Iran Berhasil Overhaul 8 Pesawat Militer

Jakartagreater.com – Delapan pesawat militer yang dirombak dikirim ke Angkatan Udara Iran pada 20 Februari 2020, di hadapan Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Amir Hatami dan Komandan Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF) Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh, lansir Caspiannews.

Sanksi Amerika mungkin telah membuat kerusakan parah pada ekonomi Iran, tetapi itu tidak menghentikan angkatan udara Iran untuk merombak delapan pesawat militer yang diproduksi oleh negara-negara asing.

“Perombakan pesawat militer adalah proses yang rumit yang hanya bisa dilakukan oleh beberapa negara kuat di dunia. Jet yang dirombak terdiri dari jet F-4, F-14, Sukhoi dan Mirage, serta pesawat angkut C-130 dan 707 yang banyak digunakan dalam pertempuran udara dan dalam berbagai misi tempur, taktis dan transportasi, ”kata Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Amir Hatami, tulis kantor berita Mehr.

Hatami mengatakan jet-jet tempur yang dirombak sekarang dilengkapi dengan rudal jelajah yang memiliki jangkauan 1.000 kilometer (621 mil), meningkatkan kemampuan tempur, ofensif, dan kemampuan angkatan bersenjata Iran.

Perombakan ini penting karena sekitar 90 persen dari peralatan pertahanan Iran diproduksi di dalam negeri. Hatami melaporkan bahwa para ahli dan ilmuwan lokal mengembangkan 770 produk untuk industri pertahanan.

Para ahli dan staf teknis di Shahid Doran Airbase di Shiraz di provinsi Fars di Iran tengah telah merombak sebuah pesawat angkut militer Ilyushin, sebuah pesawat P3F, sebuah pesawat tempur P-6, dan sebuah pembom tempur Sukhoi Su-24, sementara sebuah pesawat Mirage dan sebuah pesawat tempur F- 5 dirombak dan direkonstruksi di pangkalan udara Shahid Nasser Habibi dekat kota Mashhad di Iran timur laut.

Iran telah menjadi salah satu dari segelintir negara yang mampu melakukan servis dan perbaikan armada pesawatnya, baik militer maupun sipil. Iran Aircraft Industries (SAHA) terutama merombak dan memeriksa berbagai jenis pesawat terbang dan mesin pesawat militer dan kargo.

Karena sanksi AS, para ahli Iran telah berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan pertahanan dengan mengandalkan kemampuan dalam negerinya. AS menuduh Iran membuat pesawat baru yang dilaporkan hanya meniru atau mengubah versi pesawat yang sudah ketinggalan zaman. Ketika AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018, mekanisme bagi perusahaan-perusahaan Amerika dan Eropa untuk berurusan secara bebas dengan Iran dalam produk-produk teknologi tinggi seperti pesawat maskapai penerbangan modern sekali lagi diblokir.

Beberapa jet tempur telah dirombak oleh insinyur dan teknisi Iran dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan Desember, para ahli dalam negeri merombak delapan helikopter tempur.

Sharing

3 pemikiran pada “Iran Berhasil Overhaul 8 Pesawat Militer”

  1. Indonesia kapan ya mandiri seperti Iran, apalagi sekarang sudah naik kelas menjadi negara maju positip saja berfikirnya supaya kita tidak manja (terimakasih kepada Trump) setelah 75 tahun merdeka sampai kini masih nyaman berkubang sebagai negara berkembang, Indonesia dengan segala anugerah karunia Tuhan seharusnya mampu menjadi negara super power.

    • Dikategorikan oleh trump menjadi negara maju memiliki resiko tersendiri bg Indonesia misalnya sj Amerika kemungkinan akan mengurangi dana bantuan ataupun insentif pd produk impor asal Indonesia yg akan dijual ke Amerika yg membuat produk Indonesia jd lbh mahal. Anggap sj ktk trump mengeluarkan Indonesia dr negara berkembang agar Amerika bs mengeruk banyak uang dr Indonesia.

      • mungkin dianggap negara maju agar china tidak dapat memindahkan pabriknya dimari, jadi ya gitu deh… karena efek perang dagang berkelanjutan, dan ya memang benar pajak bea masuk dari negara maju dan berkembang beda, jika negara maju jadi costnya tinggi (pajaknya) jadi ya gtu deh… apa sih ini lebih lengkapnya liat aja di youtube bossman sontoloyo…

        mana dolar sekarang meroket… siap2 aja kolap yang ngandelin pinjaman dari luar, balikinnya pake rupiah yang berarti mesti lebih banyak lagi… au ah… mumet mikirin negara, dah ada yang mestinya mikir, cuma kalau liat statment yang mestinya mikirin kesannya ga pada mikir…

Tinggalkan komentar