Manuver Agresif F-22 Raptor

Singapura, Jakartagreater.com – Bukan hanya pesawat tempur Flanker Rusia yang bisa melakukan akrobat super-maneuver, pesawat tempur AS seperti F-22 dan F-35 juga bisa melakukan hal yang sama. Hal ini diperlihatkan selama pertunjukan udara di Singapore Air Show 2020. Dimana pesawat tempur F-22 melakukan berbagai manuver yang spektakuler, yang menurut pilot F-22 merupakan manuver yang sering dilakukan pilot-pilot F-22 AS, dan merupakan ‘makanan sehari hari mereka’.

Bagi pilot pesawat tempur F-35B, Kapten Taylor Zehrung dari Korps Marinir AS dan pilot demo F-22 dari US Air Force Mayor Joshua Gunderson, manuver terbang dengan agresif, seperti yang ditampilkan di pameran udara Singapura, hanyalah sebagian dari pekerjaan sehari-hari yang dilakukannya dalam penerbangan tempur, lansir Flightglobal.

Kedua pilot mengatakan apa yang dilakukannya dapat dilakukan juga oleh anggota skuadron lainnya.

“Demo kami dirancang untuk menunjukkan apa yang dapat dilakukan pesawat tempur dalam skenario pertempuran,” kata Gunderson. “Semuanya sangat spesifik dalam hal kecepatan udara, ketinggian, parameter, karena saya memastikan itu berulang dan dapat dieksekusi serta aman.Tetapi Anda dapat meminta pilot manapun di komunitas F-22, dan mereka akan mahir melakukannya.”

Secara khusus, pilot mengatakan manuver adalah sesuatu yang dilakukan secara teratur dalam latihan pertempuran.

“Radius putaran minimum pasti kita gunakan dalam manuver tempur dasar terhadap pesawat tempur lain,” kata Gunderson. Menurutnya bagian yang paling hebat pada F-22 adalah pada daya dorong belakang pesawat. Komputer kontrol penerbangan juga memungkinkan F-22 untuk berputar sangat cepat di sudut yang sangat sempit, yang memberinya keuntungan pada duel jarak dekat. F-22 dilengkapi dua mesin Pratt & Whitney F119 yang masing-masing menghasilkan daya dorong 35.000lb (156kN).

Gunderson juga menyoroti manuver J-Turn, sebuah manuver di mana F-22 mendongak ke atas pada sudut serangan yang tinggi, berhenti dan berputar ke bawah ke sudut lain dengan menggunakan kontrol penerbangan fly-by-wire dan daya vectoring mesin jet.

Menurut Gunderson, manuver itu memungkinkan pilot dengan cepat mengubah posisi hidung pesawat, yang memberinya keuntungan posisi menyerang dengan sangat cepat.

Untuk pilot jet siluman F-35B, Taylor Zehrung awalnya belajar melakukan manuver short take-off and vertical landing (STOVL), termasuk “mengambang saat dalam penerbangan” yang memerlukan waktu untuk membiasakan diri. F-35B dapat melayang dan menyelesaikan manuver STOVL menggunakan sistem kipas penggerak yang digerakkan dalam tubuhnya dan knalpot ekor yang didorong oleh vektoring.

“Pertama kali saya melakukannya, sangat aneh berada di jet tempur dan tidak bergerak,” katanya. “Tapi sekarang sudah biasa.”

Pilot F-22 Gunderson adalah komandan Tim Demonstrasi F-22 USAF dan berbasis di Joint Base Langley-Eustis di Hampton, Virginia. Pilot F-22 melakukan pertunjukan udara sebagai bagian dari rotasi dua tahun.

Sedangkan Pilot F-35B Zehrung adalah bagian dari tim demonstrasi udara F-35B Lighting II USMC, yang merupakan bagian dari skuadron serangan 121 di Marine Corps Air Station Iwakuni, Jepang.

Sharing

11 pemikiran pada “Manuver Agresif F-22 Raptor”

  1. F-22 bisa melakukan manuver cobra pugacev. Tapi dengan syarat:
    Ketinggian terbang ketika bermanuver minimal 2000 meter
    Kecepatan jelajah berkurang hingga 45% dari posisi terbang awal
    Jarak manuver jauh lebih besar dibanding sukhoi su-27 sekalipun, jika dilihat dari penampang sudut vertikal

    jadi manuver itu ya, sia-sia kalau mau dipake dogfight, ibaratnya seperti bebek beradu kelincahan lawan cheetah

Tinggalkan komentar