Dibalik Perancang Pesawat Flanker yang Legendaris

Jakartagreater.com – Perancang utama jet tempur-bomber modern Su-34 Rusia, Rollan Martirosov, telah meninggal pada usia 84 tahun. Namun semangatnya tetap hidup yang tergambarkan dari pesawat tempur mutakhir dan banyak proyek lain yang ia sumbangkan, lansir RT.com.

Martirosov telah bekerja dengan biro konstruksi Sukhoi sejak tahun 1959, dan terlibat dalam pembuatan mayoritas pesawat jet yang diproduksi oleh pabrikan pesawat terkenal itu. Karyanya dimulai dengan jet pertama yang dikembangkan oleh biro konstruksi Su-7, khususnya varian tempur bombernya, serta pesawat tempur Su-15.

Pesawat tempur Su-15 Flagon (foto : Wikipedia)

Martirosov juga terlibat dalam penciptaan T-4 pesawat pengintaian berkecepatan tinggi eksperimental, pesawat pembom strategis dan anti kapal, yang dirancang pada tahun 1970-an tetapi tidak pernah diproduksi secara massal.

Martirosov juga berpartisipasi dalam pengembangan pesawat tempur multirole Su-27, sebelum akhirnya memimpin proyeknya sendiri.

Pesawat tempur Su-27


P-42 jet pemecah rekor yang tak terkalahkan

Pada 1980-an, Martirosov mengawasi pekerjaan di pesawat yang sangat istimewa, P-42, yang dijadikan sebagai pesawat pemecah rekor. Pesawat ini pada dasarnya adalah varian dari jet tempur Su-27, yang dilepaskan semua sistem yang tidak penting. Pesawat itu sangat cepat dan ringan – berat lepas landasnya hanya sekitar 14 ton – setengah dari jet Sukhoi varian dasar.

Pada akhir 1980-an, pilot uji Sukhoi mencetak lebih dari 40 catatan yang diakui secara internasional dalam mencapai ketinggian dan kecepatan tertentu. Sebanyak 12 dari catatan itu masih belum terkalahkan hingga saat ini – pada kenyataannya, semuanya tidak tertandingi, tetapi aturan untuk pencapaian lain telah berubah selama beberapa dekade.

Su-34 fighter-bomber

Bomber Su-34 yang modern menjadi puncak sejati karier Martirosov. Perancang memimpin pekerjaan di pesawat dari tahun 1990 hingga kematiannya, melihatnya melalui semua tahap untuk menciptakan sebuah pesawat mahakarya, dari prototipe awal hingga masuk layanan tempur aktif.

Su-34 dilengkapi sistem kontrol senjata canggih, karakteristik penerbangan yang mengesankan, dan jangkauan sekitar 4.000 km. Jarak jauh itu sangat tidak biasa untuk pesawat tempur dengan peran seperti itu, dan membuatnya sangat fleksibel dalam hal penggunaannya.

Pesawat Su-34 memiliki kabin yang luas dan nyaman, bahkan termasuk ruang bagi pilot untuk berjalan-jalan sedikit untuk sekedar melemaskan otot pinggang, yang sangat berguna untuk penerbangan jarak jauh.

Selain mampu melakukan misi serangan darat dan permukaan, Su-34 juga sangat mampu dalam pertempuran udara, menjadikannya bukan mangsa yang mudah bagi pesawat tempur musuh.

Diadopsi oleh Angkatan Udara kembali pada tahun 2014, pesawat pembom ini diharapkan menjadi pembom taktis utama Rusia, menggantikan sepupunya yang lebih tua seperti jet Su-24 yang menua.

Sharing

Tinggalkan komentar