Jepang Pertimbangkan Proyektil Canggih Anti Kapal Untuk Pertahanan Pulau Terpencil

Tokyo, Jakartagreater.com – Kementerian Pertahanan Jepang sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan senjata ” Hyper Velocity Gliding Projectile” (HVGP), jenis rudal baru yang sedang berusaha digunakan pada tahun fiskal 2026 untuk pertahanan pulau-pulau terpencil dari serangan laut, dan menambah kemampuan pertahanan anti-kapal, telah dipelajari oleh Jepang, lansir Mainichi.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pertahanan Kepulauan Nansei di Jepang barat daya di tengah aktivitas maritim China di wilayah tersebut. Proyektil HVGP dapat meluncur dengan kecepatan tinggi setelah muatannya terlepas dari roket di atmosfer atas di mana hambatan udaranya rendah. Rudal mampu mengikuti jalur lintasan kompleks di bawah bimbingan GPS dan sistem lainnya, membuatnya lebih sulit bagi musuh untuk mencegatnya daripada menggunakan rudal konvensional.

Kementerian Pertahanan mempertimbangkan melengkapi HVGP dengan tipe hulu ledak baru yang mampu menembus lapisan dek kapal induk. Namun, meningkatkan jangkauan tembak dan kemampuan persenjataan dari Self-Defense Force (SDF) dapat dipertanyakan atas konsistensinya dengan kebijakan berorientasi pertahanan bela diri Jepang. Oleh karena itu Kementerian berencana untuk memberikan pertimbangan, seperti membatasi jangkauan rudal sekitar 500 kilometer atau kurang.

Pengembangan HVGP akan datang dalam dua tahap. Pada tahap pertama, jenis peralatan awal akan dikembangkan untuk kemungkinan penempatan oleh Ground Self-Defense Force (GSDF) pada tahun fiskal 2026, yang menargetkan musuh potensial yang menyerang pulau-pulau terpencil Jepang. Pada tahap kedua, tipe yang ditingkatkan akan dikembangkan untuk kemungkinan pemasangan pada tahun fiskal 2028 atau lebih baru, menampilkan muatan hulu ledak berbentuk cakar, peningkatan kecepatan dan jangkauan tembak, dan lintasan yang lebih kompleks.

Selain itu, Kementerian juga sedang mempertimbangkan untuk memperkenalkan rudal anti-kapal dan rudal anti-permukaan canggih, yang saat ini sedang diselidiki oleh Acquisition, Technology & Logistics Agency. Jika teknologi ini dimasukkan ke dalam HVGP, proyektil dapat menembus lapisan dek kapal induk, yang lebih tebal daripada dinding luarnya, yang meledak dan membuat kerusakan di dalam kapal induk, membuatnya mustahil mendaratkan dan menerbangkan pesawat, serta menghancurkan target dengan radius beberapa ratus meter persegi.

Di belakang langkah kementerian itu terletak gerakan Angkatan Laut Cina yang semakin intensif di perairan dekat Kepulauan Senkaku di Prefektur Okinawa dan bagian lain Jepang. Pada 2012, China menugaskan kapal induk Liaoning, dan kapal induk yang kedua, Shandong, diluncurkan pada 2019. Shandong adalah kapal induk buatan Tiongkok yang pertama. Beijing dikatakan akan terus menambah setidaknya dua kapal induk.

Kapal-kapal pemerintah Tiongkok telah sering terlihat bernavigasi di zona berdekatan di dekat Kepulauan Senkaku dan menyusup ke perairan teritorial Jepang. Sementara pulau utama Okinawa dan Senkakus berjarak sekitar 420 kilometer, jangkauan rudal GSDF saat ini ditetapkan lebih dari seratus kilometer. Pengenalan rudal meluncur jarak jauh untuk melindungi Kepulauan Nansei akan memungkinkan Jepang untuk merespons kegiatan China tanpa menggunakan kapal perang dan pesawat tempur Maritime Self-Defense Force.

Kementerian Pertahanan mengalokasikan total anggaran sebesar 18,5 miliar yen dalam anggaran fiskal 2018 dan 2019 untuk penelitian HVGP untuk pertahanan pulau-pulau terpencil, dan berencana menambah 25 miliar yen lainnya dalam anggaran fiskal 2020. Namun, beberapa anggota Parlemen Diet Jepang telah menunjukkan bahwa perolehan kemampuan baru dapat “memungkinkan SDF untuk secara langsung menyerang wilayah negara lain” dan “menyimpang dari kebijakan berorientasi pertahanan eksklusif Jepang.” Perkembangan teknologi baru juga dikhawatirkan mengancam tetangga Jepang.

Pemerintah telah membela pengembangan HVGP, dengan menyatakan, “Senjata dimaksudkan untuk pertahanan tanah air dan tidak dianggap senjata serang.”

Sharing

Satu pemikiran pada “Jepang Pertimbangkan Proyektil Canggih Anti Kapal Untuk Pertahanan Pulau Terpencil”

Tinggalkan komentar