Jepang Ingin Bangun Pesawat Siluman Desain Dalam Negeri

Tokyo, Jakartagreater.com    –  Jepang ingin mengembangkan pesawat tempur siluman produk dalam negeri, menolak desain dari Lockheed Martin Corp dan Boeing Co dari Amerika Serikat dan BAE Systems PLC Inggris, uja 3 sumber dengan pengetahuan program tersebut mengatakan kepada Reuters, 27-03-2020.

Pekerjaan ini akan menempatkan kontraktor pertahanan terkemuka Jepang, Mitsubishi Heavy Industries, dalam memimpin untuk kontrak militer senilai lebih dari $ 40 miliar. Perusahaan belum mengajukan desain untuk generasi penerus, tetapi mengembangkan demonstran teknologi tempur siluman Jepang, X-2, pada tahun 2016.

“Desain pesawat siluman Jepang telah melakukan tes dengan baik sejauh ini,” kata salah satu sumber, yang memiliki pengetahuan diskusi tentang pesawat yang diusulkan baru, disebut sebagai F-3 atau F-X.

Seorang juru bicara Mitsubishi Heavy mengatakan perusahaan akan bekerja dengan pemerintah mengenai kebijakan apa pun yang diputuskan untuk diikuti.

“Kami memahami bahwa pemerintah Jepang akan memimpin program pengembangan,” kata juru bicara Mitsubishi Heavy.

Angkatan Udara Bela Diri Jepang menerbangkan sekitar 200 Jet Boeing F-15 dan menggantikan skuadron pesawat tempur F-4 yang sudah puluhan tahun dengan Lockheed Martin F-35. F-3 akan menggantikan F-2, turunan dari F-16 Fighting Falcon yang dikembangkan bersama oleh Mitsubishi Heavy dan Lockheed Martin lebih dari 2 dekade lalu.

Proposal dari Lockheed, Boeing dan BAE “dinilai tidak memenuhi kebutuhan kami,” kata seorang pejabat di Badan Akuisisi, Teknologi & Logistik (ATLA) kementerian pertahanan Jepang. “Belum ada keputusan yang diambil tentang badan pesawat itu,” ujarnya.

Sharing

3 pemikiran pada “Jepang Ingin Bangun Pesawat Siluman Desain Dalam Negeri”

  1. Inisiatif yg bagus jk jepang ingin membangun pespur secara mandiri yg disesuaikan dgn doktrin militer jepang yg jd masalah adlh amerika pasti tdk akan setuju jepang membuat pespur secara mandiri yg bs mengakibatkan pesawat as mnjd tertinggal cthnya sj dlm pembuatan pespur F2 terjadi karena amerika memberikan tekanan kpd pihak jepang utk tdk memproduksi pesawat secara mandiri.amerika sendiri terkadang enggan memberikan teknologi senjata terbaiknya pd sekutu tetapi tdk segan mengambil atau menerapkan teknologi terbaik yg dimiliki sekutunya utk mengembangkan senjata yg dimilikinya.

  2. Kata kuncinya :

    Proposal dari Lockheed, Boeing dan BAE “dinilai tidak memenuhi kebutuhan kami,” kata seorang pejabat di Badan Akuisisi, Teknologi & Logistik (ATLA) kementerian pertahanan Jepang.

    Jepang aja gak percaya dng kualitas teknologi siluman dr negara junjungannya si mbah gatol dan si lintang pendekar othak dengkul……xicixicixicixicixi

  3. Intinya di US$ 40 milyar. Sayang kalo masuk ke kantong org lain. SDM ada, teknologi industri mendukung & yg paling penting adalah tekad kemandirian & etos kerja. Semuanya butuh proses panjang pasca PD II.

Tinggalkan komentar