Tekan Su-35, AS Tawarkan F-16 Viper ke Indonesia

Jakartagreater.com – Pemerintahan Trump menekan Indonesia agar membatalkan kesepakatan untuk membeli jet tempur buatan Rusia dan kapal perang Tiongkok, bagian dari upaya global untuk mencegah saingan terberatnya mengikis superioritas militer AS, lansir Bloomberg.

Indonesia baru-baru ini memutuskan untuk tidak bergerak maju dengan rencana untuk membeli 11 jet tempur Sukhoi Su-35 dengan harga sekitar US$ 1,1 miliar, kata seorang pejabat yang mengetahui masalah tersebut, yang meminta untuk tidak diidentifikasi karena rincian diskusi masih rahasia.

Bulan lalu, pejabat itu mengatakan, AS juga menekan Indonesia untuk meninggalkan pembicaraan dengan China untuk mendapatkan beberapa kapal patroli angkatan laut dengan sekitar US$ 200 juta.

Langkah untuk mengesampingkan kesepakatan itu terjadi setelah para pejabat AS menjelaskan bahwa Indonesia dapat menghadapi sanksi karena berurusan dengan Rusia, kata pejabat itu. Pemerintahan Presiden Joko Widodo juga khawatir AS akan mengambil tindakan hukuman terhadap perdagangan jika itu berlanjut dengan kesepakatan China.

Langkah tersebut menggambarkan bagaimana AS mencapai beberapa keberhasilan – kadang-kadang dengan tekanan keuangan dan ekonomi – menghalangi negara-negara lain untuk berurusan dengan Rusia dan China, yang diidentifikasi oleh pemerintahan Trump sebagai ancaman terbesar bagi keamanan nasional Amerika.

Berdasarkan kesepakatan barter yang diumumkan pada Agustus 2017, Indonesia berencana untuk membeli 11 jet tempur Sukhoi Su-35 dengan imbalan Rusia membeli barang-barang seperti karet, minyak kelapa sawit mentah, kopi, teh, furnitur, dan rempah-rempah. Perjanjian tersebut akhirnya ditandatangani oleh mantan Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu pada Februari 2018.

Bulan lalu Jakarta Post melaporkan bahwa kesepakatan itu hampir final dan keputusan akhir akan dibuat kemudian. Namun Dahnil Simanjuntak, juru bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, menolak berkomentar ketika dihubungi Kamis.

“Bukan rahasia bahwa Amerika Serikat memberikan tekanan yang tidak disembunyikan pada negara-negara yang berniat membeli peralatan pertahanan Rusia,” kata Lyudmila Vorobieva, Duta Besar Rusia untuk Indonesia dalam pesan teks. “Tujuannya jelas – untuk membuat negara-negara ini menolak untuk mendapatkan senjata dari Rusia dan beralih ke Washington. Tentu saja persaingan tidak adil yang melanggar aturan dan norma bisnis yang transparan dan sah.”

Menteri Pertahanan AS yang ditanya pejabat Indonesia terkait penekanan pembelian jet tempur Rusia, mengatakan itu hanya kebijakan mereka, kata pejabat itu, seraya menambahkan bahwa Indonesia menduga itu mungkin juga karena pesawat tempur Rusia akan memberikan keunggulan Indonesia dari negara tetangga seperti Australia dan Singapura.

Sebaliknya Amerika mengatakan kepada Indonesia untuk mempertimbangkan pembelian F-16 Viper. Namun, kata pejabat itu, Indonesia malah mencari cara untuk menegosiasikan pembelian pesawat F-35 yang dikembangkan sebagai bagian dari program Joint Strike Fighter multi-negara.

Program JSF, dipimpin oleh AS, termasuk Inggris, Italia, Belanda, Australia, Kanada, Denmark, dan Norwegia. Singapura baru-baru ini setuju untuk membeli pesawat di bawah program ini, sementara Jepang adalah pembeli asing terbesar jet siluman itu.

Pejabat itu mengatakan AS menegaskan bahwa pemerintah Widodo berisiko terkena sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act atau CAATSA, yang berlaku untuk pembelian peralatan pertahanan buatan Rusia. Ancaman langsung untuk membeli kapal-kapal perang Cina kurang jelas, kata pejabat itu, tetapi pemerintah melihat Indonesia rentan terhadap perdagangan.

AS tidak dapat mengomentari percakapan diplomatik pribadi, kata juru bicara Departemen Luar Negeri melalui email. AS mendesak semua sekutu dan mitra untuk menghindari transaksi baru peralatan militer Rusia untuk menghindari sanksi di bawah CAATSA, kata juru bicara itu, seraya menambahkan bahwa tujuan kebijakan Amerika adalah untuk menangkal pendapatan Rusia yang dibutuhkan untuk melanjutkan “pengaruh buruknya.”

Kesepakatan Indonesia untuk kapal-kapal patroli angkatan laut Tiongkok dibahas selama kunjungan Menteri Prabowo ke Tiongkok. Itu adalah salah satu dari beberapa perjalanan baru-baru ini yang dilakukan oleh mantan jenderal pasukan khusus sebagai bagian dari tur kepanduan untuk mendapatkan sistem senjata dan perangkat keras lainnya. Ia juga mengunjungi Rusia, Turki, Jerman, dan Prancis.

Sharing

83 pemikiran pada “Tekan Su-35, AS Tawarkan F-16 Viper ke Indonesia”

      • Bodoh kali Indonesia kalau mau beli kapal perang atau patroli dengan cina…masak untuk menghadapi cina di laut Natuna menggunakan peralatang perang buatan cina sendiri..mampus lah Indonesia..untuk menghadapi cina dengan peralatan perang buatan AS.untuk menghadapi Singapura dan Australia harus dengan peralatan perang Rusia..jadi Indonesia harus beli kedua nya..peralatan perang AS.dan Rusia..dan tetap mengembang kan peralatan perang secara mandiri..

        • Saya setuju Indonesia sbgai negara non blok… harus bisa mendapatkan teknologi pertahanan dan senjata dari AS & RUSSIA…
          Beli Vipernya dg syarat boleh beli SU 57 PAKFA ( Jangan SU-35 Tanggung) Karna kita butuh TOT yg sangat strategis… utk kmudian mengembangk fighter sendiri (IFX)..

  1. Negara ini dulu mendapatkan kemerdekaan dengan berjuang berdarah2 korbankan nyawa harta benda dan bahkan paska setelah kemerdekaan Amerika berupaya pecahkan persatuan dengan bantu PRRI Permesta kini negara besar ini kita harus berani akui bahwa kita tak sehebat dan segagah berani dulu kakek nenek buyut kita lawan siapapun musuh negara. Justru sekarang kita harus banyak belajar dan mencontoh negara2 lain didunia yang berani melawan arogansi Amerika, mereka negara yg punya pendirian karena tunduk dengan Amerika pun tak beroleh apapun sehingga mereka putuskan melawan dan terbukti malah mereka kini menjadi negara2 yang mandiri tahan banting dan mampu tunjukkan kepada dunia bahwa mereka negara berdaulat dan bahkan disegani, mungkin sebaiknya nama negara Indonesia diganti menjadi negara Nusantara supaya roh leluhur kita yang mendiami negara ini dari Sabang sampai Merauke kembali menjiwai negara besar ini.

    • Kalo gitu USA juga berjasa lewat Komisi Tiga Negara (KTN) jaman perang kemerdekaan yg membantu Indonesia membuat perjanjian Roem-Royen hingga KMB yg akhirnya bikin seluruh wilayah Hindia Belanda menjadi wilayah Indonesia.

      USA juga membantu Indonesia lewat Resolusi Bunker yg mengakhiri pendudukan terakhir Belanda di Papua sebelum akhirnya dikembalikan lewat PBB. Masak gitu aja lupa Bung Kabeerje ??

      • Oh kita tidak lupa, ini lebih karena Amerika juga habis berdarah darah sehabis PD 2 dia butuh konsolidasi utk recovery, harusnya Amerika sadari bahwa dominan bangsa ini lebih memihak mereka timbang Rusia dan tak ada dibenak kita utk lepaskan predikat dari Non Blok, kita tak musuhi Amerika cuma politik mereka yg buat kita muak sekali, setelah mereka setir kita supaya kuasai Timor Timur manakala komunis runtuh mereka kembali coreng muka kita dengan paksa lepaskan Timor Timur kemudian embargo senjata yang mereka pasok ke kita dst dst nya manakala kita bersiap hadapi naga gila dari utara dengan beli senjata dari Rusia mereka cegah supaya kita tetap lemah dan bisa mereka kuasai sak wayah wayah (setiap saat mereka mau).

  2. Jika ada yg bilang Uni Soviet/Rusia dan China telah berjasa khususnya dalam memasok senjata saat Trikora, Percayalah bahwa Belanda takkan takut dg Alutsista yg dimiliki oleh Indonesia saat itu apalagi saat itu Indonesia juga sedang bermasalah dengan UK karena Dwikora sedangkan Belanda, UK dan juga USA tergabung dalam anggota NATO. Belum termasuk Aussie, Kanada dan NZ bisa membantu mereka menghadapi Indonesia. Jakarta bisa hancur saat itu juga karena sebagian besar Alutsista mereka sudah diarahkan ke timur.

    Ingatlah juga bahwa Uni Soviet dan China juga bertanggung jawab atas 2 kali pemberontakan PKI di Indonesia, bahkan yg terakhir hampir menghancurkan Indonesia.

    • Kenapa tiba2 kembali ke era Soviet??? mengapa Indonesia sampai harus bekerja sama dengan Soviet??? apakah itu salah Indonesia??? bukanya karena Belanda yang tidak mau melepaskan Papua Barat yang memaksa Indonesia untuk mau tidak mau harus merapat ke Blok timur??? Toh jika ditilik lagi ke era saat itu sebenarnya Soviet juga tidak tertarik amat dengan Indonesia, ketertarikan mereka adalah karena Indonesia minta dibantu untuk mengalahkan Belanda yang notabene adalah lawan sekutu saat itu… Apakah Belanda takut??? jelas Belanda tidak takut karena mereka merasa sekutu yang mendukungnya masih bercokol disekitaran Indonesia, dengan USA di Filipina, UK di Malaysia dan ada Australia juga…
      Justru yang sebenarnya panik itu justru USA, karena mereka paham sekali, semakin dalam mereka membantu Belanda maka akan semakin kuat dukungan Soviet ke Indonesia dan semakin jauh Indonesia dari blok barat… salah satu usaha untuk menghentikan pengaruh blok Timur jelas ya harus menyingkirkan Belanda dari Papua Barat, setelah itu baru mempersiapkan operasi untuk menghilangkan pengaruh Komunis dari Indonesia…
      Apakah USA tahu tentang gunung emas Privot??? saya yakin mereka sangat mengetahui itu… itu juga salah satu yang menjadi target mereka… Belanda yang menemukan tetapi USA yang mendapatkan untung besar, pengaruh komunis hilang dan mereka mendapatkan ladang emas… tidak mengherankan saat itu bilai tukar Rupiah sangat rendah dan Indonesia seperti menjadi sahabat bagi USA… Kisah sejarah berikutnya menunjukan seperti apa rumitnya sikap USA terhadap Indonesia, sampai kapanpun USA tidak akan menempatkan Indonesia sebagai sekutu mereka, dan sebaliknya mereka terus berusaha mendikte keberadaan indonesia… Indonesia bukan negara yang kaya raya untuk dijadikan sekutu strategis mungkin malah lebih ke faktor annoying bagi USA… tetapi juga tidak bisa di sepelekan karena faktor letak geografis dan pengaruh bagi dunia terutama dalam hubungan dengan Australia…..
      Sejarah Indonesia sangat sulit untuk ditelusur ulang, sehingga praktis sulit untuk mendapatkan bukit nyata tentang garis sejarah Indonesia, saya yang pernah menjadi penggemar berat Soeharto saat ini saya tidak percaya lagi dengan semua buku sejarah yang dicetak di era beliau berkuasa… sejarah yang terjadi menjadi bukti nyata pertarungan antara Blok Barat dan Blok timur di Indonesia

    • Sugi 1+1=2 bukan 7
      China apa urusannya masih susah dia,,
      Klo amerika tekan belanda untuk hengkang dari irian itu bener tapi melalui fakta sejarah di bawah

      Selama puncak konfrontasi, Subandrio, menteri luar negeri Sukarno yang fasih berbahasa Rusia, terbang ke Moskow untuk meminta dukungan Soviet.

      Nikita Khrushchev menggambarkan peristiwa yang berujung pada konfrontasi ini dalam memoarnya. “Saya bertanya kepada Subandrio, ‘Seberapa besar kemungkinan kesepakatan (dengan Belanda) bisa tercapai’,” tulis Khruschev.

      “Dia menjawab, ‘Tidak terlalu besar.’ Saya bilang, ‘Jika Belanda tidak bisa bersikap rasional dan memilih terlibat dalam operasi militer, ini akan menjadi perang yang, pada batas tertentu, bisa berfungsi sebagai medan pembuktian bagi pilot-pilot kami yang menerbangkan pesawat tempur yang dilengkapi dengan rudal. Kita akan melihat bagaimana rudal kami bekerja’.”

      Meskipun dukungan Moskow terhadap Indonesia sangat jelas dan dinyatakan secara terbuka, pembicaraan antara Khrushchev dan Subandrio ini seharusnya bersifat rahasia. Namun, sang menlu, menurut memoar Khrushchev, mengungkapkan hasil pembicaraannya itu kepada Amerika, yang sama sekali tak ingin terjebak dalam krisis lain yang berpotensi menjadi Perang Dunia.

      “Ini menjadi momen berakhirnya kekuasaan Belanda di Irian Barat,” kata Van den Hengel. “Selain ingin menghindari konfrontasi langsung dengan Uni Soviet, AS tidak ingin terlihat bahwa negaranya tampak mendukung penjajah Eropa melawan negara dunia ketiga yang baru merdeka.”

      Di bawah tekanan Amerika, pada Agustus 1962, Belanda akhirnya setuju untuk menyerahkan Irian Barat ke Otoritas PBB (UNTEA). Pada 1963, wilayah Irian Barat akhirnya diserahkan kepada Indonesia.

      • Operasi CIA di Indonesia pd pemberontakan Permesta tdk sepenuhnya hal buruk bagi Indonesia apalagi setelah Allen Pope berhasil ditangkap dan dibebaskan dlm negosiasi dgn Amerika Indonesia berhasil mendptkan beberapa unit pesawat angkut C130 hercules yg berikutnya akan digunakan utk operasi pembebasan Irian barat.

    • Pd intinya banyak negara diluar sana yg memiliki kepentingan di Indonesia yg perlu Indonesia lakukan saat ini adlh mencari keuntungan thd masing-masing negara yg memiliki kepentingan di Indonesia tentunya tanpa menjual kedaulatan. Contohnya Pd masa lalu jepang pernah mengisolasi negaranya dr dunia luar agar tdk senasib dgn Kekaisaran cina yg rakyatnya kecanduan opium yg dijual oleh bangsa Eropa tetapi stlh era restorasi Meiji Jepangpun banyak mengirim pemudanya utk mempelajari IPTEK dr negara barat yg membuat kemampuan militer Jepang setara dgn negara barat dan bahkan Jepang menjadi negara di Asia pertama yg mampu mengalahkan bangsa eropa yaitu Kekaisaran Rusia.

          • I donesia gak pernah minta. Tp di tawarin. Untung saja pejabat kita masih berpikir normal dan tetap.tdk berheming. Kalkun lemot kok mau dibeli…..xicixicixicixicixi

          • itu basa basiiiii agatoo, haduuuh, masa ga paham juga,,,, indonesia tau kita ga akan pernah di kasih F35 sama mamarika,,, itu penolakan halus terhadap viper yg usang bin kadaluarsa, makannya prabowo pergi liat rafale jaga2 klo andai mamarika setuju kasih F35 yg pasti di bawah australia speknya, entar kita bikin 100 alasan yg akhirnya beli rafale,, walaupun tujuan utamanya SU35

          • Dibawah spek itu bukan karena permintaan negara tertentu, tapi karena punya uang banyak gak. Coba kalo beli dari Rusia, pasti varian ekspor jauh lebih rendah speknya daripada yg dipake Rusia. Kalo Indonesia punya anggaran besar mereka juga bakal dapat yg terbaik. Ada uang ada barang ada mutu Dhek. Masak gitu aja gak tau? Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh

      • DITAWARI F-35 MIMPIII. . .
        INDO ITU DITAWARI F16 VIPER SAMA US GAN.. MAKANYA INDO MIKIR KALO BELI F16 VIPER. . . ENTAR KLO TERBANG DIPATOK KALKUN TETANGGA.. HAHAHAHA

        UNTUK MENYAINGI KALKUN.. INDO HARUS BELI SU-35, TAPI YA NAMANYA JUGA TAKUT KENA SANKSI. . . UJUNG2NYA MAU TIDAK MAU TETAP BELI ULAR TERBANG.

  3. Mungkin juga semakin memburuknya prospek ekonomi dan perdagangan global akibat virus Covid19 dan di masukkannya Indonesia jadi salah satu negara maju oleh ASU (Indonesia bakal kehilangan fasilitas bea masuk ringan untuk ekspor produk ke AS yang kerap disebut sebagai Generlizes System of Preferences (GSP)), ikut mempengaruhi Pemerintah kita untuk meninggalkan kesepakatan SU 35, ekonomi kita akan terdampak signifikan kalau di tambah dgn sanksi CATSA. Jadi lebih baik uang nya di alokasikan untuk riset project2 alutsista lain yg juga urgent, mungkin untuk KFX/IFX atau pengembangan Rhan…Dll.

  4. Dalam hal “Diplomasi Pertahanan”, Indonesia sepertinya kalah 0-1 dari Amerika. Siapa yang diuntungkan? Tentu saja, Siangapura dan Australia, mengingat SU-35 adalah kompetitor langsung dari F-35. Amerika mau menawarkan F-16 Viper ke Indonesia adalah hal yang bodoh, sebab bagaimana pun, F-16 Viper adalah Jet Tempur kelas 2, di bawah SU 35 atau F 35. Kalau Indonesia diberikan F-35, ya, Singapura dan Australia bakal melakukan misi diplomatik untuk berusaha keras mencegahnya. Jadi misinya adalaj, “biarkan AU Indonesia tetap pada Jet Tempur kelas 2. Jangan biarkan mereka naik kelas.”
    Diplomasi Pertahanan ala Indonesia memang cukup menantang. Bisnis dengan Rusia dan Cina terhalang CAATSA. Bisnis dengan Amerika, bisa kena potensi embargo di kemudian hari.
    Lebih baik, Indonesia berbisnis dengan negara-negara netral seperti Perancis (Jet Rafale), Swedia (Gripen), Turki, Korsel, Jerman, Belanda dll.
    Tidak usah ke Rusia, Cina dan Amerika.

    • Perancis, Swedia dan negara2 eropa barat itu sekutunya Amrik dan inggris… Aussie persemakmuran inggris… sama aja…
      Kita beli rafael tapi ketika bentrok dg negara sekutu mereka gk bisa tuh rafael dicentelin meteor, AIM dll begitu juga gripen…
      Masak iya kita mau centelin bambu runcing…??????
      Yg paling aman yg gk ada klausul politik dan jauh konflik interesnya…
      Yaa negara Russia dan pecahan soviet…
      Kalo menurut saya siihh…

    • Belum pernah dengar Lookheed Martin nawarin F-35 ke Indonesia ya Dhek. Justru dibandingkan F-16V, F-35 udah ditawarkan ke Indonesia duluan. Karena modal terbatas tapi butuhnya banyak makanya Indonesia lebih tertarik ke F-16V.

      Tapi tenang aja, anggaran sekarang udah naik tinggi so bisa aja F-35 yg bakal dipilih Indonesia.

      • Ngga bakalan bung…

        F-35 terlalu mahal, bahkan sekedar untuk perawatan saja… kemampuan tempur baik itu bermanuver ataupun jarak jangkai dan kecepatan inferior bahan jika diandingkan dengan F-16… dari sejarahnya ketika Indonesia memutuskan untuk menggantikan F-5 yang gagal di retrofit atau diperpanjang usia pakainya setelah dilakukan upgrade di Korsel akirnya membuat saya F-5 patah sebelum ada pengganti yang diinginkan… TNI AU sudah bulat memilih Su-35 diman merupakan versi paling modern… apalagi menilik dari pembelian F-16 Blok 52i yang sebenarnya adalah pesawat bekas seolah2 hanya berguna untul menutup kekosongan kekurangan jet tempur TNI AU, tidak segarang ketika Indonesia mulai percaya diri dengan pembelian Sukhoi… Itu juga sebabnya TNI AU sangat ngotot dengan memilih Su-35… hanya saja setelah kegerahan banyak pihak, Australia yang merasa terancam dan mulai membandingkan Su-35 vs F-35, Malaysia yang ekonominya sedang terpuruk untuk pengadaan alutista baru (dulu saat Indonesia membeli 10 Sukhoi Malaysia tidak mau kalah langsung membeli 18 Su-30MKM)…
        Sebagai penjual F-35 kepada Australia jelas langkah paling mudah untuk menghilangkan kegundahan Australia ya cukup dengan menekan Indonesia untuk tidak membeli Su-35…

        • Mahal itu relatif Dhek Yuli. Ibarat barang bagus harganya mahal itu wajar. Ada kualitas ada harga.

          Coba dihitung, berapa harga ganti mesin selama 25 tahun masa penggunaan antara F-35 ama Su-35 misalnya. Belum biaya maintenance lainnya.

      • Sama saja bohong… apakah membeli dari luar USA dan Russia akan membuat Indonesia lolos dari embargo militer??? misalkan saja embargo yang mungkin dilakukan USA… semua negara yang menjadi sekutu atau menjadi rekanan USA akan mengadopsi hal yang sama…
        Buktinya, Target pembelian pespur setelah embargo USA di tahun 1995 yang paling diincar adalah Gripen… setelah tidak mungkin membeli dari Prancis dan UK yang merupakan anggota blok barat… lalu kenapa tidak jadi membeli Gripen???
        Lihat saja dalemanya Gripen, barang milik buatan siapa saja didalamnya… jadi membeli Gripen untuk menghindari embargo dari blok barat jelas sia-sia…
        Buktinya… UK memveto penjualan Gripen kepada Argentina karena UK masih memiliki masalah sengketa pulau dengan Argentina….

  5. kita ga bs menyalahkan negara luar.. karena mereka punya kepentingan masing2… dan kita tdk bs hanya utk mencari kesalahan… sampai negeri ini habis.. tdk akan ada yg mau di salahkan… karena sifat dasar manusia TIDAK MAU DISALAHKAN meskipun itu salah…
    baik nya kita belajar dari pengalaman… TIDAK ADA MUSUH ABADI.. DAN TIDAK ADA TEMAN SEJATI. semua nya utk kepentingan masing2..
    kepal kan tekad dan tujuan.. bangun negeri ini di bidang masing2.. jauh kan dari KORUPSI.
    karena semua nya saling berkaitan… alutsista butuh ekonomi yg kuat.. ekonomi yg kuat butuh keamanan.. SDM yg hebat.. SDM yg hebat butuh pendidikan yg lebih baik.. pendidikan butuh dana.. dan seterus nya dan seterus nya….

  6. Indonesia saran saya rayu jepang yg sekarang lagi ngembangin fighter 5/5+ shin shin… sama korsel gk jelas tuh kfx&ifx sampe korsel ngambek…
    Jepang butuh pasar otomotif dan elektroniknya indonesia… indonesia butuh teknologinya… Dah Pas tuh…

    • Sebenarnya semuanya baik2 saja sampai kemudian Turki membeli S-400 dari Russia… Jika USA tidak melakukan tekanan kepada pembeli alutista buatan Russia, bukan tidak mungkin alat perang buatan Russia akan semakin laku dan pengaruh USA akan semakin hilang… kredibilitas USA tercabik2 gara2 penjualan S-400 oleh Turki yang notabene adalah sekutu mereka…
      USA praktis menekan negara2 yang membeli alutista modern seperti sistem pertahanan dan jet tempur terkini untuk menghindari persaingan supremasi udara bagi USA… toh pembelian BT-3F oleh Indonesia juga tidak dikenai sangsi apapun…
      Ini masalah supremasi udara, sistem pertahanan akan membuat USA sulit mendikte sebuah negara, pespur terkini seperti Su-35 akan mengancam F-35 secara langsung yang merupakan produk jualan unggulan USA saat ini…

      • Alesan turki beli s400 karena gk di kasih patriot dan tot dalam skema pembeliannya, bukan karena ngebet beli s400 karena bagus, toh kegarangannya aja masih sebatas teori di atas kertas, dan belum terbukti di peperangan, bukti nyata Turki masih pengen beli patriot walupun sudah punya s400 sekalipun,

          • Kwkwkwk, strong apanya om, kemarin Alutsista Russia jadi bulan2an gitu om, mulai sistem buk, pantsir bahkan s300/400 di Suriah jadi pajangan aja om, itu mau pameran atau perang ya, kwkwkw

            Sistem patriot Saudi gk di lapisi sistem pertahanan jarak dekat om, jadi jangan heran kalau masih ada yg tembus, la yang sistem Rusia di Suriah seperti panstir + buk + s200 dan s300 itu sudah berlapis-lapis kok masih tembus om ? ,

          • Itukan menurut pendapat ente yg telat kebagian othak. Makanya pake dengkul mikirnya…..xicixicixicixicixi

            Sdh jelas dan bisa dipastikan persenjataan Rusia Strooong Bingiiit di jagat ini.
            Muali sakit ati nih yeee….xicixicixicixicixi

          • Sebelum cuman sekali aja Patriot bisa diserang dan dua kali gagal menahan serangan termasuk kilang minyak yg meledak beberapa waktu lalu. Tapi disini karena kita bicara sistem hanud dan patriot itu hanud untuk jarak pendek hingga jauh maka bila dibandingkan dengan sistem hanud terintegrasi milik Suriah, Suriah udah gagal berkali kali bahkan ketika diserang beruntun dg rudal jelajah, belum lagi hancurnya Pantsir Suriah. Gitu Bung Lintang.

  7. klu pengamatan saya…harus d beli keduanya…viper dan su35…
    su36 untuk mnangkal Ausie n spore…
    viper untuk menangkal China…karena kita negara non blok harus punya sikap…USA g mau kehilangan mitra strategis sprti indonesia…itu hanya gertakan mereka…ini untuk pertahanan kita,bukan untuk agresi….kita yg buat keputusan…beli Sukhoi,bukan berarti kita pro Rusia…kita hanya butuh pertahan negara kita…karena,skrng senjata Rusia yg mendominasi,drpda senjata USA…bravo Indonesiaku,NKRI harga mati….
    salam NKRI

  8. Ada hikmah-nya jga.kita tidak bisa menyalahkan pemerintah …disamping ekonomi kita jga belum kuat & kokoh menahan terjangan embargo.masa depan kita itu sebenarnya ada pada proyek jangka panjang KFX/IFX.ingat…berapa banyak core item tekno KFX/IFX yg akan ditahan oleh pihak lochead jika kita tetep masih ngeyel.sabar sajalah….ngikutin alur.

  9. ya dilematis sih buat Indonesia, kalo mau lanjut su 35, risikonya eksport kita bisa colaps, sedangkan kalo ga jadi beli atau beli rafale kan sama aja pesawat barat, risiko embargonya kena juga. hah, berharap aja nih flanker tetep jadi.

  10. itu basa basiiiii agatoo, haduuuh, masa ga paham juga,,,, indonesia tau kita ga akan pernah di kasih F35 sama mamarika,,, itu penolakan halus terhadap viper yg usang bin kadaluarsa, makannya prabowo pergi liat rafale jaga2 klo andai mamarika setuju kasih F35 yg pasti di bawah australia speknya, entar kita bikin 100 alasan yg akhirnya beli rafale,, walaupun tujuan utamanya SU35

  11. Tapi Jujur harus saya mengakuinya bahwa berita / artikel tentang Sukhoi SU35 lah yang bisa membuat HEBOH dan Rame situs Jakarta Greater maupun situs – situs berita militer lainnya. Yang membuat saya bingung dan heran adalah “Kesaktian” apa yang dimiliki dan yang dibawa oleh pesawat Sukhoi SU35 yang mana Pesawat tersebut bisa menggoncangkan,menggetarkan serta membuat Stabilitas keamanan dikawasan Regional menjadi panas dingin ??? Ini Barulah berita / artikelnya saja yang dibahas, lantas apa dan bagaimana jadi jika Negeri, Bangsa ini benar-benar memiliki Pesawat Sukhoi SU35 yang hanya berjumlah 11 unit tersebut ???

    • itu karna kita nonblok (so kuat padahal males), kita harus menjaga keseimbangan teknologi timur dan barat, karna musuh potensial kita bukan hanya dari barat tapi juga dari timur, kita harus punya 2 teknologi tersebut, klo teknologi barat jelas kita sedang kerjasama dengan korea kfx-ifx, klo dari timur kita blm ada update teknologi terbarunya dan saat ini sedang di perjuangkan yaitu SU35

    • Kwkwkwk, su35 hanya rame di komunitas Rusia fans boy aja bro, kaya gk tahu penggiringan opininya, masalahnya pesawat kelas berat yg tersedia di pasaran itu hanya f15 dan su35, dan Indonesia adalah negara non blok, otomatis hanya su35 yg tersedia,
      Kalau kemampuan saya masih meragukan, karena hanya di lengkapi radar pesa irbis dengan r77 yg jelas terbukti tidak mampu di era sekarang yg sudah beralih ke radar aesa, perang beneran India Pakistan kemarin sebagai pelajaran berharga, pesawat kelas berat sekalipun kalau di persenjatai dengan rudal r77 yg hebat di iklan, ternyata gk bisa apa2 melawan f16 yg di persenjatai Ammram tipe lama,

  12. yg paling masuk akal sekarang mungkin kerja sama dengan turkey untuk pembangunan ambisius pespur mereka, sambil mengajukan kerjasama penyewaan pespur mereka ke indonesia yg saya anggap berlebih sambil menunggu pespur mereka benar2 jadi, klo kfx saya rasa kita hanya di permainkan,,

  13. Sebenarnya yg lebih penting bagi negara Nusantara ini adalah pertama angkatan laut dan kedua satuan Arhanud yang kuat, kuat dalam arti sebenarnya baik dari segi jumlah kapal perang, dan kwalitas persenjataan mumpuni yg dimiliki setiap kapal seperti rudal permukaan yang mampu sasar target paling tidak 500 an km baik target laut maupun darat dan mampu hancurkan rudal jelajah dan pesawat tempur musuh saat masih jauh, begitu juga Arhanud yang kuat memiliki jumlah dan kwalitas rudal dan senjata pertahanan udara yg mumpuni sehingga manakala pesawat musuh ataupun rudal jelajah lolos masuk, satuan ini mampu eliminir, …kenapa karena negara kita negara maritim luas itu yg paling dibutuhkan, pesawat tempur sudahlah lupakan saja duapuluhan Sukoy dan beberapa puluh F16 tidak cukup cover negara Nusantara luas ini perbanyak saja T50 Golden Eagle dengan spek yang keras karena dipersiapkan utk dogfight jika ada itu tadi pesawat yg berhasil nylonong masuk kalau jumlah T50 banyak bisa main keroyokan di udara…bodo amat penting menang

  14. Ibarat org baru berkeluarga pengen beli mobil, yg laki pengen sedan baru, istri hamil ngidam all new portuner tapi dompet cuma nyampe inopah seken 2010. Padahal rumah msh kontrak. Yg denger gosip dan ribut2 malah tetangga.

Tinggalkan komentar