Penyebaran S-400 Turki Dimulai April 2020

Moskow, Jakartagreater.com   –   Penyebaran sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia akan dimulai pada April 2020, ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, selama pertemuannya dengan para wartawan setelah pembicaraan Moskow dengan rekannya dari Rusia, Vladimir Putin, dirilis TASS, 6-3-2020.

“Sistem pertahanan udara (S-400) sudah menjadi milik kami. Pada bulan April 2020, kami akan mulai mengerahkan S-400 tersebut,” kata Erdogan, menurut surat kabar Yeni Safak. Presiden Turki menggarisbawahi bahwa Ankara tidak menolak sistem pertahanan udara Patriot buatan AS.

“Saya katakan kemarin dan akan mengulangi lagi bahwa kami telah memberi tahu orang-orang Amerika: ‘jika Anda mengirimi kami sistem Patriot, kami juga akan membelinya,'” Erdogan menunjukkan.

Pada bulan September 2017, Rusia mengumumkan kesepakatan pengiriman S-400 yang ditandatangani dengan Turki dengan nilai 2,5 miliar. Pengiriman pertama telah dimulai pada 12 Juli 2019. Baik AS dan NATO secara aktif menentang kesepakatan itu.

Pada 17 Juli 2019, juru bicara Gedung Putih mengumumkan bahwa keputusan Turki untuk membeli S-400 membuat keikutsertaannya dalam program F-35 menjadi tidak mungkin terwujud.

Sharing

11 pemikiran pada “Penyebaran S-400 Turki Dimulai April 2020”

  1. Rusia kurang gimana baik SM turki.pdhl pesawat Rusia pernah di tembak turki.
    Coba KL yg di tembak pswt si Amer.
    Pasti SDH jd kambing hitam buat menghajar turki.
    Dan NATO jongos SDH pasti ikut ikutan nyerang.

  2. Dan yg bikin lucu adalah presiden Toyib Erdogan menggaris bawahi bahwa Turki tidak menolak sistem patriot dari si Amer.
    Yg bikin ga lucu SDH pasti si patriot ga bakalan pede bila di sandingkan dengan s400.

    • Masalahnya s-400 belum terbukti sama sekali, sedangkan Patriot udah teruji berapa kali nembak pesawat dan rudal semenjak perang teluk 1, walaupun tidak sepenuhnya berhasil,
      Paling tidak sudah ada bukti nyata, itu jadi alesan walaupun Turki sudah membeli s400, nyatanya masih ngebet dengan sistem patriot,

  3. Sebenarnya kalau menilik dari strategi perang terkini, sistem seperti S-400 adalah sebagai induk dari banyak sistem pertahanan jarak menengah dan jarak dekat, karena saat ini praktis akan makin jarang penyerangan dilakukan dengan menggunakan pesawat tempur yang beresiko ditembak jatuh dimana akan memberikan kerugian ganda dari pespur itu sendiri dan juga nyawa pilotnya…
    Di Suriah praktis Israel mulai menggunakan strategi serangan dari luar wilayah udara Suriah untuk menghindari dari sergapan sistem pertahanan Suriah, Turki juga menggunakan Drone untuk perang di Idlib, sedangkan di Yaman beberapa kali koalisi Arab kehilangan pesawat tempur karena ditembak jatuh…
    Sistem pertahanan seperti S-400 ataupun Patriot akan terlalu mahal untuk menghadapi serangan Drone yang harganya jauh lebih murah terbang lebih rendah dan jauh lebih kecil sehingga jauh lebih sulit di jatuhkan jika dibandingakn pespur atau rudal yang lintasan terbangnya lebih tinggi… Apalagi jika menilik dari Drone yang digunakan untuk menyerang pangkalan militer Russia, dimana Drone itu adalah Drone rakitan yang sangat sederhana tetapi mematikan… Sistem pertahanan jarak pendek dan menengah jauh lebih efisien dan lebih relevan untuk menghadapi serangan Drone, itu yang dibuktikan di pangkalan militer Russia di Suriah ataupun yang dilakukan Suriah saat menjatuhkan Drone Turki…
    Justru seperti USA yang kerepotan karena sistem pertahan mereka praktis mengandalkan Patriot dan tidak memiliki turunan yang terintegrasi untuk menghadapi perang era saat ini…
    Serangsn Drone di Aramco Arab Saudi menjadi bukti nyata betapa pentingna sistem pertahanan jarak pendek dan menengah yang mampu mendeteksi dan menarget Drone… USA sendiri mentok ketika berusaha mengintegrasikan Iron Dome yang dibeli dari Israel karena Israel tidak mau memberikan kode kunci kepada USA, padahal sistem pertahanan Iron Dome mungkin adalah solusi paling praktis dan cepat untuk menutup celah itu…
    Kembali ke S-400 Turki, jika tidak didukung sistem pertahanan menengah dan jarak pendek mungkin sistem itu tetap akan kurang efisien… menarik untuk disimak langkah lanjutan yang akan dilakukan Turki terhadap sistem pertahanannya setelah mengakusisi S-400…

    Yang masih menjadi pertanyaan bagi saya adalah, sistem pertahanan seperti NASAM tidak ada gaungnya sama sekali di konflik timur tengah, padahal peluangnya sangat besar untuk tampil… justru malah Yaman yang sudah menggunakan sistem pertahanan yang kurang lebih sama dengan NASAM yaitu menggunakan rudal yang sebenarnya untuk pespur (AMRAAM) dan terbukti sukses beberapa kali menembak jatuh pespur maupun Heli dan Drone

    • S-400,S-300 atau S-500 sekalipun bukanlah induk dari suatu sistem hanud. Itu hanyalah hanud yg dibangun untuk kemampuan menyerang jarak menengah hingga jauh dalam suatu gabungan sistem hanud terintegrasi.

      S-300/400/500 memiliki rudal yg terbatas dalam silonya jadi masih memungkinkan diakali seperti dipancing umpan agar menghabiskan rudal mereka dan butuh minimal 2-3 menit hingga 5 menit untuk isi ulang sedangkan rudal jelajah yg dibawa sebuah pespur dan bahkan bom pintar sekalipun dapat melaju hingga ratusan kilometer, memungkinkan untuk menyerang target atau bahkan radar hanud tsb. Tinggal bagaimana sistem hanud jarak pendek menangani sisa ancaman tersebut ketika hanud jarak jauh tsb sedang mengisi ulang rudal AAWnya.

      • Apapun itu, sistem yang terintagrasi jelas menggunakan sistem yang lebih mampu sebagai guide yang sama saja seperti menggunakan sistem diatasnya sebagai induk…
        Sistem terintegrasi jelas memberikan perlindungan yang jaduh lebih efektif daripada sistem tunggal…
        Seperti ungkapan saya sebelumnya, sistem pertahanan menengah dan pendek bisa dimanfaatkan untuk menghadapi serangan rudal masif, dan itu juga seperti yang terjadi di Suriah yang mendapat serangan masif dengan rudal pintar berkali2… seperti halnya terlalu mahal menggunakan rudal S-300/S-400 untuk menjatuhkan drone rakitan yang dibuat dari kayu… atau terlalu minim jika mengandalkan rudal dari bateri S-300/S-400 yang kisaran 1 Bateri bisa terdiri dari 4 atau 8 peluncur rudal… bahkan jika memiliki 10 peluncur rudal sekalipun jika diperhitungkan dikalikan 4 hanya memiliki 40 rudal yang jika perhitungan efektif 1 rudal pintar harus dihadapi oleh 2 rudal penangkis maka hanya 20 rudal penyerang yang potensial di hadang… Mungkin itu juga sebagai alasan saat ini Russia meluncurkan S-350 yang memiliki peluncur rudal 12…
        Dan untuk saat ini praktis hanya Israel yang memiliki konsep sistem yang hampir sama, hanya saja untuk Israel yang mereka miliki lebih mirip dengan turunan dari Patriot yang secara mobilitas dibawah sistem pertahanan Russia…

        • Hanud jarak jauh seperti halnya rudal AAW BVR, hanya memiliki akurasi 30-40%. Sisanya harus dihadapi oleh hanud jarak pendek. Jika hanud jarak pendek dihancurkan itu akan menjadi bencana bagi pertahanan yg menganut sistem hanud terpisah seperti Rusia.
          Hanud seperti Patriot memiliki rudal dg berbagai range sehingga bisa menjadi satu titik terpusat. Makanya tabung rudalnya bisa sampai 8 atau bahkan 16 per truk. Bahkan walopun sudut putar tabung rudal tidak 360° atau tegak lurus, tapi tetap masih mampu menyerang musuh melingkar 360° tanpa perlu memutarkan dulu posisi truknya. Kelemahannya memang jelas disini yaitu begitu sebuah komando patriot dihancurkan maka sampai semuanya diperbaiki atau ada sumber deteksi lainnya, sistem hanud tersebut takkan bisa digunakan.
          Ini akan bergantung pada pemilihan Alutsista dan konsep hanud yg diinginkan.

          Yang istimewa dari Patriot adalah radar komando mereka bisa terkoneksi pada pespur generasi kelima seperti F-22 dan F-35, memungkinkannya untuk menambah informasi deteksi dan juga berbagi data dg sensor lainnya termasuk AWACS tanpa melalui radio, membuat musuh susah mendeteksi dan bahkan menyadap.

  4. Penjualan s400 kpd Turki kemungkinan hanya strategi Rusia agar hubungan antara Turki dan Amerika merenggang yg mengakibatkan Turki tdk bs memiliki f35 dan bkn hal baru hubungan Turki dan negara anggota nato lain memburuk spt hubungan antara Turki dan Yunani dan jg hubungan turki dgn Jerman dan negara anggota nato lainnya yg akan mengembargo Turki yg sdh menyerang pemberontak Kurdi di suriah.

    • Bagi Russia sikap Turki yang tiba2 membeli S-400 dari Russia seperti kejatuhan durian runtuh… tetapi sebenarnya kenapa itu terjadi ya itu karena sikap politik Turki dibawah Erdogan yang menurut saya sulit diprediksi… sebelum kejadian pembelian S-400 runtutanya sangat jelas, dimana Turki justru terlibat ketegangan dengan Russia akibat insiden penembakan Su-24, justru semuanya berbalik ketika USA memberikan dukungan dan merangkul Kurdi yang bagi Turki adalah musuh utama… karena USA tidak mau mengindahkan protes dari Turki, Turki kemudian bermanuver memperbaiki hubungan dengan Russia, karena sikap itu kemudian terjadilah kudeta yang gagal kepada Erdogan… dilanjutkan dengan gerakan cepat Turki membeli S-400 yang berusaha dengan segala cara untuk digagalkan USA…
      Turki adalah negara yang sulit diprediksi, termasuk sikap mereka di Idlib yang memilih berkonfrontasi dengan Suriah yang jelas2 didukung oleh Russia… tidak ada yang bisa mendikte sikap Turki, tetapi memang wajar Turki seperti itu karena secara geografis posisi Turki sangat vital, terutama karena sebagai pintu untuk masuk ke laut hitam, dan juga sebagai penghung antara Timur tengah ke Eropa…

Tinggalkan komentar