India Akui Kekurangan Pesawat Tempur

Islamabad, Jakartagreater.com – Pemerintah India secara resmi mengakui bahwa Angkatan Udara India (IAF) menderita kekurangan pesawat tempur. Parlemen India telah diberitahu hal tersebut pada hari Kamis, lansir The News.

India telah mengadopsi strategi bercabang dua, yaitu penambahan masa operasional dari jet tempur yang ada dan memasukkan pesawat tempur yang baru ke dalam armada untuk mengatasi kekurangan, kata Menteri Pertahanan India Shripad Naik kepada Parlemen.

Armada jet serang MiG-27 dinonaktifkan pada 31 Desember 2019 karena usang dan habisnya masa Total Technical Life, tambahnya.

Dalam tanggapan tertulis terhadap pertanyaan di Majelis Rendah (Lok Sabha), Menteri Pertahanan mengatakan IAF telah melakukan kontrak pembelian 40 Pesawat tempur ringan Tejas Mk1 dengan Hindustan Aeronautics Limited yang 16 pesawatnya telah dikirim. IAF juga sedang dalam proses mendapatkan tambahan 83 pesawat tempur LCA Tejas Mk1A yang negosiasi kontraknya sedang berlangsung.

Pengiriman Tejas Mk1A akan dimulai tiga tahun sejak tanggal penandatanganan kontrak, kata Naik. Permintaan proposal untuk 83 Tejas Mk1A dikeluarkan untuk HAL pada bulan Desember 2017. Permintaan informasi untuk pengadaan 114 Multi Role Fighter Aircraft (MRFA) dikeluarkan pada bulan April 2018, tambah menteri Pertahanan.

Membalas pertanyaan lain tentang apakah Defence Research Development Organisation (DRDO) telah bermitra dengan perusahaan India atau asing untuk mengembangkan teknologi untuk mencegah serangan drone. Naik mengatakan informasi itu “bersifat strategis dan tidak bisa diungkapkan untuk kepentingan keamanan nasional”.

Menanggapi pertanyaan terpisah tentang apakah ada rencana untuk memprivatisasi setiap upaya sektor publik pertahanan, Naik mengatakan pemerintah telah memberikan persetujuan prinsip pada investasi strategis Bharat Earth Movers Ltd dengan mengurangi kepemilikan sahamnya dari 54,03 persen menjadi 28,03 persen, katanya.

Sharing

Tinggalkan komentar