tiongkok Andalkan Catic Pasarkan Pesawat Tempur ke Luar Negeri”

Tinggalkan komentar